Aku Bahagia Saat Bersamamu

Aku Bahagia Saat Bersamamu
Mulai memahami


__ADS_3

Masin di rumah sakit academy, senior Sen, Jaemin dan teman-temannya menemui Reyna, karena mereka ingin membicarakan soal pernikahan mereka yang terjadi begitu saja. Mereka ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Reyna secara perlahan agar Reyna memahami situasi dan keadaan saat ini.


"Hay!!!!"


"Siapa kalian??" tanya Reyna karena mereka masih memakai seragam lengkap academy.


"Saya senior Sen di academy ini, dan ini Jaemin yang sudah menolongmu di bawah tebing!!" Ketiga temannya Jaemin menunggu di luar.


"Terima kasih karena sudah menolongku."


"Oh iya ini dompet kamu, yang aku temukan di sebelah semak-semak!!" Jaemin bingung untuk menjelaskan semuanya kepada Reyna.


"Kami ingin menjelaskan sesuatu kepadamu, tapi tolong kamu dengarkan penjelasan kami sampai selesai!!!" senior Sen meminta agar Reyna mendengarkan semua penjelasannya.


'Baiklah."


"Sebenarnya kamu sudah nikah!' Reyna terkejut bukan main karena mendengar tentang dirinya yang sudah menikah.


"Menikah???"


"Iya, ada orang yang ingin melakukah kejahatan terhadapmu, dan juga untuk menghindari keburukan dari para warga. Jaeminlah yang sudah menikahimu, maafkan kami yang telah mengambil keputusan tanpa persetujuan darimu, kami tahu itu salah, tapi kami lakukan demi kebaikanmu." Senior Sen menjelaskan semua yang sudsh terjadi kepadanya.


"Apapun keputusanmu aku siap menerimanya, sekarang keputusan itu ada padamu!!" Jaemin memang benar-benar pasrah.


"Apa pernikahan ini sah?"


"Tentu saja pernikahan ini sah secara hukum dan agama. Karena kami tidak akan bermain-main dengan pernikahan, kami punya bukti bahwa penikahan kalian memang sah!!!" jawab senior Sen sambil nenyerahkan buku nikah kepada Jaemin dan Reyna.


"Buku nikahnya sudah jadi??"


"Sudah, Reyna sekarang aku tanya apa keputusan kamu tentang pernikan ini??" Senior Sen menanyakan tentang keputusan Reyna.


"Ini keputusan yang sulit apa lagi ini penikahan secara hukum dan agama, aku tidak busa memutuskan apa-apa!!" Reyna mulai mengeluarkan air mata setelah mendengar semuanya.


"Reyna apapun keputusanmu aku siap menerimanya meskipun kamu minta ingin pisah aku siap!"


"Jika aku pisah dengannya setelah kemabali kerumahku dan aku mulai kuliah lagi pasti Mark si brengsek itu akan menggangguku lagi!" gumam Reyna dalam hati sambil melihat kearah Senior Sen dan Jaemin.


"Mungkin kita jalani aja dulu, jika salah satu dari kita merasa tidak nyaman baru kita bicarakan soal perceraian!!" senior Sen tersenyum karena melihat Reyna yang mulai memahami keadaan yang sudah terjadi.


"Baiklah aku terima keputusanmu."


"Kalau gitu aku permisi dulu!"


"Senior Sen makasih!!" Jaemin langsung memeluk senior Sen sedangkan Reyna melihat mereka berdua sambil senyum-senyum sendiri.


"Lumayan lah dari pada aku sama Mark mending sama dia anggota academy!!!" gumam Reyna sambil menahan tawanya.


"Kamu kenapa? apa ada yang sakit?" Tanya Jaemin setelah senior Sen keluar dari ruangan.


"Enggak ada, kamu kok pakek seragam yang sama kayak senior?"


"Senior Sen maksud kamu? Dia senior aku, seragam ini khusud untuk anggota academy!!" Reyna hanya diam saja mendengarkan penjelasan dari Jaemin.


"Academy apa?"


