
Keyra duduk sambil menangis melihat keadaannya yang harus di rawat di rumah sakit.
"Key, udah jangan nangis lagi!!!"
"Maaf lagi-lagi aku menyusahkan kalian!!" dengan wajah menunduk sambil mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya.
"Aduh jangan kayak gini lagi ya aku enggak bisa tenang kalau lagi panik!!" ujar Bram membuat Ka, dam Keyra bingung akan perkataannya.
"Maksud kamu??"
"Ya maksud aku kalau lagi panik bakalan susah nenangin diri apa lagi gadis secanti dia!!" ucap Bram sambil melirik kearah Keyra sehingga nampak kebingungan dengan sikap senior Bram kepadanya.
"Eh jaga sikap!!"
"Iya tahu, tapi kan emang bener dia cantik. Emang salah kalau aku lagi muji dia?? jangan-jangan kamau takut kalah saing ya??" Ledek Bram kepada Ka, mereka selalu bertengkar kecil untuk masalah merebut hati wanita. Tapi pertengkaran kali ini hanya untuk menghibur Keyra justru dengan tingkah laku mereka membuat Keyra makin sedih entah apa yang membuatnya begitu sedih saat ini.
"Key jangan nangis!!"
"Kok nangis lagi? enggak cantik kalau kamu nangis terus!!" lagi-lagi Bram membuat Ka jengkel akan ulahnya yang terus terang terhadap Keyra.
"Bram sepertinya kamu harus obat!!"
"Obat??" Bram kebingungan ketika Ka menyuruhnya untuk meminum obat, karena secara Bram tidak sakit tapi malah disuruh meminum obat.
"Iya obat sakit jiwa!!" dengan penekanan terhadap kalimat yang dia ucapkan.
"Dasar temen gila!!"
"Kamu tuh yang gila, udah tahu Keyra lagi sedih malah bicara kayak gitu. Enggak kasihan apa sama dia??" Brampun mulai terdiam dan mencerna perkataan dari Ka, yang terus kesal dengan perkataannya.
"Yaudah aku diam aja, dari tadi salah mulu!!"
"Abis kamu mulutnya tajem banget."
"Aku ingin sendiri bisakah kalian berdua keluar??" ucap Keyra matanya yang berkaca-kaca membuat Ka, dan Bram tidak sanggup melihatnya.
"Baiklah kami akan keluar, tapi jangan nangus lagi!!"
"Emmm, baiklah."Dengan terpaksa dia tersenyum agar mereka berdua keluar meninggalkan Keyra sendirian. Ketika mereka keluar tangis Keyra mulai pecah lagi, entah apa yang membuatnya menjadi sesedih saat ini. Mungkin saja dia masih sakit hati akam perkataan kakaknya yang tidak mau mendengarkan penjelasan dari adeknya.
"Maafkan aku kak yang selalu membuatmu kesal, mulai hari ini aku akan menjadi anak yang dewasa dan tidak bergantungan kepada siapapun." Gumam Keyra sambil memegang dadanya yang begitu sesak mengingat amarah kakaknya.
"Kalian sedang apa? muka kusut gitu??"
"Keyra sakit, dia di rawat di ruangan ini!!" ucap Bram sambil menunjuk keruangan Keyra.
__ADS_1
"Dasar bar bar, Keyra enggak ingin orang lain tahu!"
"Kenapa??"
"Dia pengen sendiri makanya dia melarangku memberi tahu kakaknya!!" mereka terdiam setelah perkataan Ka, tentang Keyra yang ingin sendiri.
"Kata dokter gimana??"
"Dia hanya butuh istirahat, dan untuk sementara tidak memikirkan masalah apa-apa dulu katany!!"
"Pasti dia kecewa dengan perkataan kakaknya yang tadi siang!!" Ka hanya mengangkat kedua bahunya menanggapi perkataan dari Sen.
"Lalu gimana??"
"Untul sementara kita diam aja dulu dan jangan memberitahunya!!"
"Baiklah aku setuju. Tapi kita harus bilang apa sama Jaemin kalau dia nanya nanti??" lagi-lagi mereka harus memikirkan cara untuk kebaikan Keyra dan Jaemin saat ini. Mereka nampak kebingungan dalam mencari cara, sepertinya tak ada satupun yang menemukan ide untuk kebohongan kali ini. Muka mereka sangat kusut seperti baju yang belum di setrika karena memikirkan keadaan Keyra.
"Aaaaaaaahhhrr, bisa-bisa setres kayak gini terus!!"
"Kita harus bikin mereka berdua baikan, apapun caranya!!"
"Gimana keadaan Jaemin sekarang??"
"Tadi yang aku lihat sepertinya dia merasa menyesal??" jawab Bram sambil melihat kearah Sen untuk memperjelas semuanya.
"Aku paham apa yang dia rasakan, tapi mereka berdua harus baikan sebelum orang tua merek tahu masalah insiden ini!!"
"Aku ada ide!!"
"Apa ide kamu? jangan yang aneh-aneh ya??" Ka tak begitu percaya dengan rencana yang akan di buat oleh temannya yang selalu membuat ide konyol.
