Aku Bahagia Saat Bersamamu

Aku Bahagia Saat Bersamamu
Reyna dan Jaemin 2


__ADS_3

# Academy AB.


masih lanjut dengan yang tadi yang di godain masih sama Jaemin.


"Jeno ini ponselmu, Reyna tadi titip salam katanya makasih sudah membantu!!"


"Cie-cie, kayaknya istrinya lagi kangen nih??"


"Senior Ka apaan sih, lagian di telfon minta izin katanya mau kerumah mama!!" Jaemin merasa canggung di godain terus-menerus.


"Oh gitu, tapi kok nelfon ke Jeno ponsel kamu kemana??" ucap senior Ka, dengan menetap wajah Jaemin dengan penuh keseriusannya.


"Jadi gini senior, kecelakaan kemaren ponselnya hilang jadi belum sempat beli. Dari pada bingung aku menyuruhnya untuk memengang ponselku dulu, nanti setelah pindah rumah aku akan membelikan dia ponsel!!"


"Wah jadi terhuraaa aku!!" ucap Jisung yang secara tiba-tiba muncul dan mengagetkan yang lain


"Terharu bukan terhura!!"ucap Jeno sedikit kesal dengan sikap Jisung yang membuat semuanya menjadi terlihat kebingungan.


"Iya-iya maaf!!"


"Sudah-sudah jangan ribut, Jaemin inget yang kami katakan tadi!!"


"Siap senior Sen!!" ucap Jaemin sambil memberi penghormatan kepada seniornya, sedangkan Jeno dan Jisung hanya kebingungan dengan perkataan senior Sen.


#Rumah Reyna.


"Mam aku mau kerumah mamer dulu ya!!"


"Bukannya katanya hari ini kamu kuliah??" tanya mama Reyna sambil menaruh kopi di meja.


"Tadinya iya mam tapi aku mau nemenin adik ipar beli alat lukis!!"


"Mau kemana cantik rapi banget??" tanya papa Reyna sambil duduk di meja yang sufah tersedia kopi.


"Mau kerumah mamer pah, papa enggak kerja??"


"Bentar lagi papa akan berangkat, kenapa??"


"Enggak papa sih, enggak seperti biasanya aja!!" Papa Reyna hanya tersenyum mendengar perkataan putrinya.


"Ya udah pa aku pergi dulu dah!!" Reynapun berangkat menggunakan mobil sendiri.


#Rumah Keyra.


Keyra terlihat kebingungan, mondar mandir sambil memegang ponselnya.


"Cantik kamu kenapa??" tanya mamanya karena mondar mandiri tanpa alasan.


"Mam kok kak Reyna belum dateng ya??"


"Memangnya dia mau kesini??" ucap mama Jaemin kepada Keyra.


"Iya mam, mau nemenin aku beli peralatan lukis. Tapi kok belum nyampek ya? apa terjadi sesuatu atau sama kak Jaemin tidak di izinin??" Tak lama kemudian ada suara mobil yang berhenti di depan rumah mama Jaemin.


"Itu pasti Reyna!!" ucap mama Jaemin kepada Keyra, lalu Keyra segera membuka pintu untuk memastikan siapa yang datang.


"Kakak!!" ucap Keyra langsung memeluk Reyna setelah melihat siapa yang datang.


"Keyra kamu kenapa??"


"Kak, kakak enggak papakan??" sambil melihat-lihat keadaan Reyna.

__ADS_1


"Aku enggak papa, memangnya ada apa???" mereka saling melontarkan pertanyaan yang tak kunjung selesai.


"Kak Reyna pasti sulit mendapatkan izin dari kak Jaemin ya??"


"Enggak kok, maaf ya kakak sudah membuatmu khawatir!!" ucap Reyna sambil tersenyum kepada Keyra.


"Syukurlah kalau kakak enggak papa, yaudah kak masul dulu yuk!!!"


"Iya!!" setelah itu Keyra membawa Reyna masuk dan menemui mamanya.


"Mam kak Reyna dateng nih, kak aku ganti baju dulu ya."


"Iya!!"setelah itu Keyra langsung pergi kekamarnya untuk ganti baju.


"Reyna."


"Mama!!" ucap Reyna langsung memeluk mamernya, begitu juga dengan mamernya.


"Cantik bagaimana keadaan kamu??"


"Baik mam, mama sendiri gimana??" ucap Reyna memeluk mamanya kembali.


"Mama denger kamu mau pindah ya??"


"Iya mam!!"


"Mama seneng dengernya!!" tak lama kemudian Keyra datang.


"Kak aku sudah siap, mam aku sama kakak pergi dulu ya!!"


"Ya udah hati-hati!!"


"Iya mam!!" mereka pun pergi menggunakan mobil Reyna mereka saling bercanda tawa di dalam mobil sehingga tiba di tempat tujuan mereka.


"Yang kamu butuhkan apa aja??"


"Semua perlengkapan lukis kak!!!" ucap Keyra agak sedikit canggung kepada kakak iparnya.


"Baiklah yang pertama kita beli cat airnya dulu setelah itu papan dan perlengkapan lainnya." Merekapun keliling toko alat lukis, dan membeli beberapa alat lukis yang di butuhkan oleh Keyra. Reyna dan Keyra sangat bahagia saat membeli barang secara bersama-sama, karena barang yang mereka inginkan sudah lengkap jadi mereka langsung pergi ke kasir untuk membayar semua barang yang mereka beli.


