
"Bunda, masih sakit ya?" tanya Bagus memegang tangan Kartika.
"Tidak, sayang. Bagus, bisa bantu bunda bangun," kata Kartika.
"Bunda, mau kemana?" tanya Bagus.
"Bunda hanya ingin duduk saja," jawab Kartika yang memindahkan tangan kekar Bagas.
Kemudian Bagas terbangun dan melihat Kartika sudah menyandarkan kepalanya di tembok ranjang, begitu juga Bagus yang membantu Kartika.
"Sayang, kenapa kamu tidak membangunkan aku?" tanya Bagas.
"Aku lihat kamu begitu nyenyak, jadi aku tidak ingin mengganggu tidurmu. Kebetulan Bagus membangunkan aku,jadi aku minta tolong pada Bagus." kata Kartika tersenyum sambil mengelus pipi Bagas.
"Tenang ayah, Bagus bisa jaga bunda dan adek bayi," ujar Bagus yang memeluk perut Kartika.
"Anak ayah sudah besar," jawab Bagas yang turun dari ranjang dan mengusap kepala anaknya.
"Mas, aku ingin pulang," kata Kartika.
"Iya, Yah. Bagus juga ingin pulang, ingin main dengan Dennis." ujar Bagus.
"Baiklah, kita pulang kerumah ayah juga mau manja-manjaan sama bunda," kata Bagas yang mengedipkan matanya pada Kartika.
"Cieeee... Ayah sama bunda mau pacaran," ledek Bagus.
"Mas, apaan sih. Malu ada Bagus juga ngomongnya begitu," ujar Kartika yang menundukkan kepalanya.
"Bagus sudah tahu kalau ayah bundanya saling mencintai. Iya kan, Bagus," kata Bagas dan Bagus tersenyum dan mengangguk.
"Sudah, kita beres-beres yuk. Kita kan mau pulang," kata Kartika.
"Bunda, Bagus bantu ya," ujar Bagus.
Kartika membereskan bajunya dan Bagus membantu sang bunda, Bagas tersenyum melihat Bagus dan Kartika yang ingin kehilangan mereka. Bagi Bagas mereka adalah masa depan dan hidupnya, Bagas sangat bahagia dia bisa berteman dengan Kartika dan memiliki anak yang genius seperti Bagus..
"Bun, besok Bagus akan ada lomba sains,"kata Bagus.
" Anak bunda ikut lomba?"tanya Kartika.
"Ikut, Bunda. Tapi berkelompok lombanya, jadi nanti hadiahnya di bagi untuk kelompok," jawab Bagus.
"Sayang, lomba berkelompok atau sendiri tidak apa. Jangan sedih, jangan melihat sebuah lomba itu dengan hadiahnya, Sayang," kata Kartika.
__ADS_1
"Tapi Bagus harus mengajari teman-teman Bagus, Bunda," kata Bagus.
"Itu berarti mereka percaya Bagus hebat, dan mereka menganggap Bagus pintar," kata Bagas yang ikut membereskan baju Bagus.
"Betul, Sayang. Yang dikatakan ayah, kamu itu pintar jadi mereka percaya kamu bisa mengajari mereka agar mereka seperti kamu, Sayang," ujar Kartika mengusap kepala anaknya.
"Bagus, tidak merasa hebat atau pintar Bagus juga sama dengan mereka," ujar Bagus.
"Anak ayah memang hebat, kamu itu masa depan ayah dan bunda," kata Bagas.
"Bagus sayang sama ayah dan bunda," ucap Bagus memeluk Bagas dan Kartika. Kemudian mereka mencium kedua pipi Bagus bersamaan.
Sungguh lengkap kebahagiaan Bagas, mempunyai istri cantik dan anak yang pintar. Sebentar lagi akan lahir calon anak yang di dalam kandungan, betapa hidup Bagas sungguh dikatakan sempurna. Bisnis yang sukses, istri yang cantik, anak yang pintar dan apalagi yang Bagas inginkan semua sudah terwujud.
1 jam perjalanan pulang, kini mereka telah sampai di rumah. Bagus yang langsung berlari masuk kedalam kamarnya, dan mulai bermain dengan robot kesayangannya. Sementara Kartika dan Bagas menuntun istrinya masuk kedalam kamar agar istrinya istirahat.
"Sayang, kamu istirahat ya," kata Bagas mengecup kening Kartika.
"Mas, ingin kemana?" tanya Kartika.
"Aku hanya ingin ke ruang kerja, ada beberapa email yang harus aku periksa. It's oke, aku tinggal kamu sendiri dulu?" tanya Bagas.
"Ya, it's oke. Aku gak apa sendiri," jawab Kartika dengan menganggukkan kepalanya.
Kemudian Bagas pergi keruang kerjanya dan mengerjakan beberapa kerjaan yang baru dua hari sudah dia tinggalkan. Bagas memang selalu membawa pekerjaannya ke rumah, dan selalu pulang jam 3 atau jam 4 sore agar dia bisa menghabiskan banyak waktu bersama anak dan istrinya. Bagas yang dulu terkenal galak dan sangat perfect dalam hal pekerjaan, kini telah berbeda setelah menikah dengan Kartika. Kini Bagas menjadi bos yang selalu lembut dan memberikan waktu jika ada karyawan yang presentasi kurang memuaskan untuk memperbaikinya, jika dulu pasti akan marah dan langsung di pecat.
