Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Bagus Merajuk 1


__ADS_3

"Sayang, tolong ambilkan dokumen di map warna biru dekat tas kerjaku." Kata Bagas sedikit berteriak dari ruang tamu.


"Dokumen ini yang dimaksud?" Tanya Kartika yang tak menyadari ada Randi yang duduk dekat pintu.


"Iya, terimakasih." Jawab Bagas kemudian Kartika kembali ke belakang. Randi tampak terpesona dengan Kartika yang hanya menggunakan daster rumahan dengan rambut di gelung keatas dan celemek yang masih menempel di tubuhnya.


"Hari minggu ini biasanya lo sama keluarga kemana, Gas? " Tanya Randi yang menyesapkan kopi yang di buat Bagas sewaktu Kartika mandi.


"Terserah ratu dan pangeran minta di ajak kemana. " Jawab Bagas.


Randi yang hanya menggunakan kaos bola dan celana joger selutut juga badannya yang atletis sangat terlihat. Bagas sengaja mengundang Randi dan putrinya Sherrin untuk makan siang di rumahnya. Sherrin yang asik bermain dengan Bagus dan Dannis, membuat Sherrin betah bersama Bagus yang pintar dalam segala hal.


"Ayah, Bagus lapar mau makan burger." Kata Bagus yang masuk kedalam bersama Sherrin.


"Coba kamu kedapur apakah bunda sudah siapkan makanan buat om Randi juga." Ucap Bagas yang menyesapkan kopi buatannya sendiri.


"Sherrin, sini duduk sama papi." Kata Randi menepuk sofa disampingnya.


"Sherrin juga lapar, pi." Rengek Sherrin dengan manja.


"Kenapa kamu tidak ikut Bagus kebelakang, sayang? " Tanya Bagas melihat Sherrin menangis.


"Sherrin, ingat pesan papi. Jangan merepotkan om Bagas." Kata Randi dengan tegas.


"Sudah, tidak baik bicara keras pada anak. Sherrin pergi kedapur susul Bagus. " Kata Bagas mengusap rambut Sherrin.


"Makasih, om. " Ucap Sherrin yang langsung kebelakang.


"Kenapa lo masih betah ngejomblo, Ran? " Tanya Bagas yang menyandarkan punggungnya di sofa.


"Gue masih mencintai Jennie, Gas. Dia sudah berjuang melahirkan Sherrin sampai koma beberapa minggu dan akhirnya menutup mata pergi selamanya." Kata Randi yang mengingat akan istrinya.


"Ran, gue mau lo jujur sama gue. Apa lo suka dengan bini gue? " Tanya Bagas membuat Randi menatap Bagas dengan mata yang tak bisa berbohong.


"Ngaco, lo. Mana mungkin gue suka sama bini lo." Ujar Randi tersenyum.


"Gue pikir lo suka sama bini gue, karena lo liatin bini gue segitunya." Kata Bagas yang menggaruk tekuknya tak gatal.


"Emangnya salah ya kalau gue liatin bini lo? " Tanya Randi terkekeh melihat Bagas yang bucin dengan istrinya.


"Dia milik gue, berani lo nyentuh milik gue habis lo sama gue. " Kata Bagas dan Randi tertawa.


Namun dalam hati Randi memang menyukai istri sahabatnya itu, sejak pertama melihatnya di lift. Tapi Randi tidak ingin merebutnya dari Bagas. Randi masih sadar siapa Kartika, dia istri Bagas Wirayudha sahabatnya sejak SMA. Bagas juga yang menolong Randi saat perusahaannya hampir mengalami kebangkrutan.


"Sayang, makan siang sudah siap. " Panggil Kartika yang sudah berganti pakaian dengan menggunakan dress panjang 7/8 desa lengan pendek warna maroon dan rambut masih di gelung keatas.


"Ayo, kita makan siang dulu. " Ajak Bagas yang berjalan keruang makan.

__ADS_1


Kartika menangkap sosok laki-laki yang berjalan di samping suaminya. Rasa hati Kartika campur aduk entah kenapa dia tidak suka jika laki-laki ini ada didepannya.


"Mana Bagus dan Sherrin? " Tanya Bagas yang menarik kursi lalu duduk.


"Sherrin? Sejak kapan dia ada sini? " Tanya Kartika yang tidak mengetahui ada Sherrin.


"Sayang, tadi Sherrin dan Bagus minta di buatkan burger. Kamu darimana? Hah.. " Kata Bagas melihat Kartika bingung.


Sementara Randi tersenyum melihat Karena kebingungan, sangat gemas melihatnya. Bagas masih menangkap sinyal aneh di raut wajah Randi.


"Sherrin, dari pagi datang bersama Randi. " Ucap Bagas.


"Bunda.. " Panggil Bagus yang mengagetkan Kartika dan melihat Sherrin duduk disamping Randi.


"Bagus, kamu darimana? " Tanya Kartika memeluk Bagus.


"Beli burger dengan Sherrin. " Jawab Bagus lalu duduk disamping Kartika


"Memangnya beli dimana, burgernya? " Tanya Kartika yang menuangkan nasi dan lauk pada piring Bagus.


