Aku Bahagia Saat Bersamamu

Aku Bahagia Saat Bersamamu
Kehidupan yang lebih baik


__ADS_3

Reyna masih belum sadarkan diri sedangkan Jaemin sudah mulai membaik, Keyra mengajak kakaknya untuk melihat keadaan kakak iparnya.


"Kak, kakak yakin mau pulang hari ini??"


"Iya dek kakak bosen dirumah sakit terus!!"


"Emmm, bosen ya, apa kangen sama kak Rey??" setelah mendengar perkataan Keyra serentak Jaemin langsung diam, entah apa yang membuatnya terdiam bisu seperti itu.


"Gimana keadaan dia??"


"Kemaren sih belum sadarkan diri, entah kalau sekarang??"


"Dek kakak minta maaf karena kakak tidak bisa melindunginya!!" Keyra merasa bersalah karena membuat kakaknya bersedih atas ucapannya.


"Kak, kakak sudah melindunginya. Dia hanya belum sadarkan diri karena obat penenangnya makanya belum sadar!!"


"Dek bisa anterin kakak ke ruangannya??"


"Bisa, ya udah yuk!!" Keyra mendorong kursi rodanya menuju kamar Reyna, Keyra menyesal karena karena sudah salah bicara kepada kakaknya tapi untungnya dia bisa mencari penjelasan supaya kakaknya tidak merasa bersalah.


"Permisi!!" ucapku sambil masuk kekamar kak Reyna yang di temani ketiga sahabatnya, Leyna, Zilfa, dan Venda. Bahkan ketika kami masuk kak Reyna sudah duduk sambil menatap kearah Keyra sama kakaknya sambil tersenyum.


"Kak Reyna!!" Jaemin tersenyum karena Reyna sudah sadar dan keadaannya mulai membaik.


"Hay Key!!"


"Ya udah kan suami kamu udah disini aku sama yang keluar dulu laper, Key kamu ikut kita ya??" Keyra kaget karena tiba-tiba mereka ngajak Keyra keluar bahkan mereka tidak tidak terlalu akrab.


"Keyra, kamu pasti laper ya kan??" Keyra mengerti dengan perkataan mereka.


"Oh, iya aku laper banget, kak aku ikut mereka ya!!"


"Tunggu laper banget?? bukannya kamu abis makan??" Keyra lupa kalau dia barusan makan bersama kakaknya.


"Emmm, pengen ngemil kak, yang tadi belum kenyang boleh kan??"


"Terserahlah, tapi jangan lama-lama ada hal penting yang ingin kakak bicarakan sama kamu!!"


"Siap bos!!" mereka pun pergi ke kantin yang berada di rumah sakit.


"Rey, gimana keadaan kamu?? apakah masih ada yang sakit??"


"Seperti yang kamu liat, aku baik-baik aja. Kamu gimana??" ketika mereka berbicara seperti orang canggung apa lagi Jemin sekarang duduk di kursi roda.


"Kata dokter udah boleh pulang, maaf ya udah bikin kamu kayak gini!!"


"Ini bukan salah kamu kok, seharusnya aku yang hati-hati agar itu tidak terjadi. Maaf sudah bikin kamu khawatir!!"


"Sudah lah sayang jangan bahas itu lagi ya yang paling penting sekarang kamu baik-baik aja ok!!" Reyna tersenyum mendengar suara Jaemin yang begitu lembut padanya.


"Aku pengen pulang pasti mama khawatir!!"


"Kamu tidak perlu khawatir, aku minta maaf aku berbohong sama kedua orang tua kita. Aku bilang aku sama kamu ingin liburan sebelum pindah, jadi mereka enggak tahu kalau kamu di culik!!!" Jaemin khawatir kalau Reyna akan marah tapi justru Reyna malah tersenyum dengan pernyataan dari Jaemin.


"Kamu tahu aja apa yang aku inginkan!!"


"Maksud kamu??"

__ADS_1


"Saat aku di culik, aku berharap kalau kamu tidak memberi tahukan masalah ini kepada mama ataupun papa. Karena aku enggak mau mereka khawatir dan cemas memikirkan aku!!" ternyata dia tidak marah justru dia malah tersenyum dengan tindakan Jaemin yang telah berbohong kepada kedua orang tuanya.


"Jadi kamu enggak marah??"


"Untuk apa aku marah sama suamiku yang sudah berusaha untuk melindungiku!!"


"Oh iya kamu udah makan??" tanya Jaemin karena hampir setengah jam mereka berbicara tapi Keyra tak kunjung datang.


#Kantin rumah sakit.


Keyra bersama sahabat-sahabatnya Reyna menuju kantin, mereka terlihat tertawa lepas sedangkan Keyra hanya diam saja melihat mereka yang begitu bahagia.


"Key kamu kenapa??"


"Iya dari tadi aku liat kamu diem aja??"


"Enggak bukan apa-apa!"


"Udah enggak usah malu anggak apa kita teman kamu!!!" Keyra kaget mendengar pernyataan dari mereka tentang hubungan mereka.


"Oh, baiklah!!!" Tiba-tiba ponsel Keyra berdering.


"Iya hallo siapa??" ucap Keyra karena nomor baru yang menghubunginya, awalnya dia ragu untuk mengangkatnya tapi dia berfikir kalau yang menghubunginya itu karena penting.


