Aku Bukan Anak Pelacur

Aku Bukan Anak Pelacur
Menukar Bayi


__ADS_3

Akhirnya sebelum perutku membesar. Aku mengajukan resign. Alex kelihatan senang saat aku resign.


" Bagus. Lebih baik kamu menghilang dari hadapanku. Ini ada uang 1 milyar. Bawa sejauh mungkin. Aku tak ingin melihatmu. Dan satu lagi aku tak ingin kamu hamil..! " ujar Alex penuh penekanan.


Aku menelan ludah, bisa dipastikan seandainya dia tahu aku tengah berbadan dua mungkin saat ini juga aku harus aborsi. Tapi aku tak mau melakukannya. Ini buah cintaku pada alex meski Alex tak pernah mau mengakuinya biarlah aku menyimpan erat rahasiaku ini. Kubawa tas yang isinya uang 1milyar. Aku butuh ini untuk kehidupan ku selanjutnya.


"matre juga" gumam Alex terdengar pelan namun aku mendengarnya. Saat itu juga aku ingin tahu siapa istri Alex ini.


Dan rupanya Tuhan mengabulkan keinginanku. Tiba-tiba pintu diketuk orang dan orang itu langsung menghambur ke pelukan Alex.


"Papi kita makan di diluar yuk.. Radit kangen sama papi" ujar seorang bocah kira kira usia 5tahun.


" Baiklah jagoan, papi akan menuruti semua keinginan Radit"


Kulihat istrinya sejak tadi cemberut. Ah kenapa aku melihatnya sih runtuk ku dalam hati.Tapi aku heran kenapa wanita itu memasang wajah yang tak enak dilihat.


"Kalau saja Radit tak ingin ketemu dengan papinya. Aku juga tak ingin bertemu dengan mu" ketus sang wanita terdengar jelas di telingaku.


"Mih, kamu masih marah sama aku? Berita itu terlalu heboh dan kamu tahu kan kalau aku dijebak" kilah Alex.


Wanita itu hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Dijebak tapi kamu sangat menikmati malam panas mu kan? Jangan lupakan itu mas. Walaupun kamu dalam keadaan mabuk. Kamu telah mengkhianati cinta dan kepercayaan ku selama ini. Dan tidak ada kata maaf untukmu. Aku akan mengurus perceraian kita secepatnya. Asal kamu tahu saja mas. Aku datang ke sini juga atas permintaan Radit"


Terdengar Alex menghela napas.


"Terserah kamu mih"


Ternyata mereka akan bercerai. Rasanya ada rasa senang di hatiku melihat mereka yang akan berpisah. Baik lex,akan aku turuti kemauan kamu . Tapi lihat saja apa yang akan aku lakukan untukmu kedepannya. Batinku dalam hati.


9 bulan pun berlalu. Aku melahirkan seorang bayi perempuan. Tanpa ditemani seorang suami dan sanak kerabat, hatiku pun merasa pilu. Sayup-sayup ku dengar bahwa di rumah sakit tempat ku melahirkan ternyata istrinya Alex juga melahirkan seorang bayi perempuan. Entah bisikan setan mana aku tersenyum. Ide gila yang melintas di kepala ku adalah menukar bayiku dengan bayi kepunyaan istri Alex. Biarlah bayiku merasakan kemewahan dan kasih sayang ayahnya. Tepat jam 12 malam, aku menghampiri kamarnya .Dan sepertinya Dewi fortuna berpihak padaku. Tidak ada seorangpun yang melihat aksiku. Ku pandangi lekat anakku sebelum ku tukar. "Maafkan ibu nak, semoga engkau bahagia di sana bersama ayah kandungmu. Kalau kamu bersama ibu, Ibu tidak sanggup apa bisa membiayai hidup kamu. Sedangkan ibu belum menikah. Suatu saat nanti bila kita bertemu, Jangan hukum ibu. Ibu melakukan semua ini untuk kebaikan kamu. Karena ayahmu tidak mau mengakui mu"


Setelah menukar bayiku. Aku berniat untuk bergegas pergi dari Rumah sakit. Aku berniat untuk pergi jauh. Namun ternyata di depan pintu muncul Alex dengan tatapan tajam.


"Apa yang kau lakukan di ruangan istriku" ucap Alex dengan suara berat menahan amarah.


"bagaimana seandainya kalau aku membeberkan pada dunia bahwa akulah yang dulu kamu perkosa tuan dan mengandung anakmu tapi ternyata kamu tak mengakuinya. Kira kira berita apa yang bakal meledak besok"


"kamu mengancam ku? "


"Aku tidak berani tuan. Tapi bila tuan tidak menghalangi aku pergi maka aku berteriak sekarang juga"


"bayi siapa yang kamu gendong itu? "

__ADS_1


"Tentu bayiku"


"Jangan berlagak bodoh Ita, Itu anakku ada tahi lalat di telinganya nya mau bawa kabur kemana anakku"


Aku tersenyum. Ternyata dia jeli juga. Aku melirik ke arah telinga kiri bayi Alex. ternyata benar . Ada tahi lalat yang berukuran lumayan gede.


"baiklah tuan Alex, Aku mengalah dan terus terang aku memang menukar bayiku dengan bayimu . Ups tapi yang berada di sebelah istrimu juga anakmu kan. Anak seorang pelacur sepertiku"


"Jangan pernah ikuti aku. Kalau kamu tidak mau hancur tuan. Aku tidak akan membunuh bayi ini. Aku akan membawanya pergi karena itu gara gara kamu gak mau bertanggung jawab. "


Alex mengepalkan tangannnya. Dia menahan amarah yang terpendam tapi tidak bisa melampiaskannya.


"Temui bayimu sesekali tidak apa -apa tuan. Aku akan mengenalkannya untukmu sebagai om-nya."


"kamu... "


Tak lama istrinya sadar dari bius pasca operasi sesar. Aku pun menoleh.


" Selamat ya Nyonya, anaknya cantik" aku memberi ucapan.


"Terima kasih . Ibu juga melahirkan? "

__ADS_1


" Iya nyonya. Kalau begitu saya permisi"ujarku melenggang pergi.


__ADS_2