
#Rumah Reyna.
"Aku pulang!!" ucap Reyna sambil masuk dan di ikuti oleh suaminya Jaemin.
"Kalian udah pulang??" ucap mama yang keluar dari dapur.
"Mam, papa belum pulang mam??"
"Bentar lagi juga pulang!" ucap mama Reyna membuat Reyna terdiam setelah mendengar perkataan dari mamanya. Reyna takut di masa lalunya terjadi lagi setelah dua minggu papanya yang mulai berubah dan lebih memerhatikan keluarga di bandingkan dengar perkerjaannya.
"Cantik kenapa???" ucap Jaemin sambil mengelus-ngelus kepala Reyna agar wajah sedihnya itu menghilang dan percaya bahwa papanya pasti pulang.
"Aku enggak papa cuman kecapean aja!!!" ucap Reyna sambil lalu pergi meninggalkan Jaemin dan mamanya.
"Reyna!!" ucap mama Reyna yang berusaha untuk menghentikan Reyna pergi tapi tidak berhasil.
"Mam biar aku yang bicara sama Reyna!!"
"Mohon bantuannya ya nak!!" ucap mama Reyna sambil mengelus-ngelus dadanya melihat sifat Reyna yang seperti dulu lagi. Jaemin tersenyum kepada mamernya sesekali menganggukkan kepalanya sebelum dia pergi menemui Reyna.
"Cantik kamu kenapa lagi??"
"Aku enggak papa!!" ucap Reyna tidak melihat ke arah suaminya.
"Klau enggak papa kenapa menghindar??"
"Siapa yang menghindar?? aku tadi buruh-buru ke kamar karena kebelet pipis, makanya aku buru-buru pergi!!" ucapnya sambil menghela nafas agar lebih tenang.
"Benarkah??" ucap Jaemin sambil memeluk Reyna, sehingga membuat Reyna kaget dengan sikap suaminya.
"Iya!!!" ucapnya sambil melepaskan tangan Jaemin.
"Kalau iya kenapa kamu melepas pelukan dari suami mu??" ucap Jaemin terkekeh akan kelakuan istrinya.
"Aku mau mandi, makanya aku melepasnya!!"
"Gimana kalau kita??" Jaemin belum selesai bicara tiba-tiba Reyna memotong pembicaraan.
"Tidak, sebaiknya kita mandi sendiri-sendiri!!" ucap Reyna langsung pergi ke kamar mandi sedangkan Jaemin hanya senyum melihat sikap istrinya yang begitu menggemaskan. Tak lama kemudian Reyna selesai mandi sedangkan Jaemin memainkan ponsel, Jaemin dan Reyna menggunakan satu ponsel. Karena Reyna belum sempet membeli yang baru jadi dia menggunakan ponsel Jaemin untuk berkomunikasi dengan teman-temannya.
"Udah mandinya??"
"Dah!!"
"Lagi betek ya??" ucap Jaemin sambil menaruh ponselnya dan membuka bajunya.
"Mau ngapain??"
"Mau mandi." Ucap Jaemin sambil mengambil handuk, sedangkan Reyna masih berdiri kaku karena jawabannya tak sesuai dengan yang dia pikirkan.
"Cantik makan malam sudah siap!!"
"Iya mam bentar aku ganti baju dulu!!" Reyna memakai baju, sambil menunggu suaminya yang sedang mandi.
"Apa aku salah berfikir kalau papah tidak akan pulang??" gumam Reyna sambil memegang ponsel Jaemin.
"Kenapa lagi??" ucap Jaemin yang tiba-tiba ada di depannya.
__ADS_1
"Enggak papa!!"
"Setiap kali aku tanya pasti jawabannya enggak papa, sampek kapan kamu akan menyembunyikannya dari aku??" ucap Jaemin karena Reyna tidak memberi jawaban yang jelas.
"Aku emang enggak papa!!"
"Sudahlah percuma!!" Jaemin langsung berdiri dan mengambil baju dalam tasnya untuk berganti pakaian. Saat berganti pakaian tiba-tiba ponselnya berbunyi sehingga membuat Reyna terkejut sedangkan Jaemin hanya diam saja dan tak menghiraukan bunyi ponselnya.
"Iya hallo??" ucap Reyna.
"Kak, kakak malam ini bermalam dirumah kakak lagi??" ternyata yang menghubungi adalah adeknya Jaemin Keyra.
"Iya, Keyra. Maaf ya enggak bisa nemenin Keyra belajar!!"
"Iya enggak papa kak, aku sudah biasa kok. Tapi aku cuman mau bilang kalau kakak ku udah ngambek bakal lama, jangan sambek ambek-ambekkan ya." Reyna terkejut dengan perkataan Keyra.
"Iya kamu tenang aja!!"
"Iya udah kak, kalau gitu aku ngerjain tugas dulu ya dah!!" setelah Keyra menutup ponselnya Reyna langsung melihat kearah Jaemin yang sedang membaca buku.