"Ini aku senior Sen, kakak kamu menunggumu!!"


"Baiklah aku kesana!!"


"Siapa??" tanya mereka.


"Baiklah, kapan-kapan kita bisa bicara lagi!!"


"Ok!!" sambil pergi, Keyra terburu-buru sehingga tanpa sadar dia menabrak seseorang.


"Aduh maaf aku enggak sengaja!!"


"Kebiasaan deh, kalau jalan itu liat-liat. Kamu mau kemana sih kok buru-buru??" ternyata yang di tabrak Keyra adalah senior Ka.


"Enggak papa!!"


"Idih, kamu kenapa lagi? ngomongnya kok gitu??" Keyra terdiam sambil melanjutkan menuju ke kamar Reyna.


"Maaf kak, aku lama!!"


"Key kamu kenapa kok cemberut gitu??" tanya Reyna karena Keyra cemberut ketika masuk dalam kamar Reyna.


"Bete!!"


"Kamu enggak suka kakak panggil??"


"Bukan gitu maksud aku kak, aku bete karena......!!" Keyra belum menyelesaikan pembicaraannya tiba-tiba Jaemin memotong pembicaraannya.


"Kamu boleh pergi kalau enggak suka!!"


"Baiklah jika itu mau kakak!!" Keyra yang tadinya menahan air matanya agar tidak keluar tapi setelah mendengar perkataan kakaknya yang menyuruh Keyra keluar Keyra pun tak bisa menahan air matanya yang sudah ia tahan.


"Key!!" ucap Reyna berusaha untuk menenangkan Keyra agar tidak bersedih.

__ADS_1


"Keyra tunggu, Jaem kamu tuh kenapa sih?? baru kamu sembuh tapi kamu malah bertindak kasar sama adek kamu!!" senior Ka, tidak suka dengan sikap Jaemin yang membuat Keyra bersedih.


"Sorry kalau ikut campur, gadis itu nungguin kamu dari pertama kamu masuk rumah sakit sampai operasinya selesai. Hingga kamu belum sadarkan diri selama tiga hari, dia yang ngejagain bahkan dia enggak tidur, makan akan dia telat tapi ini balasan kamu sama adek kamu??" senior Bram ikut bicara karena sikap Jaemin sudah keterlaluan tanpa mendengarkan penjelasan dari Keyra dia langsung menyuruh Keyra untuk pergi.


"Maaf Senior aku salah!!"


"Sudahlah biar aku urus Keyra!!" senior Ka, mengejar Keyra agar dia tidak bersedih karena perkataan dari kakaknya. Tak lama kemudian senior Ka, menemukan Keyra yang sedang duduk di taman sambil menangis.


"Key!!"


"Untuk apa kakak kesini??" harapannya Keyra yang datang adalah kakaknya tapi malah senior Ka, yang datang.


"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu!!"


"Apa??" jawab Keyra ketus.


"Wuidiiiih, ternyata kamu bisa juga ya marah-marah??"


"Bram, jangan bicara seperti itu!!"


"Emang apa yang salah dengan perkataan ku Ka." Mereka malah berdebat sedangkan Keyra masih saja menangis bukannya menghentikan kelakuan mereka.


"Bram dia lagi sedih kamu malah bicara seperti itu!!"


"Ka, aku kan cuman mengatakan kalau gadis ini ternyata bisa nangis juga!!"


"Bram!!"


"Ka!!" pada akhirnya Keyra mulai kesal dengan sikapa mereka berdua yang bertingkah seperti anak kecil.


"Kalian berdua bisa enggak?? kepala ku pusing tau enggak!!!"


"Yaudah kita ke dokter buat periksa keadaan kamu!" ajak Ka, khawatir begitu juga dengan Bram panik mendengar Keyra mengatakan kalau dia pusing.


"Kak penglihatan ku kok buram ya??"


"Tadi kamu bilang apa??" Bram dan Ka bingung dengan perkataan Keyra.


"Udah lebih baik kita cepat bawa dia ke dokter!!" belum tiba di ruangan dokter dia langsung lemah dan tak sadarkan diri.


"Key, Keyra!!" tanpa banyak bicara Ka langsung membawa ke ruang kesehatan. Mereka berdua khawatir dengan keadaan Keyra yang saat ini.


"Bram ini gimana??" Ka masih trauma dengan meninggalnya adek tercintanya.


"Kamu tenang aja dokter akan mengatasinya!!!"


"Aku enggak mau kehilangan adek yang kedua kalinya!!" ucap Ka, meneteskan air matanya.


"Ka tenanglah!!!" Bram mengerti dengan keadaan Ka yang saat ini, tak lama kemudian pintu terbukam


"Bagaimana keadaannya dok??"


"Dia baik-baik saja hanya saja dia kurang tidur dan kekurangan gizi maka dari itu tubuhnya terasa lemas, jadi sebaiknya dia di rawat untuk beberapa hari!!!" Ka dan Bram merasa lega setelah mendengar pernyataan dari dokter.


"Apakah kami bisa melihatnya dok??"


"Tentu silahkan, pasien juga sudah sadarkan diri kok!!" Tanpa berfikir panjang Ka langsung melihat keadaan Keyra di ruang inap pasien.

__ADS_1


__ADS_2