Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Merajuk


__ADS_3

Siang ini, Kartika hendak pergi ke kantor Bagas membawakan makan siang untuk suaminya. Sebelum ke kantor Kartika menjemput Bagus anaknya.


"Bunda, kita ke kantor ayah? " Tanya Bagus yang sudah duduk dikursi samping Kartika.


"Iya, Sayang. Kita makan siang bersama di kantor ayah. " Jawab Kartika.


"Ayah, masih marah ya sama bunda? " Tanya Bagus lagi.


"Tidak, Sayang. Makanya bunda ingin makan siang di kantor ayah. " Kata Kartika.


Dalam perjalanan, Kartika berharap Bagas tidak lagi marah pada dirinya. Kartika sengaja membawa Bagus agar suaminya tidak lagi marah padanya. Bagas memang terlalu posesif dan pencemburu, dia berlebihan dalam hal kecemburuannya.


Tak berapa lama mobil Kartika telah sampai di parkiran kantor Bagas. Kartika dan Bagian turun dan di sambut oleh satpam dan beberapa karyawan di lobby kantor Bagas.


Kartika melangkahkan kakinya masuk ke lift dan menuju lantai tempat suaminya berada. Setelah sampai, Kartika melihat Bagas dan Wina akan pergi meninggalkan kantor.


"Ayah.. " Panggil Bagus yang berlari menghambur kepelukan Bagas.


"Loh, Bagus dengan siapa datang ke kantor? " Tanya Bagas memeluk Bagus.


"Dengan, Bunda. " Jawab Bagus menunjuk ke arah Kartika yang tersenyum.


"Hai, Mas. " Sapa Kartika yang telah sampai di depan ruangan Bagas.


"Ada apa? " Tanya Bagai dengan dingin dan tak menatap Kartika.


"Aku mau mengajak makan siang, tadi pagi mas tidak sempat sarapan. Dan aku ingin makan siang bersama denganmu dan Bagus. " Kata Kartika yang mencoba mengalah dari egonya sendiri.


"Aku ada meeting dengan klien, tunggulah di dalam aku akan meeting sebentar di ruangan Hary. " Kata Bagas.


"Sayang, tunggu di dalam ya. Ayah akan meeting sebentar, oke. " Kata Bagas mengusap pucuk kepala Bagus.


"Baik, Ayah. " Jawab Bagus.


Bagas dan Wina melangkah menuju ruangan Hary yang akan melakukan meeting hari ini. Kartika juga Bagus masuk untuk menunggu Bagas, Kartika tersenyum misinya untuk mengajak suaminya makan siang berhasil.


"Bunda, Ayah sudah tidak marah sama Bunda. " Ujar Bagus.


"Iya, Sayang. " Jawab Kartika yang menata makanan di meja.


"Bunda, Bagus ingin cepat besar agar bisa menerus perusahaan Ayah. " Kata Bagus yang melihat bangunan di sekitar kantor Bagas lewat jendela.


"Bagus sekolah yang rajin, dan makan yang banyak. " Kata Kartika tersenyum melihat Bagus sangat mirip dengan Bagus.


"Bagus juga ingin membuat sebuah robot yang canggih agar perusahaan Ayah berkembang. " Kata Bagus.


"Bagus anak pintar, Bunda bangga sama Bagus. " Ucap Kartika yang mengulas senyum pada Bagus.

__ADS_1


Kemudian setelah hampir satu jam Bagus dan Kartika menunggu Bagas meeting, Bagus tertidur di sofa dan Bagas telah selesai meeting dia masuk kedalam melihat istrinya sedang menunggunya.


"Sudah selesai meetingnya, Mas? " Tanya Kartika.


"Sudah, Bagus tidur. " Kata Bagas yang duduk di sofa sambil melonggarkan dasinya.


"Mas, aku minta maaf. " Kata Kartika yang langsung naik dipangkuan suaminya.


Bagas menatap lekat wajah istrinya dan tangannya langsung memeluk pinggang Kartika. Kartika tersenyum sambil mengalungkan tangannya ke leher Bagas.


"Mas, Kartika minta maaf. Lagian aku sudah tidak ada rasa sama kak Dewa, aku hanya sekedar menyapa dia dan aku hanya mencintaimu Bagas Wirayudha. " Kata Kartika yang terus menatap dua bola mata Bagas.


"Hari ini masak apa? " Tanya Bagas yang mengalihkan pandangannya ke meja yang banyak tersusun rapi makanan.


"Mas, udah gak marah sama Kartika? " Tanya Kartika.


"Iya, jangan di ulangi lagi ya. " Kata Bagas mengusap wajah Kartika dan tersenyum.


"Makasih, Mas. " Kata Kartika yang memeluk lalu mencium bibir Bagas sekilas.


