Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
EXTRA PART 6 " Menahan Rindu itu Berat"


__ADS_3

Sherin masih memandangi foto Bagus sambil tengkurap dan menangkup kedua tangannya. Dia sungguh rindu pada Bagus yang baru satu minggu pergi jauh ke negeri Paman Sam. Sherin yang tak henti-hentinya menatap foto Bagus yang tersenyum dengan sangat tampan.


"Ah, benar kata Dilan menahan rindu itu berat," gumam Sherin.


"Kamu gak rindukah dengan aku?" tanya Sherin yang mengusap foto Bagus.


Tak lama kemudian, ponsel Sherin berbunyi dan disitu tertera nama Bagus. Dengan hati yang ceria dan senyum yang lebar Sherin langsung menekan tombol hijau untuk mengangkatnya.


"*Hallo," sapa Sherin dengan jantung yang berdegup dan berdetak dengan kencang.


"Hai, apa kabar?" tanya Bagus di ujung sana.


"Baik, kamu bagaimana kabarmu?" tanya Sherin balik.


"Aku baik dan sangat merindukanmu, Sherin," jawab Bagus dan membuat Sherin tak tahan dengan detakan jantungnya.


"K-Kamu merindukan aku?" tanya Sherin dengan pipi yang merona merah.


"Sangat merindukanmu, sepertinya aku tak sanggup jika jauh darimu," jawab Bagus. Sherin semakin melayang dengan kata-kata yang Bagus ucapkan, seolah ada ribuan kupu-kupu yang terbang di hatinya.


"Kamu tidak rindu dengan aku?" tanya Bagus.


"A-Aku juga rindu denganmu, Gus," jawab Sherin yang tampak malu-malu. Sherin menutupi wajahnya dengan bantal dan tersenyum melihat foto Bagus dan dirinya sewaktu masih sekolah dasar.


" Kamu mau menunggu aku?" tanya Bagus lagi.


"Menunggu kamu? Untuk apa?" tanya Sherin yang tak paham.


"Menunggu sampai aku pulang lalu aku akan menikahimu," jawab Bagus.


"K-Kamu akan menikahi aku?" tanya Sherin yang tak percaya dan menutup mulutnya.


"Iya dan aku tak main-main, kamu ingat waktu kecil aku pernah mengatakan bahwa kelak aku dewasa aku akan menikah denganmu," ujar Bagus.


"Iya, aku tahu. Kamu mengatakan pada ayah dan bundamu juga ayah dan ibuku, dan aku akan menunggumu Bagus Pratama Wirayudha," kata Sherin tersenyum.


"Baiklah, ini sudah malam dan aku akan istirahat karena besok akan diadakan perlombaan final. Do'akan aku menang dan bisa langsung di kontrak perusahaan besar lalu sukses dan menikahi kamu," ujar Bagus dan kemudian diaamiini oleh Sherin.

__ADS_1


Setelah Bagus menelepon Sherin kembali semangat dan dia pun keluar kamarnya. Freya dan Randi merasa heran melihat anak sulungnya tersenyum sendiri.


"Kakak, kenapa?" tanya Sheila adik bungsu Sherin dari Freya dan Randi.


"Ada deh, anak kecil gak boleh tau," jawab Sherin mengambil makanan di depannya.


"Sayang, ada apa?" tanya Freya yang melirik ke arah Sherin.


"Ah, tidak ada apa-apa bunda," jawab Sherin tersenyum.


"Pasti tentang Bagus ya, ayah tau kamu jatuh cinta sama Bagus kan?" tanya Randi yang menggoda Sherin.


"Ayah, aku malu jadinya," jawab Sherin.


"Serius? Kakak suka dengan kak Bagus?" tanya Sheila.


"Apaan kamu dek, anak kecil kepo banget," jawab Sherin.


"Yeeey, aku kan cuma tanya. Biasa aja dong kak, gak usah ngegas," ujar Sheila.


"Sudah-sudah, kalian ini sudah besar masih saja berantem," ujar Freya.


Sheila menjulurkan lidahnya pada Sherin, begitu juga Sherin yang tak mau kalah. Freya sebagai seorang ibu yang sudah membesarkan Sherin dengan kasih sayang walaupun Sherin bukan terlahir dari rahimnya, tapi kasih sayang Freya sama pada kedua putrinya.


