Aku Bahagia Saat Bersamamu

Aku Bahagia Saat Bersamamu
Menerima kenyataan


__ADS_3

#Rumah Reyna


Satu minggu setelah kejadian mama Reyna sangat khawatir dengan keadaan Reyna yang masih belum di temukan oleh Tim SAR, papa Reyna yang biasanya tidak peduli dengannya sekarang dia khawatir dengan keadaannya yang menghilang di tengah hutan.


"Tante, maafkan kami ini semua salah kami, seandainya kami tidak mengajaknya membawa mobil pribadi mungkindia masih baik-baik saja!!" Teman-teman Reyna meminta maaf kepada mamanya Reyna dengan semua yang sudah terjadi.


"Ini bukan salahmu kok cantik, ini semua takdir!!!" mama Reyna berusaha tabah di depan teman-temannya Reyna, padahal mamanya Reyna lebih hancur dari anak yang lainnya.


"Tante yang sabar, kita akan nemenin tante sampai Reyna ketemu!!"


"Kalian memang sahabat Reyna yang paling baik." Mama Reyna memeluk mereka agar mereka kuat dengan semua yang terjadi.


"Tante, izinkan kami menemani tante!!"


"Tante mengizinkan kalian." Teman-temannya Reyna berusaha untukbmenghibur keluarga Reyna, walau dia tahu akan sulit dalam melakukannya.


#Perkemahan Academy


Seharusnya hari ini mereka pulang tapi bagaimana dengan Reyna yang belum sadarkan diri? Apakah akan di tunda kepulangan mereka ke asrama academy? Sepertinya kejadian itu akan menjadi hal baik untuk kehidupannya Reyna.


"Senior!!"


"Bagaimana keadaannya??"


"Dia masih belum sadarkan diri!!" jawabnya sambil melihat ke arah Reyna yang masih terbaring lemah.


"Hari ini kita akan kembali ke asrama, dan kami juga akan membawa istrimu ke rumah sakit academy bagaimana?"


"Baiklah saya setuju senior!!" karena Reyna akan dibawa ke asrama Academy, dan perasaan Jaemin lagi-lagi ketakutan.


"Jaemin kamu Kemana? dari kemaren enggak pulang?" Tanya Renjun, karena mereka sangat khawatir dengan keadaan Jaemin yang tiba-tuba menghilang dan bahkan sekarang dia juga diam tak berkata apa-apa.


"Jaemin kamu kenapa? apa yang terjadi?"


"Maafkan aku!!!" teman-temannya terkejut saat Jaemin tiba-tiba meminta maaf, dan menundukkan kepalanya seperti orang yang melakukan kesalahan besar.


"Jaemin apa yang terjadi?"


"Nanti aku akan pulang bersama tim medis, dan aku akan menceritakan ini kekalian setelah berada di asrama academy." Mereka bingung dengan perkataan Jaemin yang membuat teman-temannya penasaran.


"Tepatilah janjimu!!"jawab Jeno sambil meninggalkan Jaemin sendirian yang masih duduk tanpa menatap teman-temannya. Begitu juga dengan Renjun dan Jisung juga meninggalkan Jaemin yang tidak bisa berkata apa-apa selain diam. Karena sudah selesai membereskan barang-barangnya jadi Jaemin langsung pergi menuju ke tempat tim medis untuk menemui Reyna.

__ADS_1


"Jaemin apakah kamu sudah siap?"


"Siap sudah!!!" Jawab Jaemin sambil memberi penghormatan kepada seniornya.


"Sekarang kamu silahkan masuk ke ambulance yang ada di sana!!"


"Baik senior." Jaeminpun langsung menuju ke arah ambulance yang di tunjuk oleh seniornya tadi. Ternyata gadis itu sudah berada dalam ambulance, Jaemin terlihat kebingungan mungkin dia bingung bagaimana cara menjelaskan tentang masalah pernihan dadakan itu kepada orang tuanya maupun orang tuanya Reyna. Jaemin terus memandang Reyna yang belum sadarkan diri, sehingga Jaemin memberanikan diri memegang tangannya.


"Kenapa kita harus di pertemukan dengan cara seperti ini? Jika kamu memang di takdirkan bersamaku setelah sadar apapun keputusan darimu aku akan menerimanya!!!" guman Jaemin dalam hatinya dengan meneteskan air mata. Selama di perjalanan Jaemin tetap memegang tangan dan menatap Reyna seolah-olah dia pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepannya.


#Rumah sakit academy


"Permisi kami akan membawa pasien ke ruang rawat inap silahkan ada mengisi formulir data pasien!" ujar suster sambil menyerahkan selembar kertas kepada Jaemin.


"Baik!!!" Jaemin pergi ke kasir untuk meminjam alat tulis, untuk mengisi formulir yang dia dapat tadi.


"Status pasien? apa aku harus mengisi status pasien ini sebagai istri anggota academy?? aaaahk membuatku bingung lebih baik tidak usah aku isi. Ini sus!!!" setelah memberikan formulir dia langsung melihat keadaan Reyna, karena dia harus ke asramanya untuk menaruh barang-barangnya yang dia bawa ke perkemahan academy.


"Aku ke asrama dulu nanti aku balik lagi!!" ketika dia ingin pergi tiba-tiba Reyna memegang tangannya Jaemin sehingga mambuat Jaemin terkejut bukan main.


"Ini dimana???" ujar Reyna dengan suara yang penuh kesakitan, mungkin akibat terjatuh dari tebing yang begitu tinggi.


