
Di Sana terlihat mama Ita dengan wajah pucat pasi.
kasih tertegun,dia merasa kasihan dengan apa yang menimpa mamanya.Perlahan diraihnya tangan Ita,
Kasih tak kuasa menahan air matanya.Dia merasa bersalah tatkala mengingat pikiran kotornya untuk menjauhi mamanya.Dia gak seharusnya berpikiran buruk terhadap mama ita,walau bagaimanapun yang membesarkan Kasih adalah Ita. wanita yang berprofesi sebagai PSK. Biarlah semua yang terjadi memang mungkin kehendak Tuhan untuk membuat Ita sadar.
" ma,,, mama lekas sembuh ya. maafin Kasih tidak bisa jagain mama.maafin kasih yang udah berfikiran negatif sama mama. Kasih sayang sama mama."kata Kasih diantara isak tangisnya.
"Kas,udah,,kita berdoa saja semoga mama kamu cepat sadar " kata sasha.
Kasih mengangguk.kemudian mereka berdua meninggalkan ruangan Ita.
Setiba di luar ruangan Kasih menanyakan pria berjas tadi kepada suster.
" Mohon maaf mba,tadi masnya buru buru jadi gak sempet bilang namanya" kata suster itu.
Kasih menghela napas .
'Sebenarnya siapa pria itu? kenapa dia baik sekali sama aku? 'hati Kasih bertanya tanya.
Kemudian ia berjalan menuju taman rumah sakit.Memandang kupu kupu yang tengah berterbangan ke bunga bunga.Kasih tersenyum.Perlahan beban di dadanya sedikit terhempas.Lama ia termenung menyaksikan kupu kupu hingga dia tak sadar kalau Sasha sudah berada di sampingnya.
"minum dulu Kas" ujar Sasha sembrani menyodorkan minuman ringan ke arahnya.
Tangan Kasih meraih botol tersebut.membuka dan meneguknya sampai separo.
" Makasih ya Sha"
__ADS_1
"Tuh kan dibilangin gak usah sungkan sama aku." Sasha cemberut.
" iya iya..maaf ya"
"oya Kas,tadi siapa yang dimaksud suster itu"
Kasih hanya mengangkat bahu.
"Tuh kan gak mau jujur sama sahabatmu ini" Sasha kembali merajuk.
Kasih tersenyum.Dia memandang Sasha.
Sampai akhirnya dia buka suara.
" Aku gak tahu dia Sha,Dan aku gak kenal dia"
Kasih menatap ke arah Shasa.
"Ayolah aku bercanda Kas .Oya...kamu udah hubungin papa kamu belum Kas? kalau mama Ita dirawat di rumah sakit?"
Kasih menggeleng pelan.Baginya rumit dan malu kalau dia harus menceritakan keadaan mamanya meskipun itu kepada papanya.Sasha menggenggam jemari Kasih.
" Seburuk apapun mamamu,Kamu harus cerita kepada papamu Kas, karena bagaimana pun juga papamu adalah suami mama kamu" ujar Sasha bijak.
"Tumben bijak sekali kamu"
"Aku hanya ingin memperbaiki diri saja Kas,"
__ADS_1
"oya,,nemu cowok alim dimana tuh?" kata Kasih sambil tersenyum
.Baginya Dimas adalah sosok pria yang pendiem dan ramah.Dia bahkan heran kenapa Sasha yang dulunya centil kini berpakaian menutup.bahkan jilbabnya menambah kecantikan Sasha.
"Ceritanya cukup panjang Kas,kamu benar,, cinta itu gak bisa dipaksain karena semakin dipaksain bakalan tercecer kemana mana" ujar Sasha.
kemudian kedua sahabat itu berangkulan. Ada kehangatan dan kedamaian yang menyeruak di dalam hatinya.
Hari makin sore,Sasha pun berpamitan.
" Laen kali aku akan ke sini Kas,nemenin kamu.oya kamu kerja dimana sekarang?"
"Aku kerja di pt xx"
"bagian apa ?"
"OB"
"Apa?!" Sasha terkejut mendengarnya.
Ah,bagaimana mungkin si pintar ini menjadi OB, kalau saja Kasih mau ,dia bisa kerja ditempat perusahaan ayahnya.Tapi Sasha tahu sifatnya Kasih yang tak mau merepotkan orang lain membuat Sasha hanya bisa terdiam.
" maaf ya Kas"
"gak apa apa sha,titip salam sama bibi dan paman ya" Kasih menyunggingkan senyum.
"iya"
__ADS_1
Akhirnya setelah melepas kepergiaan Sasha,Kasih kembali termenung .