Aku Bukan Anak Pelacur

Aku Bukan Anak Pelacur
PDKT


__ADS_3

Gemuruh di lapangan basket telah menyita perhatian Kasih.


Matanya tidak lepas dari tubuh jangkung milik Arya Dirgantara.


Cowok kelas 3 yang menjadi rebutan seantero siswi Tunas Bangsa.


Cowok itu tersenyum ke arah penonton membuat kalangan para cewek menjerit senang kecuali Kasih .Gadis itu masih dingin. Ia tau kalau Arya menaruh rasa suka padanya.


Kasih bukanlah bangga bila dia kelak menjadi pacar seorang idola di sekolahnya.Gadis itu justru selalu menghindari Arya.Seperti pagi ini ketika semua murid perempuan mencari perhatian cowok itu ,dia memilih untuk pergi ke perpustakaan.Namun langkahnya terhenti sesaat.


"Hei,kita ke kantin yuk" Sapa Arya pada Kasih selepas pertandingan.


"Aku..." Kata Kasih gugup.dia melihat dibelakang Arya banyak cewek yang mengelilinginya membuat ia tak enak hati. Kasih beranjak pergi.Dia tak ingin menganggu kesibukan para cewek yang berusaha mencari perhatian Arya.


"Kas,kita harus bicara" Kata Arya mengejar langkah Kasih.


"Apalagi? Perasaan aku gak punya masalah ama kamu"


"Kenapa sih lo selalu menghindari gue?salah gue apa"?


" Kamu gak salah tapi tolong jauhi aku.aku gak mau terlibat masalah sama cewek yang suka ama kamu"


"Jadi lo cemburu?"


"Apa?! Cemburu??hahaha lucu ya kamu itu.cowok kepedean" Kata Kasih marah.


"Kasih,tunggu" Pegang Arya


"gue sayang lo dan gue gak akan berpaling .gue yakin cinta ini tulus dan sejati" Sambung Arya berusaha menyakinkan Kasih.


"Bushlit..berapa cewek yang kamu tipu dengan ucapan manis kamu" Kasih melepas cengkraman Arya.


Dengan nada marah ,Kasih berbalik arah menuju kelasnya.Huft. ... dengan kesal dia menjatuhkan pantatnya di kursi.Shasa,teman sebangkunya hanya geleng geleng kepala melihat sikap Kasih.


"Ada apa sih Kas?"


"Biasa itu tuh anak sebelah kelas kita pamer ketampanan" Sahut Kasih dengan nada kesal.


"Siapa sih? " tanya Sasha pura pura tidak mengerti.


Dia sebenarnya tahu siapa yang dimaksud dengan anak sebelah kelas. Yang tak lain adalah Arya, cowok tajir nan cute. Cowok itu selalu berangkat ke sekolah mengendarai mobil. Tak heran banyak yang suka dengannya. Entah karena mukanya yang cute atau karena dia tajir. Sasha sendiri heran kenapa seorang Arya Dirgantara yang anak konglomerat di kota itu mengejar ngejar Kasih yang hanya dari keluarga biasa. Apakah ada maksud lainnya. Tapi Sasha belum bisa memastikan apa motif pdkt si Arya kepada Kasih.


"Simpan energi kesal kamu Kas, bentar lagi kita ulangan matematika loh, entar nilainya jeblok lagi kalau mikirin Arya hahaha"


"Apaan sih Sha, "

__ADS_1


Pelajaran pun berlanjut. Kasih dengan cepat menyelesaikan soalnya. Dia tergolong murid cerdas. Peringkat pertama selalu dia duduki. Kasih sebenarnya orangnya supel dan ramah sama orang. Tapi sejak ada masalah di keluarganya dia mendadak jadi pendiam. Bahkan banyak teman yang menjauhi dia. Hanya Sasha yang masih setia menjadi temannya.


Bel berdentang tanda pulang. Kasih tersenyum. Gadis itu merapikan alat tulisnya.


"Aku duluan ya Sha" kata Kasih pada sahabatnya.


" Kamu gak mau pulang bareng sama aku Kas? " tanya Shasa hati hati.


" Bukannya gak mau , cuman takut aja kalau lama kelamaan aku tergantung sama kamu. entar bakal repot urusannya. "ujar Kasih sambil tersenyum.


Sasha menghela napas,


" ya udah , hati hati ya Kas di jalan nanti"


Sinar matahari menyinari bumi pertiwi dengan garangnya.panas terik membuat siswa berteduh di emper emper toko atau rindangnya pepohonan.Tetapi seorang gadis tak peduli betapa teriknya matahari.Ia bergegas menyusuri jalan menuju halte.Beberapa kali dia menolak ajakan teman temannya untuk pulang bersama.


