
Hari -hari berlalu.Ujian semakin dekat. Kasih sibuk dengan berbagai lesnya. Sampai sampai dia tak sempat membaca surat yang dia terima 3 hari yang lalu.Surat bernuansa warna biru yang dikirim oleh sosok misterius R
Pelajaran matematika berlangsung. ada pesan masuk dari Arya.
"Nanti pulang bareng ya"
Kasih tersenyum.Semangatnya yang sempat hilang kini membara lagi.
Bel tanda pulang berbunyi.Kasih merapikan alat tulisnya.Dia menoleh ke arah belakang.
"Ada apa Sha?" tanya Kasih saat bahunya ditepuk temannya.
" kamu mau jalan sama Arya?" Selidik Shasa
"Iya emang kenapa?"
" Hati hati aja Kas,kemaren aku liat dia sama Celsi"
"Aku tahu,kemaren dia bilang ada urusan Sha, tapi Urusan apa aku gak tahu"
Shasa memandang wajah sahabatnya.ada aura kebahagiaan di wajah Kasih.Shasa sampe tidak tega untuk menyampaikan apa yang didengarnya kemaren di kafe.
*3 hari yang lalu*
Shasa tengah makan siang bersama Tamara,sepupunya. Saat itu suasana kafe masih sepi dari pengunjung.Dia melihat Arya menggandeng seorang cewek masuk ke dalan kafe. Mereka duduk persis di depan meja Shasa.
Shasa yang duduk membelakangi Arya , seakan memberi kesempatan untuk menguping.
"Sayang,, kapan kamu mau mutusin cewek itu" kata si cewek sambil mengusap jemari Arya.
"Tunggu sebentar,kalau udah tanggalnya aja.pasti itu terjadi kok.kamu yang sabar yaa.. " kata Arya tersenyum .
"Jangan lama-lama yang"
"iya,aq janji kalau urusannya udah beres,aku akan mutusin Kasih" cowok itu menghisap rokoknya.Senyum licik menghiasi bibirnya.
Shasa terhenyak mendengar pembicaraan mereka.Tak disangka si Arya akan tega mengkhianati cintanya kasih.
Tepukan keras di bahu membuyarkan ingatan Shasa.
"Dari tadi ngelamun apa sih non" tanya kasih
"Ah,,enggak kok,siapa yang ngelamun " kilah shasa gugup
"buktinya kamu ku ajak ngobrol dari tadi diem aja" kata Kasih cemberut.
"maaf,maaf tuan putri jangan ngambek deh. satu yang ingin aku tekankan sama kamu,apapun yang akan terjadi nanti,kamu harus tegar n gak boleh cengeng.kamu harus kuat.semangat" kata Shasa.
"Sebenarnya ada apa Sha,,kok kamu kayak menyembunyikan sesuatu dari aku." tanya Kasih
"Udah ah,,nanti kamu telat lho pulangnya.diih sana sama pangeran muda mu hehehe" kata Shasa sambil mencubit pinggang Kasih.
"Aw,,," teriak Kasih
"Awas ya entar,ku balas" Kasih berlari-lari kecil mengejar langkah Shasa.
di depan gerbang Arya sudah menunggu,Cowok itu tersenyum tatkala Kasih sudah sampai .
"Sebelum pulang ,jalan dulu yuk,udah lama kita gak jalan bareng" ajak Arya.
"Kemana?" tanya Kasih
" nanti kamu juga tahu sendiri" kara Arya sambil membukakan pintu mobil.
__ADS_1
"Silakan tuan putri"
"Apaan sih" kata Kasih malu malu.
Sesaat mobil pun melaju pelan meninggalkan area sekolah.
Desir angin pantai menyibak rambut Kasih.Memandang laut lepas seakan masalah ikut hilang sesaat.Arya menghembuskan nafas beratnya.Dipandangi wajah Kasih,
"Ah,, ,kenapa terlalu pelik percintaan kita Kas,
aku tak ingin menyakitimu . Tapi Mama kamulah yang menghancurkan segalanya.Aku terpaksa akan melakukannya.Biarlah hari ini aku memandang wajah cantikmu untuk terakhir kalinya.mengenggam jemarimu.memelukmu seperti tak ingin ku lepas lagi" batin Arya penuh sesak.
Kedua insan terdiam membisu.
Kasih pun tenggelam dalam dekapan Arya.
Mentari masih malu malu menuju peraduannya. Semburat kuning keemasan membiaskan di ufuk barat. Arya menggandeng tangan Kasih.
"Makasih,udah nemenin aku kesini" kecup Arya di kening Kasih.
Gadis itu memejamkan matanya.Perlahan bibir mungilnya bersentuhan dengan bibir Arya. Deru napas mereka berdua terdengar. Kasih menikmati ciuman pertama nya. Awal awal terasa lembut tapi tak lama kemudian berubah kasar. Kasih membuka matanya mencoba melepas diri namun pelukan Arya sangat erat.
Matanya kini mulai berkaca-kaca tatkala tangan Arya meremas buah dadanya.Kasih mulai panik saat kancing baju dilepas paksa.dia mencoba mendorong tubuh Arya .Lagi-lagi tubuh Arya tidak bergeming.
"Aduh" teriak Arya saat Kasih mencoba menendang ***********. Akhirnya pelukan terlepas dan Kasih berlari sekuat tenaga. Hari semakin petang tak menyurutkan langkahnya. Arya tersenyum puas. Dia melihat Kasih sampai tidak ada lagi. Arya pun kemudian menuju mobilnya . Dendamnya telah tersalur meski belum sepenuhnya merusak kehormatan Kasih.