Kartika yang gelisah di kamar sendiri, kemudian dia bangun dan keluar menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk suaminya, bisa Sari mencoba membantu Kartika namun Kartika tidak ingin dibantu, dia memilih menyiapkan makan siang sendiri untuk suami dan anaknya dengan bahan seadanya di kulkas. Setelah selesai memasak untuk makan siang, Kartika langsung keruangan kerja Bagas membawa secangkir kopi dan cemilan yang di buat Kartika.
Tok.. Tok..
Kartika membuka pintu dan tersenyum melihat Bagas yang sibuk menatap laptop dan kertas-kertas yang padat. Kartika meletakkan nampan di meja lalu Kartika melangkahkan kakinya ke arah suaminya yang sedang sibuk menatap laptop dan tak menyadari jika istrinya duduk di hadapannya.
"Serius sekali, sampai mas tidak tahu kalau aku yang datang," kata Kartika, Bagas lalu meletakkan kertasnya dan melepas kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya.
"Sayang, kapan kamu masuk?" tanya Bagas yang sedari tadi tak merasakan kehadiran istrinya.
"Ck, mas terlalu sibuk jadi tak merasakan aku masuk. Itu aku buatkan kopi dan cemilan, dimakan dulu nanti dingin tidak enak," kata Kartika.
"Sini, Sayang," panggil Bagas yang menepuk pahanya agar Kartika duduk diatasnya. Kartika pun tak menolak, dia langsung berjalan ke arah Bagas dan duduk di pangkuannya.
Kemudian Bagas memeluk Kartika dan mencium aroma wangi tubuh istrinya yang sangat khas sejak dia menikah. Bagas menyibak rambut panjang istrinya lalu mencium lehernya dan meninggalkan jejak kepemilikan, Kartika kemudian m********h menahan sensasi suaminya m*******inya.
"Mas," panggil Kartika dengan lirih dan sensual membuat Bagas makin tak sanggup menahan hasrat.
__ADS_1
"Aku ingin, Sayang. Ingin sekali, sudah dua hari aku tidak menengok baby," kata Bagas yang mengelus perut Kartika. Kartika tersenyum lalu menuntun tangan Bagas untuk mengusap perutnya dan p*********a nya.
"Sudah kamu kunci pintunya, Sayang?"tanya Bagas yang tak sabar ingin segala menyatukan hatinya pada istrinya. Kartika lalu mengahadap Bagas dan mengalungkan kedua tangannya di leher Bagas.
Siang itu hawa ruang kerja Bagas menjadi panas, sepasang suami istri sedang menikmati indah dunia dan saling menikmati g******h dan hasrat yang menggebu. Bagas dengan lembut memperlakukan Kartika yang begitu menggoda, Bagas tak cukup satu kali dalam pergumulan. Berkali-kali Bagas dan Kartika menikmati indahnya dunia bersama, memberi kepuasan pada masing-masing dan membuat Bagas bahagia memiliki istri yang selalu mencukupi kebutuhannya diatas dan di bawah perut.
Hampir dua jam mereka melakukan pergumulan dan melewati makan siang, Bagas duduk bersandar di sofa dan Kartika menyandarkan kepalanya di paha Bagas. Kartika menengadah menatap wajah suaminya yang juga menatap wajah istrinya. Bagas tersenyum lalu merapikan rambut Kartika yang berantakan karena ulanhnya.
" Sudah pukul 2, kita bersih-bersih dan makan ya. Kasihan anak kita pasti lapar, "kata Bagas.
" Tapi aku belum lapar, aku masih ingin bermanja-manja denganmu,"ujar Kartika.
"Nanti malam kita lanjutkan," jawab Bagas menyeringai.
"Hmmm,, itu mah mau mas," ujar Kartika memukul dada bidang Bagas yang masih telanjang.
"Ya sudah pakai bajumu, mandi lalu makan. Disini ada masa depanku dan juga kamu," kata Bagas yang mengusap perut Kartika.
"Baik ayah," jawab Kartika yang bangun lalu memakai pakaian dan keluar menuju kamarnya untuk mandi.
"Ayah!" seru Bagus yang keluar dari kamar.
"Hai, jagoan. Kamu sudah makan, Sayang?" tanya Bagas yang mengusap rambut anaknya.
"Sudah, Ayah. Bagus tadi makan sama bi Sari, tadi kata bi Sari ayah sama bunda sedang tidur. Jadi Bagus makan sendiri," ujar Bagus.
"Baguskan sudah besar, jadi harus makan sendiri dan sebentar lagi akan jadi kakak. Bagus harus sudah harus bisa mandiri," kata Bagas.
"Oke, Ayah." Bagus dengan membentuk jarinya menjadi huruf O.
****
Hai... Readers maaf ya author baru Up,
banyak kerja deadline yang harus segera selesai karena ini adalah akhir tahun jadi banyak laporan.
Maaf juga bab ini agak pendek ya readers,, InsyaAlloh author akan membuat bab yang panjang untuk kalian yang sudah membaca dan menyukai karya author kacangan ini..
Terimakasih masih setia dan masih membaca karya Anak Genius "Aku anakmu Ayah"
Silahkan like, komentar dan Hadiah juga votenya ya readers...
Love seladang ❤❤❤❤
__ADS_1
Salam ByYou