Aku Bahagia Saat Bersamamu

Aku Bahagia Saat Bersamamu
Restu orang tua


__ADS_3

Masih di rumah Reyna


Jaemin sangat gugup di tinggal sendirian di ruang tamu, Jaemin melihat seluruh isi ruangan yang ada di ruang tamu. Disana banyak foto Reyna bersama keluarganya, Reyna bukan cuman baik tapi dia juga terlihat cantik dan anggun yang ada dalan foto itu.


"Jaemin kenalin ini papa sama mama aku!!" Jaemin langsung berdiri melihat Reyna datang dengan kedua orang tuanya.


"Hallo om tante!!" Jaemin langsung menghampiri papa dan mama Reyna dan mencium tangan mereka.


"Hallo silahkan duduk." Papanya Reyna menyuruh Jaemin duduk, Jaemin melihat ke arah Reyna yang terlihat sangat bahagia karena bertemu dengan keluarganya.


"Om, maksud kedatangan saya kesini ingin memberitahukan kalau saya sudah menikahi putri om!!" papa dan mama Reyna terkejut bukan main karena mendengar kata nikah.


"Bagaimana kalian bisa nikah??"


"Jadi begini certanya om, pada saat ada perkemahan academy di hutan Bintara aku tidak sengaja melihat darah di sekitar semak-semar, lalu aku memberanikan diri untuk melihatnya dan ternyata memang benar ada orang yang terluka.


Ketika aku membawanya ke posko keamanan seniorku mengancamku jika ingin melihat gadis itu selamat kamu harus menikahinya jika tidak nyawanya sebagai taruhannya.


Karena aku tidak ingin dia kenapa-kenapa jadi aku menikah dan meminta restu ketuaku, walau aku tahu tindakan yang aku lakukan salah. Tapi om tenang aja aku menikahi Reyna secara sah melalui proses secara hukum dan agama.


Dan kedatangan saya kesini ingin meminta restu dari om dan tante supaya hubungan kami lebih sah dalam kekeluargaan!!!" mama Reyna tersenyum melihat Jaemin berkata begitu tegas terhadap papanya Reyna.


"Apa kamu yakin dengan keputusanmu??"


"Tentu saja saya yakin dengan keputusan saya, untuk menjalin hubungan dengan putrimu!!" Tanpa ada rasa takut Jaemin mengatakan tanpa bata-bata, Jaemin terlihat tenang saat berbicara dengan papanya Reyna.


"Untuk saat ini keputusan ada di tangan Reyna, jika Reyna memang menginginkan mu maka aku akan merestui hungungan kalian!!"


"Beneran pah??" tanya Reyna sambil menghampiri papanya yang duduk di sebelah Jaemin.


"Iya sayang, apapun keputussn kamu papa akan setuju!!!"


"Makasih pah, Reyna mau melanjutkan hidup bersama Jaemin." Ujar Reyna sambil melirik kearah Jaemin setelah mendengar keputusan dari papanya.


"Om tante aku mau minta izin untuk mengajak Reyna bertemu dengan orang tuaku."


"Baiklah aku memberi izin untuk hal itu!!!"


"Makasih pah, papah yang terbaik buat Reyna!!" Reyna langsung memeluk papanya karena mendapat hadiar yang tidak akan oernah Reyna lupakan.


"Sama-sama!"


"Aku ganti baju dulu." Reyna sangat bahagia mendengar keputusan dari papanya yang merestui hubungan mereka.


"Terima kasih sudah hadir dalam kehidupan putri kami!" ucap mama Reyna sehingga membuat Jaemin tersenyum.


"Sama-sama tante, dan itu sudah menjadi tanggung jawabku yang sudah mengenalkannya ke dunia academy."


"Kamu masuk di academy apa??" tanya papa Reyna karena Jaemin menyebut nama Academy.


"Saya masuk di academy AB om!!"


"Apakah kamu tahu kalau Reyna masih kuliah??"


"Tentu om, Reyna masih bisa kulian meskipun dia sudah menjadi istriku. Aku tidak ingin dia putus kuliah karena pernikahan kami!!!" papa Reyna tersenyum dengan perkataan Jaemin yang begitu memuaskan bagi papa Reyna.