Diraih ponselnya menghubungi salah satu temannya.
"Lo cari gadis itu sampai ketemu.gak usah diapa apain.dianter pulang ke rumah nya saja.oke"
Sementara itu....
Kasih yang berlari kini berada di tengah jalan .Keadaan sepi dan dia tidak tahu ada dimana dia sekarang. Napasnya tersengal sengal. Setelah dirasa Arya tak mengejar dirinya. Barulah dia berhenti. Tangan merogoh ke dalam tas. Menemukan Hp dan mencoba menelepon papanya.
Tidak ada jawaban. Kasih gusar sekelilingnya tidak ada rumah.Hanya pepohonan saja membuat hatinya menciut seketika. Dia mengutuk dirinya karena terlalu percaya dengan cowok. Akhirnya ia mencoba menelepon Shasa.
5 menit kemudian Shasa menjawab panggilannya.
"Cie yang baru mesra-mesraan mau ngabari apa ke gue?"
"Sha,,kamu bisa ke sini gak.jemput aku.Aku gak tahu ada dimana sekarang"
"Loh bukannya lo sama Arya tadi"
"Iya tadi sama dia tapi sekarang enggak."
"Lha kenapa ditinggalin?"suara keras terdengar.
"Sha,cepetan aku takut nih,kayaknya ada segerombolan cowok mabuk ke arah sini.Aku share lok ya"
Sementara itu,
"Eh ,ada cewek sendirian tuh di ujung jalan kota samperin yuk buat digilir " ujar salah satu cowok itu.
"betul, apalagi ceweknya bening gitu pasti sangat panas nih aduhai"
Kasih mendengar obrolan mereka .Badannya gemetar . Dia berlari lagi.
"Woi dia lari"
Sial mereka mengejar kata Kasih dalam Hati.
Tiba-tiba ada mobil yang melewatinya. Pengemudinya membukakan pintu mobil.
__ADS_1
"Hei masuklah sebelum lo diperkosa mereka" ujar orang itu tak sopan.
Dengan hati setengah dongkol tapi juga senang akhirnya Kasih masuk kedalam mobil.
Dia menghembuskan napas leganya.
Orang yang menolongnya juga diam. Dia hanya melirik sekilas penampilan Kasih . Berantakan .Senyumnya tersungging. Seperti ada rasa penasaran.
10menit barulah Kasih tersadar.dia menoleh ke kanan. Ah dia melihat pengemudinya seorang cowok. Keringat dingin membanjiri dahinya.
"Tolong jangan ganggu aku. kamu boleh ambil hp aku" kata Kasih ketakutan.
"hahahaha.." tawa cowok itu menggema.
"Tenang, gue gak nafsu sama lo. Lo bukan tipe gue. Gue nolongin lo tadi juga diperintah sama temen gue"
"Shasa yang nyuruh?"
"Siapa tuh Shasa? gue gak kenal. Gue itu temennya Arya. Arya yang minta gue untuk nyamperin lo. Gue diminta nganter lo pulang.Itu tandanya dia masih care sama lo."
"Tapi dia tadi..." Kasih tak meneruskan kata katanya. Pipinya berubah merah padam menahan malu saat mengingat kelakuan Arya .
"Jangan bilang kalo lo berdua habis bercumbu ya hahaha,,, Segitu paniknya lo sampai meninggalkan dia"
"Dia mau memperkosa ku"ujar Kasih lirih.
"Mending diperkosa Arya ketimbang sama segerombolan preman tadi hahaha"
Kasih menghantamkan tasnya ke arah cowok itu saking kesalnya sama perkataan cowok itu.
"Hei hei.. berhenti .ini di jalan kalau kecelakaan gimana " seru cowok itu.
"Lagian kamu tuh bicara tanpa sopan santun kayak gitu " sungut Kasih.
Kasih diam .meraih handphonenya yang berdering.
"Kas, lo ada di mana? "teriak Shasa diujung handphone.
"Sha, maaf kamu harus pergi dari situ.Itu tempat yang berbahaya. Tadi aku sempat disamperin preman. Untung ada yang menolongku. Ini sekarang aku masih berada di dalam mobilnya mau pulang ke rumah" sahut Kasih panik.
"Oke sha. ini juga sama pacar gue. Hati-hati buat lo, see you tomorrow"
Kasih menoleh ke cowok itu. memperhatikan raut wajahnya.
"Kenapa liat liat. Gue ganteng ya"
"nggak"
"Ngaku aja"
"kamu ngapain sih"sewot Kasih
" Becanda doang segitunya serius. Sumpah gue gak ngerti Arya bisa suka sama lo. oya sudah turun sana .sudah sampai di rumah lo"
Kasih menoleh ke kaca. benar itu rumahnya.
" kok kamu tahu rumahku."
"Tau donk, kan Arya yang kasih tahu. Oya laen kali kalo lo ketemu sama gue. Panggil gue Leo"
"Aku gak mau berhubungan apapun berkaitan dengan Arya"
"Terserah lo. Tugas gue udah selesai daah cewek" ujar Leo berlalu.
__ADS_1
Dan Kasih pun masuk ke dalam rumah dengan perasaan marah, kesal dan lega bercampur jadi satu.