
#Tempat Reyna di sekap.
"Kenapa mereka belum keluar??" tanya Jisung dengan wajah yang tidak sabaran.
"Diem nanti bisa ketahuan!!" ucap Renjun sambil menutup mulut Jisung agar tidak bicara lagi.
"Iya santai aja!!" suara pelan dengan mata melotot ke arah Renjun.
"Udah-udah, kalian berdua jangan ribut terus alangkah baiknya fokus saja kemereka." Masih dengan suara kecil, perasaan Jaemin makin kacau saat berada di balik gudang kosong itu. Rasa takut akan kehilangan Reyna terus terbayang, bahkan Jaemin hampir tidak terkendali karena memikirkan Reyna.
"Ini enggak bisa di biarin aku harus nolongin Reyna." Ucap Jaemin dengan serentak membuat yang lain terkejut akan ulahnya, tapi mereka langsung menghentikan sikap Jaemin yang gegabah seketika itu.
"Jaemin apa yang kamu pikirkan??" ucap senior San, berusaha untuk membuat Jaemin tenang dan tidak emosi dengan ke egoisannya sendiri.
"Senior aku ingin???" ketika Jaemin ingin bicata tiba-tiba salah satu yang mereka curigai itu keluar sehingga membuat Jeno terkejut bukan main.
"Dia? kenapa dia keluar dari gudang ini??"
"Kamu kenal??" tanya Jisung yang selalu penasaran dengan hal apapun.
"Aku pernah liat dia di sekitar kopleks rumahku!!"
"Apa keinginan mereka sebenarnya? dengan menculik Reyna??" ucap Renjun, karena orang yang menculik Reyna tidak di kenal. Bahkan Jaemin tidak pernah melakukan kesalahan sehingga membuat orang salah paham.
Sesuai dengan rencana mereka masuk lewet belakang, ternyata tidak ada penjagaan, sehingga membuat mereka bingung dengan keingin pelaku. Karena biasanya orang yang menculik itu memiliki masalah dengan yang bersangkutan, tapi justru Jaemin merasa tidak melakukan apa-apa terhadap orang. Apalagi Jaemin yang selalu sibuk dengan Academy AB, mana mungkin di baerbuat jahat atau melakukan kesalahan terhadap orang lain sehingga membuat Reyna dalam bahaya.
Emang si penculiknya aja ingin ketemu sama anggota Academy AB. Mereka hanya ingin melihat ketampanan dari mereka kali, hahaha.... Dasar mereka konyol melakukan hal itu. Padahal mereka sudah melakukan tindakan yang salah yang sudah merugikan diri sendiri dan sehingga membuat anggota AB marah. Tak lama kemudian mereka melihat Reyna yang terikat, sehingga membuat Reyna sulit untuk bergerak maupun berjalan. Jaemin makin merasa bersalah karena sudah membuat gadis cantinya menunggu selama dua hari di gudang dengan tali yang terlilit di badannya. Reyna terlihat berusaha melepaskan diri tapi tidak bisa karena tali yang mengikat tubuhnya terlalu kuat, bahkan dia mau teriak saja tidak bisa karena mulutnya di beri lakban oleh si penculik itu.
"Jeno, Renjun kalian berdua ikut aku, Jisung kamu bantu Jaemin melepaskan Reyna!!"
__ADS_1
"Baik!!!" tanpa banyak pertanyaan mereka langsung melakukan tugas mereka sesuai dengan rencana yang sudah mereka susun dengan matang.
"Reyna!!" Reyna kaget saat mendengar suara Jaemin dan air mata Reyna mengatakan semua yang di rasakan saat ini. Jaemin tanoa pikir panjang langsunh membuka tali dan lakban yang menutup mulut mereka.
"Maaf sudah membuat mu menunggu!!" Jaemin langsung memeluk Reyna dan melepaskan rasa rindu mereka. Sedangkan Jisung melihat keadaan sekitar, yang tak lama kemudian ada beberapa orang yang datang lewat belakang dan melakukan perlawanan terhadap Jaemin dan Jisung. Sehingga mereka ke walahan karena mereka terlalu banyak.
"Meyerahlah, jika tidak nyawa gadis ini akan melayang!!" Reyna berusaha memberontak tapi tak bisa membuat dirinya terlepas.
"Lepaskan dia, dia tidak bersalah jika kalian punya masalah dengan ku sebaiknya kita selesaikan masalah ini secatmra jantan!!"
"Baik, tapi jika kamu kalah kau harus melepaskan gadis ini bagaimana??" tawaran yang sulit untuk di terima oleh Jaemin.
"Baik, aku terima tantanganmu!!" Reyna di buat pingsan agar tidak merontak, sedangkan Jaemin melakukan perlawanan sehingga membuat Jaemin kewalahan sedari tadi. Tapi dia tidak meyerah untuk melawannya demi gadis cantinya terbebas dari mereka, bahkan di jaga dengan ketat oleh anggota yang lain, entah apa yang membuat Reyna pinsan seperti itu.
"Senior bagaimana ini Jaemin sudah mencapai batasnya??"