"Kita berangkat sekarang yuk???" ucap Reyna sambil berdiri di depan kedua orang tuanya.


"Yaudah om tante aku sama Reyna pamit pergi!" jawab Jaemin sambil mencium tangan papa mama Reyna, begitu juga dengan Reyna.

__ADS_1


"Pah mah Reyna pergi dulu!' dulunya Reyna tidak pernah pamit saat ingin pergi srtelah kenal dengan Jaemin sifat Reyna mulai berubah saat bicara dengan kedua orang tuanya.


"Pah anak kita sudah besar ya?" ucap mama Reyna sambil memandangi anaknya yang keluar bersama suaminya.


"Iya mah, papa enggak nyangka kalau sifatnya berubah menjadi baik saat bertemu dengannya, bahkan dia pamit saat ingin oergi." Papa Reyna merasa bersalah karena ulahnya di masalalu yang membuat Reyna tertekan dan melakukan hal konyol.


"Jaemin kira-kira papa sama mama kamu mau enggak ya sama aku??" ucar Reyna melirik Jaemin.


"Tentu saja papa sama mama aku pasti akan menerima siapapun gadis pilihan aku, ya walaupun kita di pertemukan dengan cara yang berbeda seprti anak-anak yang lain ya kan??"


"Iya sih, tapi aku gugup!!"


"Udah enggak usah gugup, lagi pula papa sama mama aku enggak makan orang, kenapa mesti takut?"


"Namanya juga takut!!" Jaemin tersenyum dengan ulah istrinya yang takut bertemu dengan camer nya.


# Jam 18.00 Di rumah Jaemin


Tiba-tiba Jaemin berhenti di depan rumah yang begitu mewah dan megah sehingga Reyna terpukau akan kemegahan rumahnya Jaemin. Tetapi anehnya Jaemin berpenampilan sederhana dan berbeda dengan anak-anak yang lain.


"Rey ayo kita turun!!" ajak Jaemin sambil membuka pintu mobilnya.


"Mmmm!" Reyna pun turun dari mobilnya Jaemin, sambil menghela nafas untuk membuat rasa gugupnya sedikit hilang.


"Udah enggak usah tegang gitu, aku yang akan bicara sama keluarga aku ok!!" senyumannya Jaemin membuat Reyna lebih percaya diri.


"Emm, baiklah aku serahkan semuanya sama kamu!!!"


"Aku pulang." mereka berduapun masuk ketika membuka pintu tiba-tiba.


"Kakak!" tiba-tiba ada yang datang dan memeluk Jaemin.


"Kak dia siapa??"


"Nanti kakak jelasin, mama sama papa mana??"


"Ada di dikamar!!" sambil menunjuk arah kamar mamanya.


"Dek, kakak boleh minta toling enggak???"


"Hadeeeeehhh, kakak kebiasaan dateng bukannya bawa oleh-oleh malah minta tolong, untung adeknya baik. Emang kakak mau minta tolong apa??" adeknya Jaemin ngomel-ngomel karena tidak dapat oleh-oleh tapi malah dapat perintah dari kakaknya, kasihan adeknya.


"Panggilin mama sama papa boleh?? nanti kakak traktir deh gimana??"


"Ok siap bos!!" Jaemin tersenyum melihat sikap adeknya yang memang lucu.


"Itu adek kamu??"


"Iya, kenapa??"


"Cantik, namanya siapa??" tanya Reyna.


"Namanya Keyra!" Reyna hanya mengangguk-ngangguk setelah mendengar nama adeknya.


"Anak mama sudah pulang!!" lalu ada yang datang dan menyebutnya dengan sebutan mama, mungkin itu mamanya Jaemin.


"Hallo mam, papa mana?"


"Papa kamu lagi ketoilet, Jaemin dia siapa??" tanya mama Jaemin sambil melihat kearah Reyna, sehingga Reyna menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Nanti mam nunggu papa!!"


"Hallo tante!!" ucap Reyna langsung mencium tangannya, sehingga mamanya Jaemin tersenyum melihat Reyna melakukan itu kepadanya.


"Ayo silahkan duduk cantik!!"


"Iya tante." Reynapun duduk di sebelah mamanya Jaemin yang begitu lembut saat bicara kepada Reyna.