"Jangan menggodaku, Sayang. Ada Bagus disini, kenapa kamu mengajak Bagus? " Tanya Bagas menaikan alisnya.


"Itu supaya mas tidak marah sama aku. Jadi aku ajak Bagus makan siang. " Jawab Kartika menampilkan giginya.


"Ya sudah, Mas. Lapar nih. " Kata Bagas kemudian Kartika turun dari pangkuan Bagas dan menyiapkan makanan untuk suaminya.


Setelah selesai makan, Kartika mengajak Bagus pulang dari kantor ayahnya. Kartika sudah merasa lega karena Bagas sudah memaafkannya. Bagus berjalan di samping Kartika yang masih mengulas senyuman.


"Bunda lagi senang aja. " Jawab Kartika singkat.


"Bunda sama Ayah sudah baikkan, ya? " Tanya Bagus lagi dengan nada yang meledek.


"Iya, Sayang. Bunda sudah baikkan sama Ayah. " Jawab Kartika mengusap rambut Bagus.


"Cieee... Bunda sama Ayah pasti nanti malam pacaran kaya kak Gayatri sama om Dewa yang pacaran. " Kata Bagus tersenyum menatap wajah Kartika.


"Kamu tau kak Gayatri sama om Dewa? " Tanya Kartika yang membukakan pintu mobil untuk anaknya.


"Tau, Bunda. " Jawab Bagus.


"Dimana? " Tanya Kartika kembali.


"Dirumah, kemarin Bagus melihat kak Gayatri duduk berdua dengan om Dewa.


" Terus Bagus melihat apa lagi? " Kartika masih mengecar pertanyaan pada Bagus.


"Tidak, Bunda. Bagus hanya mendengar om Dewa bilang aku mencintaimu Gayatri. " Kata Bagus.

__ADS_1


"Gayatri dan Dewa sudah mengotori pikiran Bagus. " Gumam Kartika yang tak terdengar Bagus.


Setelah sampai di rumah, Kartika melihat Gayatri sedang membereskan rumah dan membereskan tanaman di halaman rumah Kartika. Kartika yang datang langsung menarik tangan Gayatri untuk menjauh dan bicara padanya.


"Gay, kamu sama Dewa ngapain aja kemarin malam? " Tanya Kartika yang menginterogasi Gayatri.


"Maksud kakak, apa? " Gayatri yang bertanya balik tak mengerti.


"Bagus melihat kalian berdua kemarin malam, jadi kalian melakukan apa? " Tanya Kartika.


"Aku sama mas Dewa tidak melakukan apapun, dan aku tidak tahu jika Bagus mengintip kami berdua. " Kata Gayatri.


"Lain kali kamu hati-hati jika Dewa kerumah menemuimu. " Kata Kartika.


"Kak Bagas masih marah, Kak? " Tanya Gayatri melihat Kartika duduk sambil menarik nafas.


"Sudah tidak marah, hanya dia selalu cemburu dengan Dewa. " Kata Kartika.


"Kalau begitu jika mas Dewa kesini aku akan mengajaknya keluar. Lagian sebentar lagi aku akan menikah. " Kata Gayatri.


"Hah.. Kapan? " Tanya Kartika menatap bingar wajah Gayatri.


"Bulan depan, Kak. Datang ya, aku dan mas Dewa juga keluarga sudah sepakat untuk segera melangsungkan pernikahan bulan depan. " Kata Gayatri.


"Selamat ya, Gay. Semoga kak Dewa terakhir buat kamu. " Kata Kartika yang memeluk Gayatri.


"Ada apa, ini? " Suara bariton muncul dari belakang Kartika dan Gayatri yang sedang berpelukan.


"Mas Bagas. " Kata Kartika yang kaget melihat suaminya sudah datang.


"Siapa yang akan menikah? " Tanya Bagas.


"Gayatri, Mas. " Jawab Kartika ragu.


"Dengan Dewa? " Bagas kembali bertanya.


"Iya, Kak. Jadi nanti kak Bagas jangan cemburu sama calon suami Gayatri.


" Siapa yang cemburu? " Tanya Bagas yang berpura-pura cuek.


"Kakak, yang cemburu dengan Dewa. " Jawab Gayatri.


"Aku tidak cemburu, maaf tak ada rumus cemburu di diri Bagas Wirayudha. Karena aku sangat mencintai istriku. " Kata Bagas yang menarik pinggang Kartika.


"Tidak cemburu tapi ngediamin istri. " Ledek Gayatri yang melewati Bagas yang langsung berlari takut Bagas marah.


*Maafkan author ya masih up 1 bab..

__ADS_1


*Silahkan like, komentar dan votenya...


*Salam 'ByYou'


__ADS_2