
Keesokkan harinya.
Prang..! terdengar suara ribut di kamar orang tua Kasih.
Terdengar juga jeritan dan suara tamparan, disusul makian sang ayah.
Lewat daun pintu,Kasih melihat apa yang dilakukan Hermawan kepada Ita.
Papanya menjambak rambut pirang ibunya disertai sumpah serapah.
Ita berusaha kabur tapi Hermawan cepat menarik tangan Ita.
"Dasar wanita murahan, tak takut dosa kamu ya.Akan ku bunuh kamu" ujar Hermawan marah.
"Kamu tak tahu diri ,udah dinafkahi tapi marah marah." sengit Ita
Plak.!!
Satu tamparan mendarat keras di pipi Ita hingga wanita itu terjatuh dengan bibir pecah berdarah.Ita menangis tetapi tampaknya Hermawan belum puas.Pria itu bergegas menyeret keluar sang istri.Para tetangga memilih berdiam diri di rumah masing masing.mereka sudah bosan mendengar pertengkaran pasangan suami istri tersebut.
Kasih berlari keluar .Ketika Hermawan hendak menampar Ita lagi, Kasih secepat kilat memegang pergelangan tangan papanya.
"Pa,,jangan siksa mama kayak gini.Kalau papa mau siksa mama lagi.Kasih aja yang terima" ujar Kasih sembrani menahan air matanya .
Hermawan terkejut.
__ADS_1
"Menyingkirlah nak, wanita itu tidak pantas disebut mama. Dia itu pelacur" kata Hermawan geram.
"Aku tetap disini pa,jika papa tetap ingin menyiksa mama.Tolong berhenti .dia mamaku ,yang merawat ku sampai aku dewasa pa.Aku mohon lepaskan mama" pinta Kasih.
"Asal kamu tahu Kas,uang yang didapat itu hasil menjual tubuhnya" sentak hermawan
"oya,,apa papa lupa kalau papa juga bukan pria baik baik .papa kerjaannya hanya mabuk mabukan"
"Kasih..! "bentak Hermawan
" kalau papa tidak melihatnya sendiri.itu namanya fitnah pa"
Hermawan menghembuskan nafas beratnya.lantas masuk ke rumah.sekejap kemudian dia keluar membawa koper.
Kasih terdiam sedih.Masih terdengar isak tangis ibunya.Gadis itu menoleh dan membimbing Ita.
"Ma,sudah kita masuk yuk.Biar ku obati luka mama"
"Kamu percaya yang dikatakan papamu" tanya Ita saat Kasih menyeka darah diujung bibirnya.
Kasih berusaha tersenyum dengan satu gelengan.
"Setelah kejadian ini,aku harap mama berhenti kerja ya."
"mama mau kerja apa Kas?"
__ADS_1
"Kerja apa aja ma,yang penting halal dan gak pulang malam" ujar Kasih lembut.
"Tapi mama butuh makan,nyekolahin kamu, semua itu butuh biaya tinggi sayang" kata Ita.
"Kasih tau ma,mungkin kerjaan ini baik buat mama.tapi bagi orang lain kadang salah.Dan aku harap mama mulai sekarang berhenti kerja.Kasih sangat sayang sama mama.Kasih gak mau mama terluka" ucap Kasih sembrani menggenggam jemari sang ibu .
" Baiklah sayang kalau itu mau kamu" ujar Ita
Kasih tersenyum bahagia mendengarnya.
"Sekarang mama istirahat ya" .
Kasih merapikan perban dan obat lalu menyimpan ke laci. Gadis itu mendesah. Tanpa kata kata lagi ,dia langsung menuju kamarnya. Menangisi apa yang udah terjadi.
******
Beberapa hari Ita hanya bersantai santai di rumah.Mengerjakan pekerjaan rumah yang dulunya dikerjakan oleh Kasih.
"Huh,,ternyata capek juga beresin rumah.
Udah capek uang juga gak dapet. Andai kata aku bisa kembali kerja disana.Gak usah repot repot beberes.tinggal dandan cantik aja dah kelar ,uang pun dapat" keluh Ita dalam hati.
'Aku harus mengelabui Kasih supaya dia tidak tahu' ujarnya dalam hati.
Kemudian Ita mulai menyusun rencananya. Ia tak ingin Kasih menghambat jalannya. Dia harus menghancurkan setiap pria kaya sesuai dendamnya .
__ADS_1