Aku Bukan Anak Pelacur

Aku Bukan Anak Pelacur
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Setelah mandi, Kasih turun. ia menuju dapur. Dilihatnya sang mama tengah bersiap siap dengan perlengkapannya.


Tak urung kasih pun bertanya, " mama mau kemana sih, tumben amat ngeluarin koper segala"


" mau keluar kota Kas, teman mama lagi buka butik. disitu mama diajak. "


" berarti nginep dong ma!? "tanya Kasih polos.


" iya sayang, maaf ya, ngasih kabarnya mendadak. gak apa apa kan? "


"Berapa hari ma keluar kotanya?"


"paling 3-4hari.. jaga rumah ya kas" Senyum Ita.


Kasih hanya mengangguk.Membiarkan sang mama mengemasi baju-bajunya. Sejenak dia mengedarkan pandangannya ke ruang tamu.Sang ayah sudah tidak ada lagi.


" Ma,, mama pamitan juga sama papa?"


"Enggaklah Kas,nanti cekcok lagi. Pusing mama sama dia,tiap hari mabuk- mabukan .gak nyari kerja. mau dapat uang darimana coba kalo mama gak kerja"


"Kerjaan mama halal kan ma" tanya Kasih hati hati.


" Kenapa? kamu gak suka mama kalau kerja sering keluar kota?"


" bukan gitu ma,,tapi tetangga bilang..."


" Jangan dengerin kata tetangga, mereka gak nafkahi kita" potong Ita.


" Udah ya ,mama berangkat dulu.tuh udah ada yang jemput" kata Ita Sembrani mengecup kening Kasih.


Kasih mengekor mamanya ke ruang tamu,menyibak tirai jendela.Dilihatnya sang mama naik mobil mewah. Dia tidak tahu siapa yang menjemputnya.Laki-laki atau wanita.Yang pasti Kasih sudah meragukan kepercayaan yang dia berikan ke mamanya.Setelah mobil itu berlalu .Kasih kembali ke kamarnya. meraih sebuah diary yang selalu menemaninya setiap hari.


*H*ati ini menjerit meminta keadilan.


Yang tak bisa diraih.


Kebahagiaan timbul tenggelam.


Kerinduan terkikis oleh gelombang kebencian.


Hati ini membenci kepalsuan.


Jati diri yang terbentuk hanya fatamorgana


Waktu berganti sifat berubah.


Dalam sekejap mata semua hilang.


Cinta laksana duri


Tapi juga laksana bara semangat.

__ADS_1


Namun hatiku terselimuti kabut gelap keangkuhan.


Hatiku meminta kasih sayang.


Sikapku memberi keangkuhan.


Hatiku merana meminta cinta.


Sikapku menoreh luka.


Kasih menutup diary.Ia sebenarnya kesal terhadap dirinya sendiri.Masa sih kedinginan menyelimuti sikapnya terus.Bete..! Kasih juga tidak tahu.Kenapa dia bersikap angkuh pada Arya.Cowok itu memang punya kharisma yang mempesona.Dari tampangnya saja dia sudah mirip sama artis lagipula banyak cewek cewek yang ngejar ngejar dia.Kok dia malah suka ama Kasih yang super super cuek itu.Kasih saja sampai bingung kenapa cowok itu menyatakan rasa suka padanya.Toh selama ini Kasih selalu menjauhi cowok itu.Apa yang menarik hatiku ya? Batin Kasih.


hah...Kasih menghembuskan nafas kasarnya. Dia bingung menghadapi Arya yang kian hari gencar mendekatinya. Apalagi Arya seakan tak peduli dengan siswi lainnya yang terang terangan menyatakan perasaan kepada Arya.


"Hei" Tepuk seseorang dari belakang.


"Ngapain kamu?" Tanya Kasih .


"emm,, ngelamun mas Arya ya" goda Sasha.


"Hah,Arya? Ngapain mikirin dia" Balas Kasih menutupi.


"Alah mulut sama hati itu beda lho" Kata Sasha memojokkan.


"Anak kecil juga tahu kali" Sahut Kasih dongkol.


Sasha lantas duduk di pinggir bangku.Menatap lurus ke arah Kasih.


"Mata fungsinya untuk melihat " Balas Sasha.