Apakah Mark yang melakukan itu atau cewek yang pernah di deketi Jaemin sebelum kenal Reyna?? Tapi kalau Mark melakukan itu untuk apa? apa untungnya? lagi pula mereka sudah lama putus dan memeng Mark tidak bisa move on dari Reyna. Tapi Mark tidak sejahat itu, tapi tudak tahu gadis dengan gadis itu?? siapapun pelakuknya tidak akan di biarkan begitu saja oleh Jaemin ataupun teman-temannya karena bertindak semaunya. Tak lama kemudian dia kalah, salah satu dari mereka tidak terima jadi dan melakukan hal yang merugikan diri sendiri. Tak lama kemudian senior Bram membawa beberapa polisi untuk menangkap mereka, kejadian ini melibatkan banyak orang.
"Jangan bergerak!!!" ucap dari ambang pintu.
"Jaemin kamu bertahanlah!!" setelah Jaemin berhasil mengalahkannya dia temannnya melakukan hal curang menggunakan senjata tajam kepada Jaemin sehingga Jaemin terluka di bagian perut. Sedangkan Reyna masih pingsan, senior Sen langsung melihat keadaan Reyna.
"Reyna!!" ucap senior Sen sambil mengangkat tubuh Reyna yang berlumuran darah di bagian belakang kepala. Keduanya sama-sama terluka Jaemin dibagian perut sedangkan Reyna di bagian belakang kepala. Mereka segera membawa mereka berdua ke rumah sakit supaya mereka cepat di tangani oleh dokter.
"Apa yang terjadi??" ucap senior Bram dengan semua kejadian yang di alami Jaemin.
"Ini tidak sesuai dengan rencana salah satu dari mereka tidak terima dan berusaha membunuh Jaemin menggunakan senjata tajam!!" jelas senior San, sambil mengusap wajahnya dengan kasar karena tidak bisa melindungi Jaemin sama Reyna.
"Lalu apa yang terjadi sama gadis itu kenapa banyak darah di bagian kepala??"
__ADS_1
"Untuk Reyna aku juga kurang tahu, karena aku nyampek sana Reyna emang udah pinsan dan banyak penjaga di sekitar. Sedangkan Jaemin masih melawan penculiknya itu!!" ucap senior Sen tidak sanggup dengan keadaan Reyna.
"Lalu kalian sudah memberi tahu keluarga gadis itu??"
"Aku tidak tahu keluarga gadis itu karena yang tahu hanya Jaemin!!" senior Bram terkejut mendengar perkataan dari senior Sen tentang keluarga Reyna hanya Jaemin yang bisa.
"Maksud kamu??"
"Jaemin adalah suaminya Reyna!!" tak lama kemudian senior Ka datang bersama dengan Keyra.
"Kak gimana keadaan Kak Jaem sama kak Rey??" ucap Keyra sambil memegang tangan senior Sen.
"Tunggu ini apalagi kakak??"
"Nanti aku jelasin bro!!" ucap senior Ka, agar tidak kebingungan dengan pembicaraan mereka. Sedangkan Keyra menangis ketakutan akan karena orang yang dia sayang terlukam.
"Key, kamu jangan khawatir ya. Dokter sudah menanganinya kok, kamu tenang ya!!" senior Sen langsung memeluk Keyra supaya dia tenang, karena air matanya yang terus keluar.
"Kalian memeng pandai kalau bikin aku bingung!!" senior Bram kesal dengan sikap teman-temannya yang membuatnya bingung.
"Sabar bro nanti aku jelasin semua yang membuatmu bingung!!"
"Kakak, ini semua salahku andai waktu itu aku tidak mengajaknya keluar maka tidak akan terjadi seperti ini!!" Keyra makin menjadi-jadi nangis karena dia berfikir semua itu terjadi karena dia mengajak Reyna keluar.
"Dek jangan berfikir seperti itu, jika kakak kamu melihat ini maka dia akan marah sama kamu. Sebaiknya kamu menyalahkan diri sendiri dan jangan menangis lagi, sebaiknya kamu hubungi keluarga kakak ipar kamu!!"
"Aku enggak punya nomor telfon mereka bahkan aku juga engak tahu rumah mereka!!" mereka senang karena Keyra tidak menangis lagi dan lebih tenang dari sebelumnya. Keyra lebih tenang karena teman-teman kakaknya sangat baik kepada Keyra tidak seperti teman-temannya sendiri yang selalu membuat Keyra jengkel akan ulah mereka.
"Jadi begitu ya!!" semuanya kacau benar-benar kacau, tak seperti yang mereka harapkan. Keyra menunggu dokter keluar dari ruang operasi untuk mendengar kabar baik tentanvmg Reyna dan Jaemin. Harapan Keyra adalah mereka baik-baik dan melawan semua yang mereka alami karena Keyra belum siap untuk kehilangan mereka berdua, meski Keyra baru kenal dengan Reyna tapi Keyra sudah menganggapnya seperti kakak sendiri, rasa takut kehilangan Reyna yang selalu Keyra pikirkan sehingga membuatnya menangis. Begitu juga rasa takut kehilangan kakaknya, meski kakaknya mendidik Keyra dengan keras tapi kasih sayang Keyra kepada kakaknya tidak pernah hilang.
__ADS_1