"Apakah Jaemin marah karena aku tidak memberi jawaban yang pasti kepadanya??" gumam Reyna yang terus memandang Jaemin. Jaemin masih saja diam tanpa bicara apa-apa kepada Reyna, kali ini benar-benar terasa sunyi tak ada suara apapun. Lalu Reyna pergi ke tempat belajarnya dan membuka laptonya sambil menyalakan musik yang menggunakan Heandset, Jaemin hanya melihat apa yang di lakukan oleh Reyna.
"Sampai kapan kamu kayak gini??" ucap Jaemin sambil mematikan musik yang dia dengarkan tadi.
"Aku??"
"Aku tahu kalau kamu berfikir papa tidak akan pulang iya kan??" Lagi-lagi Jaemin memalingkan wajahnya dari pandangan Reyna karena dia tidak ingin Reyna menangis setelah melihat dia kesal.
"Aku minta maaf, karena aku masih belum bisa berfikir kalau papa sudah berubah." Sesuai dugaan Jaemin kalau Reyna menangis.
"Sudah jangan menangis lagi pula apa salahnya jika seorang anak berfikiran seperti itu soal orang tuanya!!"
"Aku paham maksud kamu, dengerin aku. Aku ada disini jangan merasa kesepian lagi, gimana nantinya kalau kita cuman tinggal berdua??" Reyna menangis semakin menjadi-jadi, sehingga membuat Jaemin memeluk Reyna.
"Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan ini seperti ini lagi!"
"Aku pegang janji kamu, sekarang jangan nangis lagi!!" sambil mngusap air matanya yang terus mengalir dipipinya.
"Makasih sudah mau mengerti keadaan ku, walaupun aku selalu bersikap kekanak-kanaan!!" ucap Reyna yang terus mamandangi wajah Jaemin.
"Kenapa mandangin aku kayak gitu??"
"Ternyata suamiku bukan hanya tampan tapi juga bijak!!" ucap Reyna sambil memeluk Jaemin.
"Masa sih???"
"Iya, cup!!!" ucap Reyna sambil mencium pipinya Jaemin sehingga Jaemin yang tadinya cemberut kali ini tersenyum karena ulah Reyna yang menggodanya.
"Makasih ya cantik udah mengembalikan senyumku lagi!!!" mereka tertawa lagi dan melupakan masalah yang baru saja mereka alami.
"Seharusnya aku yang bilang makasih karena semua yang telah kamu berikan padaku."
"Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang suami!!" Jaemin langsung mencium kening Reyna, karena Reyna terus-terusan mengatakan makasih kepada Jaemin.
"Eeemm, jadi makin cinta deh!!" ucap Reyna sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Sama aku juga makin cinta sama istriku yang selalu bikin aku gemes." Ucap Jaemin mancubit pipi Reyna.
__ADS_1
"Auh, iiih sakit. Kenapa harus nyubit pipi??" Reyna kesal karena Jaemin mencubit pipinya.
"Karena pipi kamu itu gemes banget, makanya aku cubit!!"
"Tapi sakit kalau di cubit, kamu tega melakukan itu sama aku??"
"Iya baiklah aku tidak akan mencubit pipi kamu lagi, tapi kalau kayak gini enggak papa kan? cup!!!" Jaemin mencium pipi Reyna yang dia cubit tadi. Sehingga Reyna yang tadinya cemberut karena di cubit oleh Jaemin langsung reda dan tersenyum lagi.
"Sayang makasih ya tadi pas kuliah kamu dateng!!"
"Iya sama-sama, gimana kata dosen tugas kamu??"
"Belum aku kasih soalnya dosen BK enggak ada, jadi mau enggak mau aku harus kasih besok!!"
"Tugasnya ada yang aku rubah tadi, enggak papa kan??" ucap Jaemin sambil memegang tangan Reyna.
"Iya enggak papa, justru aku seneng di bantuin sama suamiku yang tampan dan bijaksana ini!!" Reyna terkekeh setelah mengatakan itu kepada Jaemin, sehingga mereka lupa kalau mama Reyna tadi mengajak mereka makan malam. Tapi untungnya mama Reyna mengerti dengan semua yang terjadi terhadap anaknya, jadi tidak berani untuk mengganggu.
"Aku juga seneng membantu istriku yang sudah mau menerimaku dan yang paling cantik!!"
"Aaaaaahh. Jangan terlalu memujiku, aku jadi malu!!"
"Hahahaha!!" Jaemin tertawa lepas mendengar perkataan istrinya yang malu di puji.
"Iiiih kok ketawa emang ada yang lucu??"
"Ada kamu yang selalu bikin aku ingin ketawa!!"
"Emang kenapa aku??"
"Kamu kenapa harus malu? lagi pula emang kenyataannya kalau kamu itu cantik dan mau menerimaku!!" lagi-lagi ucapan Jaemin membuat Reyna senyum. Setelah mereka saling memuji satu sama lain mereka saling memandang satu sama lain tak lama kemudian mereka melakukan apel lagi, sehingga tertidur lelap.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Mereka melakukan apel malam lagi, mereka pasti sangat bahagia karena Reyna yang selalu menggida Jaemin, sedangkan Jaemin selalu gemes terhadap sikap istrinya.
__ADS_1
Jangan lupa ya like, vote dan komentarnya.......