"Udah tau non,tapi omongan kamu gak nyambung" Kata Kasih sambil memukul kening sahabatnya pelan


"Aduh!!" Teriak Sasha terdengar keras.Padahal gak sakit sakit amat.kok teriakkan Sasha keras sekali ya?hehehe udah deh jangan dipikirin lagi.emang tuh anak suka lebay.


"Malam minggu malam yang mengasyikkan" Sasha bersiul siul.Tuh anak lagi kumat nyanyi.Udah suaranya kayak panci rombengan eh sekarang malah menambah volume suaranya .


:


"Ngapain kamu teriak teriak kayak orang gila aja" kata Kasih kesal.


"Alah,kamu pake alasan.Bilang aja kamu rindu ama Arya" Kata Sasha lebih kenceng. Seketika Kasih membungkam mulut sahabatnya.


"Udah deh,jangan nyebut Arya lagi.Aku mau fokus belajar nih" Balas Kasih.


"Kas,enak lho punya pacar itu.berangkat sekolah dijemput pulang sekolah diantar." Sasha menawari pendapatnya


" Emang kayak apa sih?"tanya Kasih membuka buku


"Kamu gak akan pernah tau rasanya kalau kamu gak pernah nyoba" Kata Sasha


"Tahu gak sebenarnya aku juga pengen tapi gak tau deh dengan siapa" Sahut Kasih asal.

__ADS_1


"Dulu aku saranin ama si niko kamu tolak.sekarang sama Arya kamu tolak juga padahal tuh cowok naksir berat sama kamu" Ujar Sasha berbalik arah.


"Kalau aku gak cinta tetap aja gak bisa" Sungut Kasih kesal bila sudah di kaitkan dengan Arya.


"Zaman modern kayak gini banyak yang gak nuntut cinta tapi cuma sekedar hiburan belaka Kas" Sasha berkata tegas.


"Tapi aku beda Sha, aku gak bisa terima seseorang kalau aku gak cinta ama dia.dan ingat Sha,cinta itu gak bisa dipaksain" Kasih bersikukuh mempertahankan pendapatnya.


"Up to you.aku mau bobok cantik dulu biar semua keruwetan di sekolah hilang"


Kasih mengangkat bahunya.Dan kemudian menarik selimutnya. Bersiap -siap untuk mengarungi mimpi indahnya.


Tapi sudah satu jam berlalu,gadis itu hanya membolak-balik- badan berharap dapat memejamkan matanya. Kasih bangun tatkala dia mendengar suara bel.


Dengan langkah gontai dia berjalan ke arah pintu. dan Ceklek...!


"papa?"kalimat Kasih menggantung tatkala melihat Hermawan masuk dengan muka ditekuk.


Pria paruh baya itu duduk di sofa. Menatap kasih yang masih berdiri termangu .


"Kamu mau pilih papa atau mama"?ujar Hermawan.


"maksud papa apa?? kasih gak mau memilih .Kasih ingin keduanya"


Hermawan menghela napas.Dia bingung haruskah dia memberitahu Kasih tentang rencananya.


"Pa?"


"Papa akan bercerai dengan mamamu!"


"kenapa?"


"Kesabaran papa sudah tidak ada lagi


menghadapi mamamu yang pergi seenaknya. Kalau dulu tahu begini rasanya papa tidak ingin


menikah dengan mamamu. Tapi kamu butuh kasih sayang seorang ibu"


"maksud papa kok seakan aku bukan anak mama"


Hermawan menatap lurus ke depan.kemudian menghela napas lagi.


"mungkin saatnya kamu tahu nak,kalau mamamu bukan mama kandungmu.Papa menikah saat kamu berusia 2 bulan,"


"Apa?!"Kasih shock mendengar cerita papanya.


"Maafkan papa nak,,papa tidak layak menjadi papamu. Papa tidak berguna."


Ada buliran air mata disudut mata Hermawan.


"Pa,hentikan kebiasaan papa minum alkohol.soal mama,jangan diceraikan mama.mama telah merawat ku sejak bayi. Aku udah sayang sama mama.Kita berdoa saja pa,kalau mama akan berubah.tidak kerja diluar terus.Kita harus menyadarkannya bukan malah meninggalkan mama.Kasih balik ke kamar lagi Pa, makasih sudah bercerita ini sama Kasih. Meski Kasih saat ini masih shock.Tapi tolong pertimbangkan permintaan Kasih tadi Pa,"ujar Kasih sebelum dia masuk kamar.

__ADS_1


__ADS_2