"Kamu dirumah sakit, tunggu sebentar aku akan panggilkan kamu dokter dulu." Jaemin melepaskan tangan Reyna dari tangannya dan segera mencati dokter untuk memeriksa keadaanya.


"Dokter bagaimana keadaannya???" Jaemin terlihat begitu khawatir dengan keadaannya yang begitu lemah.


"Keadaannya masih lemah dia masih butuh perawatan khusus dari rumah sakit."


"Baiklah dok lakukan yang terbaik untuknya!!!" Jaemin mulai khawatir dengan keadaan Reyna.


"Baik." Setelah itu dokterpun pergi, dan Jaemin menemui Reyna kembali untuk mengatakan apa yang sudah terjadi terhadapnya.


"Kamu istirahlah dulu, aku akan menebus obatnya dulu!!!" Reyna hanya terdiam melihat Jaemin yang masih lengkap dengan seragan academynya. Jaemin tersenyum karena dia sudah sadar, walupun dia tidak tahu bagaimana caranya harus menjelaskan terhadapnya.


"Jaemin, kenapa kamu disini? siapa yang sakit??" tanya Jeno karena Jaemin masih belum menjelaskan apa yang sudah terjadi terhadapnya.


"Baiklah aku akan menjelaskan semuanya sama kalian.


Akan aku mulai dari perkemahan academy kemaren, alasan aku kenapa enggak pulang aku menemani istriku yang sedang di rawat di ruang medis academy!!" teman-temannya kaget dengan penjelasan dari Jaemin.


"Kok bisa? emangnya kapan kamu nikah?" Tanya Renjun dengan suara keras.

__ADS_1


"Renjun pelankan suaramu ini rumah sakit bukan hutan!!" Jisung melarang Renjun bicara terlalu keras karena supaya tidak mengganggu pasien yang lainnya.


"Ya maaf abisnya aku penasaran!!"


"Aku menikah kemaren malam setelah menemukan gadis itu di tengah hutan, Lalu senior menyuruhku untuk menikahi gadis itu atau tidak dia akan dalam bahaya, dan jika aku tidak menikah Fina akan tersiksa selama masa hidupnya. Makanya aku menikahinya, bahkan pernikahannya juga secara hukum dan agama!!" teman-temannya menganga setelah mendengar penjelasan dari Jemin.


"Lalu bagaimana dengan gadis itu?"


"Kenapa senior malah menyuruhmu menikah, emangnya apa yang akan terjadi jika kalian tudak menikah?" dua pertanyaan dari Jeno dan Renjun membuat Jaemin bingung mau jawab yang mana dulu.


"Gadis itu baik-baik aja, dan aku juga enggak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak menikah. Tapi katanya jika aku tidak menikahinya maka ketua akan malu dan gadis itu dalam bahaya!"


"Aku yakin ini pasti akal-akalannya senior supaya lebih leluasa mendekati Fina, secara kan Finanya suka sama kamu!!" Jaemin hanya diam saja karena tidak tahu maksud dari semuanya yang di inginkan oleh seniornya.


"Entahlah, mungkin sudah takdirnya aku bersamanya dan melupan Fina!!!"


"Sabar ya Jaemin, kita ngerti apa yang kamu rasakan saat ini, bagaimana keadaan gadis itu sekarang?" Tanya Jeno.


"Dia sudah sadar kok!!!"


"Apakah dia menanyakan soal hubungan kalian???" Jaemin terdiam dengan wajah ketakutannya terlihat kembali.


"Dia tidak menanyakan apa-apa, apa kalian mau membantuku untuk menjelaskan soal pernikahan dengannya???" Jaemin meminta bantuan temannya soal pernikahan dengan Reyna.


"Bagaimana caranya kita menjelaskannya, kita bahkan tidak hadir dalam pernikahanmu lalu bagaimana caranya kita akan menjelaskannya???" Jaemin makin kebingungan bagaimana menjelaskan semuanya terhadap Reyna.


"Aku akan membantumu!!!"


"Senior Sen??" jawab mereka dengen serentak dan segera mereka memberikan penghormatan kepada seniornya.


"Aku hadir dalam pernikahanmu dan aku akan menjelaskan semua yang sudah terjadi kepadanya. Karena masalah ini terjadi karena ulah Senior Dega!!!"


"Bagaimana senior Sen tahu??" tanya Jaemin karena saat mereka berbicara hanya berdua tanpa ada orang lain.


"Aku tahu siapa lagi yang akan melakukan hal ini kalau bukan dia. Dia menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan Fina!!!"


"Tetapi kenapa harus gadis itu? apa dia tidak punya perasaan??" Jaemin mulai kesal dengan semua yang sudah terjadi.


"Kamu tenang aja, aku selaku senior kamu akan bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi." Jaemin pantas mendapat perhatian dari semua orang karena dia sangat baik, ramah, suka tolong menolong dan menghargai orang yang lebih dewasa darinya.


"Makasih senior Sen, kebaikanmu tidak akan pernah aku lupakan!!"

__ADS_1


"Tidak perlu berlebihan, karena ini sudah menjadi tanggung jawab ku sebagai senior kamu!!!" meski mereka menikah secara paksa tetapi kebahagiaan selalu berpihak kepada Jaemin. Karena Jaemin memang pantas mendapatkan itu semua, dia tidak pernah mengeluh sedikitpun walaupun itu nyawanya adalah taruhannya.


__ADS_2