"Academy AB (Angkatan Bersenjata)!!" Reyna makin kebingungan dengan perkataan dari Jaemin.


"Academy AB?? apa semacam wamil (wajib militer)??"


"Ya hampir sama, tapi pelaksanaannya aja beda!!" lalu Reyna mengangguk-ngangguk meskipun tidak paham dengan perkataan dari Jaemin.

__ADS_1


"Aku harus manggil kamu apa??"


"Panggil aja aku Jaemin!!!" Jaemin pun tersenyum karena dia mulai bicara seolah-olah sudah mengenal satu sama lain.


"Jaemin, kalau gitu panggil aja aku Reyna!!"


"Udah tahu kali!!" gumam Jaemin sambil tersenyum saat Reyna memperkenalkan diri.


"Tunggu deh tadi kayaknya senior Sen tahu namaku? tahu dari mana coba namaku??" Reyna begitu kebingungan karena senior Sen tahu kalau namanya Reyna.


"Kamu lupa aku ngasih apa tadi??" Reyna terdiam setelah mendengar perkataan Jaemin soal namanya.


"Dompet!!!"


"Hahaha, kamu tuh lucu. Aku pikir kamu akan marah-marah karena nikah tanpa sepengetahuan darimu. Bahkan orang tua kita!!!" dengan suara pelan.


"Aku sih enggak masalah tapi enggak tahu kalau orang tuaku??"


"Aku tanya, apakah kamu siap untuk menjadi pendamping aku? jika kamu siap maka aku akan menemui orang tuamu untuk meminta restu." Jaemin mulai serius dengan perkataannya terhadap Reyna.


"Tapi kan aku masih kuliah??"


"Masalah kuliah itu gampang, yang terpenting kamunya mau apa enggak??" Jaemin benar-benar serius dengan perkataannya untuk menjalin hubungannya dengan Reyna.


"Jika aku mau, apakah aku masih boleh kuliah??" Jaemin tersenyum mendengar perkataan dari Reyna.


"Boleh tapi kamu nunggu aku selesai disini dulu gimana??"


"Sampek kapan??" jawab Reyna dengan wajah cemberut.


"Satu minggu lagi bisa kan??"


"Yaudah bisa tapi aku boleh Pinjem ponsel kamu??" Reyna meminta Jaemin untuk memberikan ponselnya kepada Reyna.


"Iya, kasihan mama pasti khawatir dengan keadaan aku. Tapi ya udahlah toh mereka enggak pernah menganggapku ada!!" ujar Reyna sambil menghela nafas.


"Kenapa muka kok kusut gitu??"


"Udahlah enggak usah dibahas, ngomong-ngomong aku bosen disini pengen keluar!!!!!"


"Yaudah kita jalan-jalan keluar menghirup udara segar supaya kamu enggak bosen gimana???" Reyna tersenyum setelah mendengar perkataan Jaemin.


"Yaudah yuk, aaawwhh!!!" karena kecerobohannya Reyna dia sampek-sampek dia bangun terburu-buru sehingga luka di perutnya sehingga dia merasa kesakitan.


"Hahahaha!!"


"Kok malah ketawa sih, ini beneran sakit!!" ujar Reyna dengan wajahnya yang sangat kesal kepada Jaemin yang menertawainya.


"Lagian kamu udah tahu luka semua tapi malah bangun terburu-buru, emang siapa yang ngejar??"


"Enggak ada!!!" Jaemin menghela nafas mendengar peekataan dari Reyna yang memelas.


"Yaudah sini aku bantu!!" Ketika Jaemin menghampiri Reyna hatinya Jaemin berdetak begitu kencang begitu juga dengan Reyna, sehingga mereka saling bertatap muka selama lima menit.


"Jaemin makasih."


"Makasih untuk apa??"


"Untuk semua yang kamu lakukan!!" mendengar perkataan Reyna Jaemin langsung memeluk Reyna dengan penuh kasih sayang.


"Jaemin!!!"

__ADS_1


"Hey kenapa kamu nangis?" jawab Jaemin sambil menghapus air mata yang keluar dari mata Reyna.


