
Jam 07.00
Di kediaman keluarga Park Byoungkwan adalah pemilik bisnis terkenal di kota metropolitan 1, dan memiliki istri yang sangat cantik. Mereka menikah karena atas keinginan kedua orang tua nereka, dan itu di sebabkan karena keadaan bisnis Park Byoungkwan sedang krisis. Lalu mereka melakukan pengambilan saham di kantor Choi soo eun, menggabungkan ke dua perusaan mereka sehingga berkembang sampai saat ini dan bahkan menjadi perusaah terbesar sekota metropolitan 1. Karena perusahaan sudah memiliki berapa cabang yaitu di metropolitan 2 dan 3, setelah itu Park Byoungkwan menikahi Choi soo eun karena keinginan kedua orang tua. Tak lama kemudian mereka di karuniai seorang anak perempuan yang begitu cantik seperti ibuku, tapi sangat di sayangkan anak itu tidak pernah di akui oleh ayahnya sendiri. Karena ayahnya menginginkan anak laki-laki tapi keinginannya tidak terkabul justru malah memiliki anak perempuan. Dan bahkan ayah selalu marah-marah dan menganggap apa yang dia lakukan selalu salah, bahkan ayahnya tidak pernah mengantar dia untuk sekolah atapun menjemputnya. Hanya bundanya yang selalu menemani kemanapun dia pergi, dan selalu menyayanginya melebihi apapun, beda dengan ayah kerjaannya selalu mencampakkan anak semata wayangnya itu tanpa alasan.
"Pagi bun!" ujarnya dari belakang yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
"Pagi anak bunda yang paling cantik!" saut bunda sambil mencium keningnya dan memeluknya.
"Ayah mana bun?"
"Ayahmu masih tidur." Jawab bunda sambil memalingkan wajahnya dari pandangannya.
"Ayah belum pulang ya? Udahlah bun aku ke kampus dulu!" dia berusaha untuk menahan air mata di depan bundanya yang masih menundukkan kepalanya.
"Lalu sarapannya?"
"Aku makan di kampus aja bun!" tanpa memeluk bundanya langsung pergi dari hadapannya. Dia heran kenapa bundanya betah dengan kelakuan ayah terhadapnya ataupun kepada anah kandungnya yang selalu di bentak oleh ayahnya. Tiba-tiba ponselnya berdering saat aku lihat ternyata ada pesan dari teman-teman grup kelinci manis karena belum menyalakan mesin mobil jadi dia melihat pesan dari mereka.
Leyna : Hay guys hari ini pada kuliah kan?
Zilfa : Iya dong kuliah biar ketemu sama pacar!
Venda : Kalau enggak kuliah akan dapat omelan dari mama sama papa.
Reyna : Guys nanti aku mau curhat.
Setelah itu aku langsung mematikan ponsel dan menyalakan mobil, sebelum mobil keluar dari garasi tiba-tiba ada mobil yang datang ternyata mobil ayah. Sudah dia duga kalau dia enggak pulang tapi kenapa bundanya harus berbohong terhadapnya. Karena moodnya kurang bagus jadi dia tidak pamit dan langsung berangkat, dia tidak mau berdebat pagi-pagi dengah sang ayah.
%Kampus Universal Multi Art
Ternyata di kampus teman-temannya sudah datang dan menghampiri Reyna.
"Kenapa muka cemberut gitu?" Tanya Leyna sambil melihat wajahya yang cemberut.
"Berantem lagi?" Tanya Zilfa sambil merangkul Reyna.
"Bete kalau dirumah, punya ayah tapi kayak enggak punya!"
"Sabar Rey, yang paling penting besok lusa kamu ikut kan?"
"Pastinya!"gumam Reyna sambil mengepal tangannya dengan semangat yang membara.
"Rey, jangan lupa kamu harus bawa mobil sendiri!"
"Ok siap!" jawab mereka sambil maninggalkan parkiran untuk mengikuti kelas.
"Rey nanti siang kita ke mall yuk!"
"Aku setuju, lagi pulakan besok kita sudah enggak bisa buat jalan-jalan kita akan terlalu sibuk dengan ke giatan kita disana nantinya." Mereka mengajak Reyna untuk jalan-jalan sebelum mereka melakukan tugas.
__ADS_1
"Baiklah aku setuju!"
"Jadi kita fiks ni ya kita ke mall nanti?"
"Iya!" setelah itu mereka tertawa lepas karena mereka akan menghabiskan uang lagi sebelum melakukan kegiatan. Tak lama kemudian dosen datang dan memberi formulir yang kosong agar di isi oleh anak-anak untuk kegiatan yang akan di laksanakan mulai besok.
"Sebelum kalaian melakukan tugas, kalaian harus nengisi formulis yang wajib di isi oleh setiap anggita yang akan ikut kegiatan!" lalu semua mahasiswa mengambil formulir dan mengisinya.
"Rey, aku jadi enggak sabar untuk segera pergi!"
"Emangnya kamu kesana enggak sabar mau liat apa????" Reyna terkekeh dengan perkataannya sendiri.
"Cowok aku kan orang sana jadi aku enggak sabar untuk melepas rindu!!!"
"Jadi karena itu kamu ikut????" tanya Reyna sambil menahan tawa.
"Au ah!! sebel di godain mulu!!!"
"Jangan marah ya cantik!!!" ujar Zilfa sambil memainkan alisnya keatas bawah, sambil melihat kearah Leyna.
"Baiklah jika itu mau kalian!!!" dengan pipinya yang memerah membuat teman-temannya tertawa lepas karena ulahnya.
"Hahahahahaha!!!!"
