
# Rumah Reyna
"Cantik apa semua persiapan sudah lengkap??"
"Udah mam!!" jawab Reyna begitu cuek terhadap mamanya yang menerima perlakuan kasar dari papanya.
"Jaga kesehatan ya, jangan lupa makan!!"
"Emmmm." Reyna tidak mendengarkan perkataan mamanya justru dia malah sibuk memasukkan baju ke dalam tasnya.
"Cantik kamu yakin bawa mobil sendiri??"
"Mam aku bukan anak kecil lagi!!!" Reyna kesal karena mamanya tak begitu mendukung dengan keputusannya.
"Mama tahu tapi???"
"Mam kali ini aja percaya sama anak mama!!!!" Reyna menghentikan kemasnya lalu duduk di sofa kamarnya dengan wajah kesalnya.
"Baiklah mama akan percaya!!!"
"Papa, kemana mam??" Ketiak Reyna menanyakan tentang papanya dia langsung terdiam.
"Mam aku tanya papa dimana? Mam???" sampai Reyna menanyakan pertanyaan yang kedua kalinya tapi mamanya tetap tak menjawab.
"Papamu tadi berangkat pagi, katanya ada rapat penting!!!!" papa selalu sibuk dengan urusan kantornya.
"Oh begitu ya!!! aku pergi dulu mam." Tidak biasanya Reyna memeluk mamanya sebelum pergi, lalu mencium pipi mamanya membuat mama Reyna terdiam kaku melihat sikap anaknya yang sangat aneh itu.
"Hati-hati ya cantik, mama menyayangimu!!"
"Mmm, aku juga sayang mama!!!" Reynapun langsung berangkat ke kampusnya supaya tidak telat.
#Kampus
"Reyna!!! wih cantik!!!" jawab teman-temannya sambil memeluk Reyna, dan merekapun menangis entah apa yang membuat mereka bersedih.
"Kalian kenapa?"
"Entahlah perasaan ku enggak enak!!!" jawab Leyna sambil menghapus air matanya yang terus keluar.
"Jangan di pikirkan itu hanyalah perasaan kalian saja, udah jangan nangis lagi senyum dong!!!"
"Iya mungkin aja kali ya!!" merekapun berhenti menangis, dan mulai tersenyum kembali.
"Baiklah sekarang semuanya berkumpul." Kata dosen yang baru datang.
"Kita sebaiknya cepat bergabung dengan yang lain!!!"
"Reyna bapak dengar, katanya kamu bawa mobil sendiri ya?" tanya dosen membuatku tegang dan tidak bisa bicara.
__ADS_1
"I, i, i, iya pak!!"
"Siapa yang akan menemanimu?" tanya dosen.
"Leyna, Zilfa, sama Venda pak!!"
"Biarkan Chenle mengemudi mobilmu, karena perjalanannya sangat jauh dan jalanannya agak ekstrim!" ada benarnya juga, lagi pula yang disuruh adalah Chenle bukan Mark kok.
"Iya pak enggak papa!!"
"Baiklah kalau semua sudah siap kita berangkat sekarang." Semua anak-anak masuk kedalam bis sedangkan aku dan teman-temanku masuk ke dalam mobilku begutu juga dengan Chenle. Selama di perjalanan menuju perbatasan baik-baik aja selang beberapa waktu dari perbatasan tiba-tiba lonsor sehingga menghantam mobil Reyna. Mobil Reyna pun terjatuh kejurang, sedangkan anak-anak yang ada dalam bis hanya luka ringan. Tim SAR langsung datang ke tempat kejadian, Tim SAR berhasil menemukan Leyna, Zilfa, Vinda dan Chenle dalam keadaan terluka parah. Sedangkan Reyna tidak di temukan, pencarian masih terus berlanjut tetapi tidak ada satupun petunjuk keberadaan Reyna.
#Perkemahan Academy
Di dalam hutan ada sebuah perkemahan yang di laksanakan setiap tahunnya, mereka berada di dalam hutan selama satu minggu. Dan hari ini adalah hari terakhir mereka berkemah, ada yang sebagian sedang berkemas ada juga sedang menikmati pemandangan di hutan.
"Akhirnya selesai juga!!!"
"Jeno, Renjun mana??"
"Dia lagi beres-beres!" yang ikut dalam kemah hari itu ada tujuh orang, dalam satu grup ada tujuh sampai sembilan orang. Dan di tempatkan di berbagai titik, jadi per grup memiliki jarak sekitar 1kilo jaraknya.
"Jaemin kamu mau kemana???"
"Cari angin!!!" lalu ada salah satu dari mereka yang sedang jalan-jalan menyusuri hutan, sehingga tanpa sengaja dia melihat dompet dan darah yang hampir mengering di sekitar semak-semak.
"Dompet, darah. Darah siapa?" lalu dia menyelidiki darah yang hampir nengering itu, tak lama kemudian dia melihat ada seseorang yang tergeletak di sekitar semak-semak.
"Ketua mohon bantuan!!!!"
"Siapa dia???" Saat ketuanya menanyakan siapa yang dia bawa anggota itu terdiam.