"Baru kali ini aku mendapatkan pelukan dari seorang laki-laki!!" gumam Reyna sambil melihat ke wajah Jaemin.


"Rey, Reyna!"


"I, i, iya ada apa??" Reyna terkejut mendengar perkataan Jaemin yang memanghil namanya tapi tak di hiraukan olehnya.


"Ih ni anak di tanya enggak jawab!" sehingga rencana mereka ingin jalan-jalan cari angin terbatalkan begitu saja.


"Enggak papa, aku cuman inget seseorang yang pernah melakukan itu tapi??"


"Tapi apa Rey????"


"Tapi dia merusak kepercayaanku!!"


"Pacar kamu melakukan hal itu??" tanya Jaemin sambil menatap wajah Reyna yang penuh dengan rasa kecewa.


"Emm, tapi untungnya aku tidak terlalu suka padanya jadi aku meminta kepadanya untuk putus!!"


"Syukurlah kalau kamu putus." Reyna terkejut karena Jaemin terlihat senang Reyna putus dari pacarnya.


"Emangnya kenapa kalau akh enggak putus??"


"Cowok kayak gitu enggak pantes di pertahanin!!!"


"Memangnya kamu enggak pernah kayak gitu??" pertanyaan Reyna membuat Jaemin terdiam.


"Bukannya tidak punya pacar tapi gadis yang aku suka di jodohkan dengan seniorku, makanya aku di paksa menikah denganmu!" gumam Jaemin sambil melihat ke arah Reyna yang penuh dengan rasa penasaran.


"Jaemin ih malah melamun, jaemin nanti setelah aku keluar dari rumah sakit ajak aku jalan-jalan ya??"


"Ok jika aku tidak ada latihan!!"


"Masa buat istri kamu enggak mau??" jawab Reyna terkekeh akan perkataannya kepada Jaemin sambil pura-pura melihat kearah lain.


"Oh kalau demi istri ya oklah aku bisa izin!!" jawab Jaemin sambil mengacak-ngacak rambutnya. Semenjak saat itulah hubungan mereka akur merek Memulai hubungan mereka dari berteman sehingga mereka memiliki rasa nyaman satu sama lain.


"Jaemin, kamu saudara??"


"Aku punya adek, dia masih SMA!!" Reyna Mengangguk-ngangguk.


"Cewek atau cowok??"


"Adek aku cewek kenapa?"


"Enggak papa sih, emang salah ya kalau istri ingin tahu tentang keluarga suami??" jawab Reyna sambil mengedip-ngedipkan matanya sehingga Jaemin tersenyum karena ulahnya.


"Iya-iya, kamu sendiri gimana??"


"Aku anak tunggal tapi tak pernah dianggap!" dengan wajahnya yang sedih mengingat tentang keluarganya.


"Kenapa kamu bicara seperti itu?"


"Papaku menginginkan anak laki-laki tapi malah anak perempuan, semenjak itu papa selalu marah-marah sama aku. Bahkan papa juga kasar sama istrinya, papa jarang ada di rumah dan tidak pernah menepati janjinya." Mendengar ceritanya Reyna Jaemin mengelus kepalanya Reyna dan memeluknya sehingga Reyna mulai tenang setelah mendapat perilaku itu dari Jaemin.


"Rey, kamu tahu enggak gimana perasaan aku saat aku sudah sah jadi suami kamu??"


"Memangnya kenapa?"


"Aku pikir kamu akan marah dengan keputusan yang aku pilih!!" Reyna tersenyum mendengar perkataan Jaemin tentang perasaannya.

__ADS_1


"Aku orangnya enggak kayak gitu kok yang penting kamu sudah jujur itu udah lebih dari cukup buat aku!!"


"Makasih ya sudah hadir dalam kehidupanku, ya walau kita di pertemukan dengan cara yang seperti ini!!" ternyata rasa takut Jaemin sudah terbayar dengan pengakuan Reyna. Merekapun mulai saling terbuka satu sama lain, bahkan Reyna mulai terbuka terhadap Jaemin.


__ADS_2