"Semuanya udah gimana kalau kita makan siang di luar kak??"


"Boleh, mau makam dimana??" ucap Reyna sambil masuk kedalam mobil.


"Temat faforit kak Jaemin gimana??"


"Boleh!!" merekapun berangkat menuju tempat makan faforit Jaemin, Reyna sangat senang karea adik iparnya mau menerima Reyna sebagai kakak iparnya. Karena tak semua orang memiliki keberuntungan yang seperti ini.


"Itu kak tempat makannya!!!"karena sudah tiba jadi, mereka berdua turun dan masuk kedalam kafe. Setelah ada di dalam mereka memesan beberapa makanan faforit Jaemin.


"Kak aku ke toilet bentar ya!!"


"Ok!!!" Keyrapun pergi ke toilet, sedangkan Reyna menunggu di tempat duduk, tak lama kemudian ada yang menghampiri Reyna dan mengobrol bersama Reyna lalu mengajak Reyna keluar untuk bicara hal penting dan menyangkut nyawa seseorang Ucap orang tersebut.


Reynapun percaya, tanpa ada rasa takut Reyna mengikuti orang tersebut sehingga tanpa sadar Reyna di bius dari belakang sehingga pingsan. Mereka membawa Reyna ke sesuatu tempat yang lumayan jauh dari tempat makan tadi, tak lama kemudian Keyra selesai dari kamar mandi tapi di meja yang dia pilih tadi tidak ada orang, yang tertinggal hanya barang belanjaan dan tas milik Reyna.


"Mbak maaf mau tanya liat cewek yang duduk disini enggak??"


"Liat mbak tadi dia keluar bersama dua orang perempuan dan satu laki-laki!!" ucap pelayan kafe kepada Keyra.


"Makasih ya mbak!!" Keyrapun langsung keluar untuk mencari Reyna, Keyra mencari Reyna selama sepuluh menit tapi tidak di temukan.

__ADS_1


"Permisi pak numpang tanya bapak liat gadis ini enggak??" Ucap Keyra sambil menunjukkan foto Reyna.


"Liat non dia di gendong sama seorang pria, pas saya tanya katanya dia pingsan dan mau dibawa ke rumah sakit!!" pikirannya Keyra makin kacau tentang keadaan Reyna.


"Makasih ya pak!!"


"Sama-sama non!" Keya langsung menuju ke mobilnya untuk mencari Reyna ke rumah sakit, tapi sebelum menuju rumah sakit Keyra menghubungi beberapa temannya untuk meminta bantuan.


"Hallo aku butuh bantuan kalian untuk mencari kakak iparku yang hilang. Tolong kalian cek di berbagai rumah sakit pasien atas nama Reyna dan nanti aku kirimin kalian fotonya setelah tiba di rumah sakit kalian tunjukkan fotonya!"


"Baik kami akan melakukan sesuai rencana!!!" Keyra pun langsung menutup telponnya dan segera menuju kerumah sakit. Keyra berusaha menghubungi Reyna tapi tidak diangkat, meskipun tasnya di tinggal tapi ponselnya di bawa.


"Kak Rey, kakak dimana??"gumam Reyna sambil melihat keseluruh jalan takut ada dijalan. Tak lama kemudian ponsel Keyra berdering, diapun menepikan mobilnya dan menjawab telfonnya terlebih dahulu.


"Hallo??"


"Jika kau ingin kakakmu selamat, maka suruh kakak mu menceraikan gadis ini!"


"Apa maksud kamu dan siapa kamu sebenarnya??" Keyra sangat ketakutan dengan semua yang dia dengar tadi.


"Kamu tidak perlu tahu siapa kami, dan kami melakukan itu demi kebaikannya juga!!"


"Untuk apa kalian melakukan itu kepada kakakku?" Keyra kebingungan dengan semua yang sudah terjadi.


"Dasar bodoh tadikan aku sudah bilang itu demi kebaikan gadis ini, jadi tolong suruh kakakmu menceraikannya itu saja, atau kubunuh gadis ini??"


"Tolong jangan sakiti kakak iparku!!" Keyra memohon supaya Reyna tidak di apa-apain oleh mereka.


"Jika kakamu menceraikannya gadis ini bisa selamat, tapi jika tidak jangan salahkan kami jika nyawanya melayang!!"


"Ku mohon jangan sakiti dia, dia tidak tahu apa-apa!" tanpa henti Keyra memohon berkali-kali agar tidak menyakiti Reyna.


"Lakukan dulu keinginan kami barulah kami akan membebaskan gadis ini, jika tidak jangan salah kan kami. Satu lagi jangan menghubungi polisi, jika kau melakukan itu maka kami tidak akan segan-segan membunuh gadis ini paham!!" mereka lagsung menutup ponselnya sedangkan Keyra sedang kebingungan dengan semua yang terjadi.


"Aku harus menemui kakak dan membicarakan tentang masalah ini!" gumam Keyra tanpa berfikir panjang dia langsung pergi ketempat kakaknya bertugas, meski rasa ketakutannya tidak biss dia kendalikan. Sepanjang perjalan Keyrs terus menangis karena ketakutan karena dia masih belum pantas memikirkan masalah sebesar ini.














Ketakutan Keyra melebihi segalanya bagkan dia tidak bisa menahan air matanya untuk keluar hanya demi kakak iparnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen ya 😘😘😘


__ADS_2