"Apa yang kalian tertawakan??" tanya dosen karena kami tertawa begitu keras sehingga membuat yang lain juga terkejut karena ulah kami.
"Tidak ada pak, ini temen kami sedang menghayal pak!!!!"
"Udah kita selesaikan formulir ini, jangan sampek kena marah lagi!" ujar Reyna sambil mengisi formulir.
"Kita kekantin yuk!" ajak Leyna.
"Iya, kebetulan aku juga laper!!!!" jawab Zilfa sambil melirik ke arah Reyna.
"Ya udah kita kekantin tapi siapa yang akan traktir?" merekapun terdiam saat Reyna bertanya siapa yang akan mentraktirnya saat ini.
"Jangan aku!!" Ujar Leyna.
"Aku juga, jangan sekarang." Jawab Zilfa dengan senyum manis melihat kearah Reyna dan Venda.
"Hhhmmm, yaudah aku yang traktir!!!!!!!" Venda menghela nafas dengan sikap teman-temannya.
"Horeeeee, Venda makin cantik aja deh!!!" Jawab Leyna sambil mencubit pipinya Venda.
"Leyna sakit, emangnya aku boneka apa???"
"Udah kita berangkat yuk!!!" merekapun berangkat kekantin sambil menebar tawa selama di perjalanan menuju kekantin.
#Kantin
__ADS_1
"Bibi pesen nasi goreng ayam pedas level 30 satu, mie ayam dua, Bakso ayam satu. Minumannya ice lemon!!!" Venda memesan makanan faforit kami yang ada di kantin kampus. Nasi goreng ayam pedas level 30 makanan faforitnya Reyna, mie ayam makanan kesukaannya Leyna sama dengan Venda, sedangkan Zilfa makanan faforitnya adalah bakso ayam.
"Ini non pesanannya!!!"
"Makasih ya bibi!!!" penjaga kantin hanya tersenyum dengan ucapan Reyna karena tak semua mahasiswa ataupun mahasiswi yang mengucapkan terima kasih.
"Emmm, enak. Coba aja Woojin ada di sini, aku merindukan saat makan bersamanya!!!" Leyna sedih karena tidak bisa bertemu dengan Woojin, Wojin itu bisa dibilang pria idaman. Karena dia begitu perhatian terhadap Leyna meskipun mereka sekarang harus berhubungan jarak jauh tapi cinta mereka tak pernah luntur. Justru mereka makin romantis apalagi saat Woojin gombal terhadap Leyna agar Leyna tak merasa bosan karena Woojin tak bersamanya.
"Sabar ya Ley besok kamu kan bisa ketemu sama dia lagi!!!"
"Iya, tapi???" Seperti biasanya Leyna masih ragu akan perasaannya terhadap Woojin yang sudah hampir satu tahun menjalani hubungan jarak jauh.
"Ley, jangan berfikir seperti itu tentang hungungan kalian aku enggak suka. Mau aku batalin kegiatan itu?"
"Jangan dong, iya maaf aku enggak akan berfikir kesana lagi tapi kamu jangan membatalkan itu ya??" Reyna menahan tawa melihat sikap Leyna yang begitu ketakutan kalau Renya batalkan untuk ikut.
"Janji???"
"Iya aku janji!!!"
"Hay cantik!!!" saat mereka asik bicara tiba-tiba cowok yang terkenal playboysnya datang menghampiri Reyna dan teman-temannya.
"Kamu mau apa???" tanya Reyna karena dia tahu maksud kedatangannya itu.
"Jangan gitu dong cantik, biasa aja!!!"
"Mark mau kamu itu apa? Aku enggak suka kamu ngeganggu aku lagi. Lagipula aku udah enggak ada perasaan lagi sama kamu!!!" Mark terkenal dengan kata playboys, begitu juga dengan Haechan, dan Chenle. Mereka memang tampan tapi sayang mereka suka gonta ganti cewek, dan cowok seperti itu bukan seleranya Reyna.
"Aku tahu itu kok cantik tapi maksud kedatanganku kesini karena ini!!!" memberikan sebuah amplop yang membuat Reyna dan temannya ingin segera membuka amplop itu.
"Apa ini?"
"Ini adalah surat penentuan kelompok untuk besok!!!!" merekapun segera membuka amplop implop tersebut, dan ternyata?
"Apa? Kenapa satu kelompok sama mereka?" jawab mereka dengan serentak.
"Mohon kerja samanya ya besok!!!"
"Hay Mark!!" tiba-tiba datang seorang gadis dengan menatap Reyna dengan tatapan sinisnya.
"Kenapa ada nenek lampir disini??" Bisik Zilfa ke telinga Reyna.
"Hay Rey!!!"
"Hay Kayra!!!" Kayra adalah musuh terbesarnya Reyna, dan Kayra memiliki dua orang teman yang bernama Levina dan Nadira. Mereka bertiga selalu membut masalah di mana-mana, bahkan mereka sering menghina Reyna dengan perkataan yang kotor.
"Selera makanku jadi hilang Rey kita pergi aja yuk dari sini???" mereka tanpa banyak bicara langsung pergi meninggalkan Mark dan Kayra the geng.
"Aku kesel kenapa selalu ada nenek lampir itu dimana-mana!!!" Venda sangat kesal dengan kedatangannya Kayra secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Udah jangan marah sebaiknya kita ke mall aja gimana???" Reyna berusaha mengembalikan keceriaan mereka.
"Kul!!!!!!" tanpa berfikir panjang mereka langsung pergi ke mall untuk melepas penat mereka dan membuang masalah-masalah yang sudah terjadi.