"Aku menemukannya di bawah tebing dan sudah dalam keadaan seperti ini!!!" dengan wajahnya yang begitu ketakutan.
"Tidak papa kamu sudah melakukan hal yang benar!" jawab ketua sambil tersenyum kepadanya.
"Terima kasih ketua!!!!" seteleh ketuanya pergi datang lagi seniornya yang membuat ketakutannya datang kembali.
"Ikut dengan ku aku ingin bicara denganmu!!!!"
"Baik senior!!!!" mereka berbicara empat mata tanpa ada orang lain yang menggaggu.
"Aku tidak akan menghukummu karena masalah ini, asalkan kamu menikahi gadis itu!!!"
"Kenapa harus menikahi dia?" Tanya Jaemin karena secara tiba-tiba seniornya menyuruhnya untuk menikahi gadis yang baru dia kenal.
"Kamu tahu Fina bukan dia mencintaimu tapi dia sudah di jodohkan denganku dan aku enggak ingin dia mendekatimu aku takut dia kena marah sama papanya. Kumohon demi kebaikannya jika kamu tidak mau maka gadis yang kamu tolong tidak akan selamat?!!!" itu adalah keputusan yang sulit untuk di lakukan, siapapun orangnya ketua sekalipun tidak akan bisa melaksanakan tugas tugas itu.
"Tapi senior??"
__ADS_1
"Ku mohon, apa kamu tega melihat gadis selalu di marahi sama papanya apa kamu tega, atau enggak demi gadis yang kamu tolong itu??? Ku mohon sama kamu!!!!" Jaemin benar-benar dalam masalah yang sulit untuk mengambil keputusan.
"Tapi bagaimana dengan perasaan gadis itu????"
"Untuk masalah gadis itu biar aku yang mengurusnya nanti jika dia sadar, ku mohon apa kamu tega melihat Fina bersedih???" seniornya terus menekan Jaemin agar menikahi Reyna.
"Baiklah senior tapi bagaimana caranya aku melakukan itu??!!"
"Biar aku yang urus, kamu tunggu disini." Raut wajahnya Jaemin tidak beraturan perasaan sedih dan ketakutan menjadi satu.
"Ketua biar tidak terjadi bahan omongan orang atau fitnah Jaemin ingin menikahi gadis itu!!"
"Apa? Jaga bicaramu, jangan asal bicara pernikahan itu bukanlah mainan yang bisa di lakukan begitu saja!" sepertinya ketuanya tidak setuju dengan ide senior.
"Maaf ketua yang di katakan senior benar saya akan menikahi gadis itu, saya mohon!!!!" Tiba-tiba Jaemin datang dan berlutut seolah-olah ini adalah keinginannya.
"Apa kamu yakin dengan keputusanmu??"
"Saya yakin ketua!!!"
"Baiklah, aku selaku ketua di tim ini maka aku akan menikahkan kamu dengannya!!!" Jaemin pasrah dengan semua yang sudah terjadi.
"Terima kasih ketua atas pengertiannya!!"
"Nanti malam temui aku di tempat tim medis." Setelah itu Jaemin menunggu sampai waktunya tiba.
#Tim medis
Jaemin terlihat kebingungan takutnya gadis yang dia nikahi itu akan marah setelah dia sadar nantinya, Jaemin membuka dompet yang dia temukan.
"Tiga kartu ATM, KTP nama Kim Reyna, umurnya baru duapuluh tahun dia masih dibawah umurku. Bagaimana ini? Apa aku keterlaluan? yatuhan jika ini salah maka hukumlah aku!!!" Jaemin nenyimpan kembali dompet milik Reyna.
"Jaemin, silahkan masuk!!"
"Baik ketua!" ketika masuk di sana sudah ada semua ketua dari berbagai tim, senior, dan bahkan anggota medispun juga hadir, pernikahan ini juga di hadiri penghulu setempat hutan ini dekat dengan pemukiman warga jadi pernikahan mereka sah secara hukum dan agama.
"Jaemin siapa nama gadis ini??"
"Sebenarnya aku enggak tahu namanya tapi liontin kalung itu huruf R, aku kasih nama Reyna!!!" ketika di tanya namanya Jaemin sangat kebingungan, tapi untungnya dia bisa menghilangkan rasa takut dan kebingungannya itu. Pernikahanpun berlangsung, walau Jaemin gugup tapi pada akhirnya.
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sah!!" Jaemin merasa lemas setelah mendengar kata sah.
"Selamat ya Jaemin sekarang kamu sudah menikah dengan pilihanmu!!"
"Makasih ketua!" dengan senyum tidak semangat.
Setelah memberi semangat mereka langsung pergi meninggalkan mereka berdua, sekarang di ruangan medis hanya ada Jaemin dan Reyna.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk melakukan ini. Setelah kamu sadar nanti kamu berhak marah sama aku!!" Jaemin langsung mencium kening Reyna, Jaemin bener-benar bingung dengan kejadian ini, bahkan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Kecuali dia menerima semuanya yang sudah terjadi, dan menerima Reyna sebagai istrinya.