Aku Bukan Anak Pelacur

Aku Bukan Anak Pelacur
Aku tidak Akan pernah Jatuh Cinta


__ADS_3

CEO itu menatap lurus ke arah Kasih. Sejenak mengusap mukanya. Dia beranjak menghampiri Kasih.


"Kenapa kamu harus jadi OB?"


"Hanya itu yang saya bisa pak. Saya hanya lulusan SMA"


" Kenapa tidak kuliah"


" Maaf pak , tidak ada biaya melanjutkan kuliah"kata Kasih .


" Ya sudah kamu keluar dari ruangan saya"


" Baik pak" Kasih membungkukkan badan sesat kemudian melangkah keluar.


Setelah menutup pintu, dia didapati seorang Wanita yang berpenampilan modis. Dia menatap ke arah Kasih dengan tatapan selidik.


" Mau tebar pesona ke tunangan ku ya" ujar Wanita cantik itu.


" Tidak bu"


"Panggil aku nyonya. Karena aku bukan Ibumu!"


" Baik Nyonya" ujar Kasih menunduk.


" Awas kalo kamu godain calon suami aku .Aku akan cincang kamu"


Kasih bergidik ngeri. Setelah wanita itu masuk ke ruangan CEO. Kasih kembali ke ruang OB.

__ADS_1


Di sana ada mbak Rika yang antusias menyambutnya.


" Gimana Kas,,"


"Gak ada apa apa mbak"


" Beneran ? oya kamu tadi ketemu sama mak lampir gak?"


"Siang hari gak ada mak lampir mba"


mbak Rika hanya terkekeh." maksudku wanita cantik yang ngaku dirinya calon istri pak Radit itu lho. Biasanya datang ke kantor tiap hari selasa"


"oh,,iya ketemu mbak di depan ruang CEO tadi."


" kamu gak disakitin wanita itu kan?"


Kasih menggelengkan hi kepala. Walau perkataan wanita yang mengaku nyonya tadi sangat membuat dirinya down.


"Emang ada apa mbak? " tanya Kasih penasaran.


"Ya dia sombong banget kalau dia berada di sini. Pernah dia menampar salah satu karyawan sini hanya tidak terima kata kata dari pihak karyawan'".


"Yang penting kamu hati hati sama mak lampir itu ya Kas"


"Iya mbak.makasih sudah dikasih tahu"


******

__ADS_1


Di ruangan Radit.


Radit melihat Silvia jengah. Wanita pilihan ibunya selalu membuat keributan di kantornya.


"Sayangku" kata Silvia hendak merangkul Radit.


"Stop. kalau kamu mendekat, Aku tak segan segan lagi menendang mu keluar dari sini" teriak Radit gusar.


" Baby, aku kangen sama kamu loh" ucap


Silvia.


" Kamu tahu kan,kalau aku menerima kamu demi ibu ku. Jadi jangan melampui batas. Aku tidak akan pernah jatuh cinta kepadamu"


"hiks,tega kamu sama aku,, Akan aku laporin ke tante"


"Terserah"


Radit pun melenggang pergi. Dia tidak tahan bersama Silvia dalam satu ruangan. Dia begitu muak dengan sandiwara Silvia. Entah kenapa ibunya percaya dengan Silvia. Padahal Silvia bukan wanita yang baik karena dulu dia pernah melihatnya di sebuah hiburan malam dalam keadaan mabuk. Radit masuk ke ruangan Denny. Di mana dia melihat Denny begitu serius dengan berkas berkas yang ada di mejanya. Tanpa dia sadari kalau Radit masuk ke ruangannya.


Radit langsung menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Aku mau tidur. Jangan ganggu aku"


"oke,,tapi sebaiknya kamu tidur di bilik itu saja bos,, bukankah ruangan itu dibangun agar kamu bisa sembunyi dari nenek lampir Silvia"


" ya maksudku juga gitu. kalau Silvia nyari sampai sini ,beri alasan yang masuk akal.ok"

__ADS_1


"Siap bos"


Radit pun bangkit dari sofa menuju ke sebuah ruang .Sebuah ruang rahasia yang hanya Radit dan Denny yang tahu. Bahkan nyonya Andita tidak tahu menahu soal ruang itu. Karena Radit tidak pernah memberitahu sang Ibu. Akan ada masalah kalau sang ibu tahu kalau selama ini Radit selalu menghindari Silvia. Untuk terang terangan Radit juga tidak bisa menolak di depan ibunya. Bagaimana pun juga Radit sangat menyayangi nyonya Andita .


__ADS_2