Sementara di negeri Paman Sam yang jauh disana, Bagus yang masih sibuk merakit sebuah robot untuk kategori robot asisten rumah tangga yang dia desain seorang perempuan yang cantik. Bagus terdiam berdiri sambil memegang dagunya, dia sedang berpikir apa yang kurang dengan robot yang dia buat.


"Hai," sapa seorang gadis cantik yang masih keturunan Indonesia asli datang menghampiri Bagus.


Bagus hanya diam dan tak membalas sapaan gadis tersebut, Bagus hanya melirik kearahnya dan tersenyum dingin padanya. Gadis itu tampak kesal dengan tingkah Bagus.


"Gus, dari tadi aku lihat kamu masih diam pandangi terus robotnya," kata Gaira nama gadis yang usianya sama dengan Bagus.


"Tidak ada," jawab Bagus dengan datar.


"Nanti malam kita clubing yuk?" ajak Gaira yang memeluk pinggang Bagus. Bagus langsung melepaskan tangan Gaira.


"Maaf malam adalah jadwal aku bersama calon istriku," jawab Bagus.

__ADS_1


"Calon istri? Memangnya kamu sudah memiliki calon istri?" tanya Gaira yang sedikit cemburu.


"Aku sudah memiliki calon istri di Indonesia, jadi aku mohon maaf jangan terlalu berharap lebih padaku," ujar Bagus yang langsung pergi meninggalkan Gaira dengan membawa robotnya.


"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, Bagus," kata Gaira dengan kesal.


Gaira kemudian mengikuti Bagus menuju area perlombaan dan duduk di bangku penonton paling depan, Gaira Hanaya gadis cantik Putri dari seorang diplomat Indonesia untuk negeri Paman Sam. Dirinya sudah sejak kecil tinggal di negara adidaya itu, pertemuan pertamanya dengan Bagus membuatnya jatuh cinta dan tak pernah Gaira jatuh cinta pada seseorang seperti dirinya jatuh cinta pada Bagus.


Gaira seorang player, setiap dia berpacaran dia pasti tak pernah tidak untuk melakukan hubungan **** di luar nikah. Mungkin karena pergaulan dan dirinya hidup di negara bebas. Bagus sedang khawatir berharap semoga dia bisa lolos dan menang, sehingga dia bisa masuk kedalam team perusahaan besar yang terkenal di seluruh negeri tersebut.


Dalam diamnya, dia merindukan Sherin. Wajah Sherin muncul dengan senyum yang sangat Bagus sukai, Sherin adalah semangat Bagus untuk bertahan di negera itu.


"Sherin, tunggu aku pasti akan pulang. Sungguh menahan rindu itu sangat berat," batin Bagus sambil menatap hasil karyanya yang sedang dinilai oleh juri.


Akhirnya Bagus memenangkan lomba dan dia bisa di kontrak selama dua tahun oleh sebuah perusahaan besar yang selalu dia impikan sejak dahulu. Betapa senang hati Bagus dan tak sabar dia ingin memberitahu kepada ayah dan bundanya terutama pada Sherin wanita yang sangat dia cintai sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.


"Bunda, bangga sekali pada mu sayang," kata Kartika yang terhubung lewat sebuah video call.


"Semua berkat do"a bunda yang membuat Bagus bisa memenangkan lomba ini. Terimakasih ya, bunda," ucap Bagus tersenyum.


"Ayah, juga bangga padamu. Semoga kamu sukses di sana dan segera pulang jika sudah selesai," kata Bagas.


"Of course, Ayah. Bagus kan akan melamar Sherin menjadi istri Bagus, ayah dan bunda setuju kan?" tanya Bagus.


"Ayah dan bunda setuju jika itu Sherin, bukannya kalian sejak kecil sudah bersama dan saling menyukai," ujar Kartika tersenyum dan Bagas pun tersenyum mendengar kabar baik dari putranya.


"Terimakasih ayah bunda sudah merestui Bagus dan Sherin, do'akan Bagus lancar dan selalu diberikan kemudahan," kata Bagus.


"Pasti, Sayang. Ayah dan bunda disini selalu mendo'akan Bagus semoga sukses, lancar, dan selalu diberi kemudahan," kata Kartika.


*****


Hai... Reader maaf lama up author...di extra part ini kisah Bagus dan Sherin ya...


sambil menunggu Author up lagi mampir yuk di karya kakak author yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2