"Bawa Jaemin kesini, supaya dia membicarakan baik-baik masalah mereka, kita harus biarkan mereka berdua berbicara tanpa ada yang mengganggu!!" mereka mulai mencerna ide dari Bram, tadinya Ka yang bicara sekarang terdiam tanpa seperti orang bisu.
"Aku setuju, gimana denganmu Ka??"
"Terserah!!" dengan wajah cemberut Ka, memalingkan wajahnya dari Sen dan Bram. Dia tak yakin dengan ide dari Bram karena dia selalu membuat ide yang tak masuk akal baginya.
"Ayolah kali ini percaya padaku, aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi!!"
"Ayolahlah beri dia satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahan!!"
"Iya-iya baiklah aku setuju dengan idemu, untuk kali ini aku serahkan masalah ini padamu!!" meskipun ragu tapi dia mencoba untuk menerima ide konyolnya itu.
"Terima kasih sudah percaya padaku!"
__ADS_1
"Sama-sama!!" meski kesal tapi dia tetap akan percaya dengan temannya karena teman tak akan mengecewakannya. Mereka mulai tersenyum kembali setelah mendapatkan ide dari Bram yang menurut Ka agak sedikit konyol, diantara mereka bertiga yang paling banyak ide adalah Bram meski Bram sering melakukan hal konyol. Jadi sulit untuk di terima oleh Ka tentang idenya Bram itu, jadi membutuhkan kepercayaan yang lebih agar bisa menjalankan idenya Bram.
"Key, maaf jika aku mengganggumu!!"
"Enggak papa kak!!" Keyra mulai terlihat tenang saat senior Sen masuk untuk melihat keadaannya.
"Kamu udah makan??"
"Udah tadi, ada apa ya kak??"
"Entahlah aku enggak tenang!!" Keyra kaget melihat sikap senior Sen yang tiba-tiba bicara seperti itu padanya.
"Maksud kakak??"
"Aku butuh ketenangan, kamu mau bikin kakak tenang??"
"Aku benar-benar enggak ngerti maksud perkataan kakak??" Keyra masih bingung dengan datangnya senior Sen, dan senior Sen tak se ahli senior Ka untul mengakhiri kesedihan seseorang.
"Aaaaaakhhhrr! kakak bingung gimana caranya ngomong sama kamu??"
"Kak, aku enggak bener-bener enggak ngerti dengan perkataan kakak saat ini!!"
"Maaf tadinya aku ingin menghiburmu tapi nyatanya aku gagal."
"Senior Sen itu bidangmu jadi akan sulit bagimu untuk menghiburku, kau ahlinya jika bikin orang tenang. Orang yang ahli dalam menghibur itu senior Ka walau nyebelin!!" senior Sen tersenyum karena melihat Keyra mulai bicara dan tidak menangis lagi.
"Iya kamu benar, dan ada lagi yang melakukan hal konyol dia adalah senior Bram. Kekonyolannya membuat orang kesal akan sikapnya!!"
"Hhhmm kakak bener, tadi aja pas aku sadar dia malah membuatku kesal bukannya menghibura atau apa, malah bikin tambah pusing. Kak kok bisa sih kalian tahan dengan sikapnya??" Keyra mulai terbuka dan tidak memikirkan masalah yang sudah terjadi.
"Sikap kekonyolannya itu kadang ada gunanya, tapi tergantung sikapnya sih. Kalau sikapnya udah marah kekonyolannya akan lebih parah, seperti binatang buas yang kelaparan!!" ketika bicara seperti itu tiba-tiba pintu terbuka, Keyra dan Senior Sen terkejut dengan orang di balik pintu.
"Sen, tadi kamu bilang apa? hhmm? seperti apa kamu bilang??" Keyra terlihat ketakutan melihat sikap senior Bram yang menutup pintu dengan cukup keras.
"Bram ayolah, jangan seperti itu kasihan Keyra dia ketakutan!!"
"Sen kamu pikir aku bisa tenang dengan perkataan mu tadi, aku pikir hanya Ka yang meliki sifat seperti itu ternyata sahabatku yang satu lagj sama!!"
"Bram!" perkataan senior Sen membuat senior Bram marah, entah dia hanya menakut-nakuti ataupun dia serius wajahnya sangat menyeramkan.
"Kamu keterlaluan Sen, mana ada teman yang menghina temannya sendiri??"
"Senior Bram, jangan marah atau aku akan menangis lagi??" ucap Keyra membuat Bram dan Sen terkejut karena Keyra ingin menangis lagi jika mereka berdua tidak bisa diam.
"Kenapa? salah aku ngomong kayak gitu?? jika kalian tidak mau menghentikan kekonyolan ini maka aku akan benar-benar menangis!!" Keyra terkekeh melihat mereka berdiri seperti patung.
__ADS_1
"Kalian lucu kayak patung? aku heran apa yang aku katakan ada yang salah ya? sampek kalian mematung seperti itu!!" mereka tidak memeperdulikan perkataan Keyra dan lebih memilih menjadi patung, dasar senior aneh.