"Pah!!" Jaemin langsung memeluk papanya, sedangkan Reyna berdiri melihat papanya Jaemin ternyata papanya Jaemin adalah wali kelasnya pas SMA dulu.


"Pak Jooheon??"


"Reyna? kamu apa kabar? bapak denger rombongan kampus kamu terkena lonsor ya??" Tanya pak Jooheon membuat yang lain kebingungan.


"Iya pak dan akulah satu korbannya!!"


"Benarkah, bapak denger juga ada yang hilang ya??" Reyna menghela nafas untuk menjawab pertanyaan dari papanya Jaemin.


"Itu aku pak yang hilang!!"


"Tapi kamu enggak papakan??"


"Tenang aja pah dia enggak papa kan ada anak papa!!" ujar Jaemin membuat yang lain melihat Jaemin seperti pahlawan.


"Tunggu papa kenal temen kakak darimana?" ucap Keyra sangat penasaran karena papanya Jaemin sangat akrab dengan Reyna.


"Dia alumni di SMA yang papa pegan dan kebetulan waktu itu papa adalah wali kelasnya."


"Syukurlah!!!" ucap Jaemin dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Emang kenapa kak?"


"Karena papa udah kenal sama istri kakak jadi kakak enggak perlu khawatir lagi!!" mamanya Jaemin kaget saat Jaemi bicara seperti itu.


"Maksud kamu apa Jaemin???"


"Jadi gini pah aku sama Reyna udah nikah satu minggu yang lalu, dan bahkan pernikahan kami itu secara hukum dan agama. Jadi pernikahan kami sah!!" keluarga Jaemin kagetnya bukan main setelah mendengar pengakuan dari Jaemin tentang hubungannya dengan Reyna.


"Kok bisa kalian nikah tanpa restu dari mama dan papah??" ucap mama Jaemin sehingga Reyna ketakutan kalau hubungan mereka tidak di restui oleh keluarga Jaemin.


"Waktu itu darurat mam, panjang ceritanya mam. Jika waktu itu aku tidak menikahinya maka nyawanya yang di jadikan taruhannya mam. Dan kalau mama sama papa enggak percaya kalian bisa tanyakan masalah ini sama senior Sen. Senior Sen yang menjadi saksi dalam pernikahan kami, dan sekarang tujuanku membawa Reyna untuk memperkenalkan kepada kalian dan juga meminta restu terhadap kalian!!" Jaemin memang laki-laki yang bertanggung jawab, setelah menjelaskan semuanya Jaemin langsung memegan tangan Reyna.


"Papa tahu sifat Reyna, papa merestui hubungan kalian!!" Jaemin sangat bahagia mendengar perkataan papanya tentang hubungan mereka berdua.


"Mam??"


"Kemarilah cantik(ucap mama Jaemin meminta Reyna menghanpirinya dan memeluk Reyna dengan pelukan hangat) mama juga merestui hungan kalian!!" kebahagiaan Jaemin makin menjadi sehingga tanpa sengaja Jaemin memeluk Reyna di depan keluarganya, bahkan Reyna pun kaget dengan sikap Jaemin yang tiba-tiba memeluknya.


"Makasih mam, pah!!" Jaemin langsung memeluk mamanya dan papanya tapi tiba-tiba.


"Kak kenapa kakak tidak menanyakan restu dariku??" Ucap Keyra membuat yang lain tertawa akan ulah adeknya itu.


"Hahahaha, dek yang paling paling penting itu adalah restu mama sama papah, kalau restu kamu itu belakangan!!"


"Iiiiiiihhhhh, kakak nyebelin!!" Mereka bahagia karena mendapat restu dari kedua belah pihak.


"Jaemin keluarga Reyna bagaimana??"


"Tenang aja pak mereka setuju kok dengan hubungan kami!!"

__ADS_1


"Cantik mulai hari ini jangan panggil kita om, tante, maupun pak. Anggap kami sebagai orang tua keduamu, panggil mama sama papah ya!! ucap mama Jaemin kepada Reyna. Setelah mendapat Restu Reyna sangat bahagia dan kebahagiaan itu tidak akan mereka lupakan ataupun merusaknya.


__ADS_2