Aku Bukan Anak Pelacur

Aku Bukan Anak Pelacur
Jadian


__ADS_3

Kasih masih termenung sendirian di perpus.Buku yang dipegangnya tak berubah halaman.Kepala Kasih rasanya mau pecah saat mengingat ucapan papanya tempo hari. 'Tapi siapa ibu kandungku 'ujar Kasih dalam hati.Gadis itu menghela nafas panjang. belum kelar urusan rumah ditambah urusan dengan Arya.Apakah harus menerima cowok itu atau mencoba menolaknya. Kasih bingung . Dia tak menyadari kalau sahabatnya Sasha yang berada di sampingnya hanya bisa geleng geleng kepala.


" Kas,, lo mikirin apa sih" tanya Shasa pelan. Tak ada pergerakan dari Kasih. Kasih masih tenggelam dalam kebingungannya.


"Kas,bangun" Kata Sasha tepat di telinga Kasih


.Spontan saja Kasih ingin meloncat dengar suara cempreng itu tapi untung saja tidak.Kasih mengatur nafasnya.bisa disangka orang gila beneran nanti.


"Ngapain selalu ganggu"Kasih pura-pura cemberut.


" Aduh my friend kok cemberut amat.Dari tadi gue udah berkoar koar sama lo. tapi lo tetap fokus ama lamunan lo. Nih ada surat buat lo..Mau gak baca ini" Ujar Sasha sambil merogoh sesuatu dari sakunya.


Kasih terbelalak menatap benda itu.Sampul surat?! Dari siapa nih.Dengan tak sabar Kasih merebut sampul merah jambu itu kemudian berlari menghindari Sasha.Yah,,biar gak diganggu ama manusia jahil


itu.


"Cie,,yang mau baca surat dari yayang.menghindar ih" kata Sasha menggoda.


Setelah dirasa cukup jauh dari Sahabatnya.Tepat dibelakang gudang Olah raga.


Perlahan Kasih membuka surat itu.


"***Teruntuk Kasih"


Senyummu,tawamu,canda mu tetap melekat dalam pelupuk mataku.


Wajahmu meruntuhkan jiwaku menabur delima kedamaian .menggetarkan sanubari kalbu


Lantunan kidung cinta membahana tiap tiap celah dinding sekat hatiku.


Kau tau ??hatiku dialiri air kesucian cinta.dan air itu dari kamu.


Kasih,,jangan kecewakan aku lagi .


Aku tidak bisa menghindari mu walau cinta yang ku miliki hanya sebatas angan.


Tapi kini,aku rindu semuanya.Aku ingin melihatmu sekali .Kukatakan cinta ini masih ada untukmu.


Kasih..


Jadikan aku mataharimu yang selalu menyinari hidupmu.


From

__ADS_1


Arya


Kasih terhenyak saat mengakhirinya.ada rasa yang menusuk hatinya.Rasa yang begitu menyakitkan .Saat harus pisah dengan Arya.Kasih yakin Arya adalah cintanya. Bergegas dia menuju ke kelas. Dia harus membuat keputusan sekarang juga. Menolak atau menerima Arya sebagai pacarnya.


Secepat kilat dia menyobek selembar kertas untuk membalas surat dari Arya.


"***Andai engkau tahu dibalik semua keangkuhan ku terselip perasaan cinta.Arya maafkan diriku.


Kasih***.


Kasih tersenyum .Senyum bahagia yang terlukis dibibirnya.Ia yakin kebekuan akan mencair tatkala hatinya ada makhluk cute bernama Arya.


Disisi lain,, dari kejauhan seseorang mengamati tingkah laku Kasih.Senyumnya tersungging manis.kemudian dia berbalik pergi.


*****


Usai sekolah perlahan Kasih mengemasi peralatan sekolahnya.Baru kali ini dia melewatkan penjelasan bu Wahyu. Guru matematika yang terkenal sangat disiplin.Kalau ketahuan bakal dihukum dengan hormat ke bendera di halaman.Sepanjang pelajaran tadi Kasih memang terbuai oleh kata kata romantis Arya.Hatinya berbunga bunga.


Tepukan halus mendarat di bahunya.Kasih menoleh, " Ada apa Sha? "


"Ditunggu pangeran tuh di area parkir" Kata Sasha.


"Apaan sih Sha"? Kata Kasih dengan wajah merona.Dia menjajari langkah Sasha yang sekarang tersenyum jahil.