"Bukan beli, tante. Tapi tadi dibelakang buat sendiri, Bagus yang buat. " Kata Sherrin tersenyum.


"Oia, hebat kamu. " Ucap Kartika mencium pucuk kepala Bagus.


"Nanti kita buat burger lagi ya, Sherrin. " Kata Bagus tersenyum lalu Sherrin menampilkan jarinya berbentuk juruf O.


"Sherrin mau makan pakai lauk apa? " Tanya Kartika yang memandang Sherrin. Mata Kartika bertemu dengan Randi dan seketika Randi pun tersenyum.


Randi sangat senang putrinya diperlakukan dengan baik oleh istri Bagas. Randi merasa seperti memiliki seorang ibu bagi Sherrin.


"Terimakasih, tante. " Ucap Sherrin yang menampilkan jejeran giginya.


"Bunda, Bagus mu itu. " Kata Bagus yang menunjuk ke arah kerang pedas asam manis.


"No, Bagus. Kamu kalau makan itu alergi. " Kata Kartika.


"Iya, Nak. Jangan ayah gak mau seperti bulan kemarin kamu seperti orang mau mati. " Kata Bagas yang bulan lalu Bagus alergi kerang yang banyak mengeluarkan bintik-bintik merah sehingga harus di rawat.


"Memangnya Bagus alergi, Gas? " Tanya Randi.


"Iya sebulan lalu dia bawa kerumah sakit, karena alergi kerang. " Ujar Bagas yang memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Bunda.. " Rengek Bagas.


"No, bunda gak mau ya ada drama lagi. " Ujar Kartika dengan tegas. Randi tersenyum melihat Kartika marah seakan gemas dengan kemarahan Kartika. Jika saja Kartika adalah istrinya mungkin sudah Randi bungkam bibirnya yang tak henti mengoceh.


"Stop, Randi, dia bukan istrimu. Ingat dia istri sahabatmu. " Gumam Randi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa lo? " Tanya Bagas yang melihat Randi menggelengkan kepala.


"Ah.. Tidak, ini Sherrin ingin tambah makannya. " Ujarnya.


"Sherrin, mau nambah makannya? " Tanya Bagas yang membuat Sherrin bingung kalau dirinya tidak merasa ingin nambah makannya.


Sementara Bagus masih merajuk meminta makan kerang pedas asam manis. Kartika masih berdebat dengan Bagus. Bagas hanya bisa diam melihat perdebatan bunda dan anaknya.


"Ayah..." Rengek Bagus pada ayahnya yang menarik lengannya dengan manja.


"Kamu tidak malu dengan, Sherrin? " Tanya Bagas terkekeh melihat kelakuan anaknya.


"Sherrin juga pernah meminta sesuatu pada papi tapi papi tidak mau memberikannya. " Ujar Sherrin yang menatap Randi.


"Memangnya Sherrin minta apa sama papi? " Tanya Kartini memandang Sherrin dengan senyuman yang lembut dan membuat Randi semakin tak karuan rasa hatinya.


"Sherrin minta mami seperti bundanya Bagus. " Ujar Sherrin.


"Puuffhhh." Randi menyemburkan makanannya.


kaget mendengar Sherrin berbicara seperti itu.


Kartika diam menundukkan kepalanya begitu juga Bagas yang menatap Kartika yang menundukkan kepalanya.


"Memangnya Sherrin ingin punya mami seperti bundanya Bagus? " Tanya Bagas yang memeluk Bagus yang duduk di pangkuannya.


"Kata papi bundanya Bagus itu cantik, baik lagi. Jadi papi ingin mencari mami seperti bundanya Bagus.


" Maksudnya Sherrin dia ingin ibunya kelak seperti istri lo, Gas. Jangan salah paham. " Kata Randi yang salah tingkah dengan kelakuan Sherrin.


"Aku kebelakang sebentar, mas. " Ucap Kartika yang tak ingin Bagas salah paham. Padahal Kartika merasa risih dengan Randi yang terus menatapnya.


"Bunda.. " Bagus kembali merengek dan merajuk mengikuti Kartika sampai kedapur.


Bagas masih diam memainkan sendok di depannya. Sementara Randi bingung harus bagaimana, dia takut sahabatnya salah paham.


"Sherrin, kita pulang yuk. " Ajak Randi pada Sherrin.


"Sudah mau pulang? " Tanya Bagas.


"Iya, kebetulan gue mau kerumah nyokap. Sudah lama gue gak main kerumah nyokap. " Kata Randi.


Randi dan Sherrin pamit pada Bagas, dan mereka berjalan sambil berbicara rencana besok mengontrol pabrik milik Randi yang akan dibuka lagi. Kartika yang melihat mobil Randi yang sudah menjauh, lalu dia menghampiri aku suaminya.


"Mas, Bagus masih merajuk. " Kata Kartika. Bagas hanya diam berlalu melewati Kartika dan Kartika hanya bencong melihat suaminya mengacuhkan dirinya.


*Terimakasih untuk para reader yang selalu memberi semangat, saran dan juga kritiknya, Semoga bisa lebih baik lagi.

__ADS_1


*Silahkan like, komentar, hadiah dan vote nya.


*Salam hangat author 'ByYou'


__ADS_2