Sampai akhirnya sebuah mobil menepi dan pemiliknya turun.


"Sampai kapan lo akan berdiri di sini Kas??Ayolah pulang sama gue.nanti gue antar." Ujar Arya.


Kasih melirik sekilas.walau pun suasana halte tak begitu ramai lagi tapi dia melihat diujung jalan ada Celsi yang menatapnya dengan penuh kebencian.


"Tidak, terima kasih .aku lebih baik pulang naik bis . itu lebih nyaman daripada naek mobilmu" Ujar kasih lalu menyetop bus yang tengah lewat.Tinggallah Arya yang dengan kesalnya menendang botol minuman ringan yang ada dijalan.


"Sial"


Kenapa juga naik bus lebih nyaman?desak desakan gitu dibilang nyaman?umpat Arya dalam hati.


huh gagal lagi deh rencana gue mendekati dia.kenapa sih dia angkuh kayak gitu.Apa gue bukan tipenya..??tunggu saja gue akan membuat lo jatuh cinta sama gue dan kemudian mencampakkan lo.


Kemudian dia menuju ke mobilnya.Ada celsi yang tengah memamerkan senyum padanya.


"Boleh nebeng Ar?" Pinta Celsi.


"Naek Lah" Ujar Arya.Celsi dengan senang hati membuka pintu mobil depan


Sesaat kemudian mereka meninggalkan area halte.Meninggalkan kebisingan lalu lintas.Di perjalanan dengan berani Celsi bergelayut manja .dan Arya pun menikmatinya sambil fokus menyetir.


"lo ngapain hampiri anak haram itu ? " tanya Celsi pada Arya.


"Gak ada apa apa kok, cuman pengen kenal aja"


"huh,,lo itu gak pantas kenal sama dia, orang tuanya gak jelas." kata Celsi sebal.


Arya melirik ke Celsi. cowok itu tersenyum.

__ADS_1


"Rumah lo mana? "


" Di area perumahan Y"


" oke"


Tiba perumahan tersebut Celsi turun,


"Gak mau mampir nih? "


"Next time aja Cell,, oya untuk ke depannya jangan campuri urusan gue buat deketin Kasih"


" kenapa ? "


"Gue gak suka ada orang yang ikut campur tangan. Kalau lo masih pengen deket sama gue, turuti aja kata kata gue tadi. gue mau cabut" Ujar Arya langsung melajukan mobilnya. Meninggalkan Celsi yang sangat keheranan dan penasaran kenapa Arya masih mau mendekati Kasih.


*Rumah Kasih*


Kasih tiba dirumah.Dia menghembuskan nafas dengan lega.Ada perasaan bahagia ketika tadi Arya menghampirinya.Ada debaran aneh yang menari nari di dalam hatinya


Tapi Kasih menepis rasa senangnya.Dia sadar siapa dirinya.Ia kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Kasih tertegun begitu tiba di ruang tamu. Ia mendekati Hermawan sang ayah yang tidur di sofa.Tercium bau alkohol dari tubuh papanya.


Kasih memalingkan mukanya.Dia sangat kecewa sekaligus muak dengan kelakuan papanya.


Gadis itu beranjak menuju kamarnya.ia ingin menenggelamkan semua beban yang selama ini dia simpan.


Ketika melewati kamar orang tuanya.Terdengar Ita,sang mama sedang bicara


" Oke nanti malam kita ketemu"


Kasih mengurungkan niatnya menuju kamar.Dia mengetuk pelan pintu mamanya.Dilihatnya Ita sudah mengakhiri pembicaraan . Wanita itu tersenyum ke anak gadisnya.


"Sudah pulang Kas?"


"Telfon dari siapa ma?" Sahut Kasih tanpa menjawab pertanyaan mamanya.


"Oh,kamu denger ya tadi? Itu dari temen ngajakin ketemu entar malam" Kata mama Ita dengan enteng.


"Oh" Kasih tersenyum kecut.Dilihatnya mama Ita tampil dengan make up yang tipis tapi kecantikannya masih menonjol.


""Kenapa Kas? kok liatin mama kayak gitu? mama gak pantes ya dandan?"


"iya ma,,soalnya mama kalau dandan cantiknya ngalahin Kasih "


"Ah,kamu bisa aja sayang. Kasih juga cantik .oya mama tadi masakin sayur lodeh kesukaan kamu. dihabisin ya"

__ADS_1


kasih mengangguk perlahan.Kasih kemudian berjalan ke kamarnya.


__ADS_2