" Traktir dong kalo jadiaan.anggap aja syukuran" Pinta Sasha.


Ya gadis itu gemar menuliskan puisi .mengirimkan ke berbagai media . Hanya sekedar hobi belaka tapi atas desakan Sasha akhirnya dia mencoba mengirimkannya.Akhirnya setiap ada trasferan dari tulisannya dia tabung untuk keperluan sekolahnya.


Kasih bukanlah cewek manja yang selalu punya keinginan untuk dituruti.


Dia sadar akan perekonomian keluarganya.Apalagi hanya sang mama yang kerja sekarang.Tapi tidak tahu apa pekerjaan mamanya.


"Aku duluan ya..udah janjian sama si Riko." ujar Sasha pada Kasih.


"oya,gue nitip Kasih ya sama lo.Jangan diapa-pain" kata Sasha pada Arya.


"beres.tenang aja" sahut Arya tenang.Kasih hanya terdiam saja menanggapi pembicaraan Sasha dengan Arya.


"yuk,kita naek mobil" ujar Arya .


"eh,,iya" Kasih tak tahu harus ngomong apa.


Arya yang paham segera menggandeng tangan Kasih.Membukakan pintu depan dan mempersilahkan Kasih untuk masuk bak putri raja saja.membuat pipi Kasih merona.

__ADS_1


Sesaat kemudian mobil itu meninggalkan sekolah.


Sepanjang perjalanan mereka berdua membisu. Kasih tidak tahu mau ngomong apa ke Arya rasanya terlalu canggung untuk ngobrol.


"oya Kas,,lo suka lagu apa" tanya Arya mencairkan suasana.


"gak punya lagu favorit "


"Ah gila masa gak punya" senyum Arya tersungging di bibirnya.


" Gak punya waktu untuk dengerin musik" kata Kasih pelan.


"oya gue lupa ,kalo lo anak pintar kok ya.Selalu juara Satu eh ,kita mampir ke suatu tempat ya" ujar Arya.


Tak lama kemudian sampailah di sebuah bukit. Arya turun disusul Kasih.


"Tahu gak kenapa awan di sana mendung meski matahari ada?"tanya Arya.


Kasih hanya menggelengkan kepala. Dia tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh cowok itu.


" hhh,, ya udahlah kalo lo gak tahu.."


" Arya,, kenapa kamu suka sama aku?"tanya Kasih.


Sesaat matanya mencoba menelusuri wajah Arya. Dia berharap ada kebohongan di mata cowok itu. Tapi Arya membuang muka tatkala Kasih menatap wajahnya.


"Beri tahu gak ya" ujar Arya sambil tersenyum misterius.


"Ya apa?!"


"Aku sayang lo saat liat pertama kalinya" ucap Arya sambil meraih tangan Kasih.


Kasih merasakan pipinya pias. Jantungnya berdetak kencang tatkala tangan Arya menggenggam jemari." Jadi mungkin kamu adalah cinta pada pandangan pertama. Mungkin ini terdengar aneh tapi begitulah kenyataanya." ujar Arya sambil meremas tangan Kasih.


" Meski aku anak pelacur?" suara lirih Kasih..


"Yang penting kamu bukan pelacur. Itu sudah cukup buat aku. Kedepannya kamu harus kuat . Mungkin banyak yang akan menjahati kamu. "


Kasih mengangguk. Dia merasa nyaman berada di dekat Arya. Dan Arya memandang lepas ke arah langit . Dadanya bergemuruh tak beraturan saat menyentuh tubuh Kasih. Lama mereka berpelukan. Terdengar suara orang lewat dibelakang.


" hah.. zaman sekarang pacaran saja udah peluk-pelukan . gimana kalo putus neng" ujar seorang Kakek yang tengah membawa sekeranjang rumput.


Seketika Kasih melepaskan diri. Dia sangat malu pada kakek tersebut. Keduanya canggung. Diam dalan keheningan.

__ADS_1


" Maaf ya Kas kalau aku peluk kamu tadi. Aku gak bermaksud apa apa hanya saja terbawa suasana hati aku yang senang" ujar Arya.


Kasih menggangguk. " Kita pulang yuk. udah sore nih" Ajak Kasih pada Arya. Mereka berdua pun menuruni bukit dengan hati hati. Tiba di tempat parkiran. Tanpa bicara lagi mereka masuk mobil. dan Arya melajukan mobilnya.


__ADS_2