
Suara piring yang pecah menghiasi pagi ini.Terdengar adu mulut suami istri di dapur.Mereka seakan tak malu bila pertengkaran mereka dijadikan gunjingan para tetangga.
Kasih menghela napas, menghentikan aktivitas memasukkan buku ke dalam tasnya.Gadis itu murung tiap kali orang tuanya bertengkar.
" Pa,ma, cukup bertengkar nya..1hari saja kalian gak bertengkar udah bikin Kasih bahagia loh" pinta Kasih pada orang tuanya.
" mama hanya ingin ayahmu bekerja saja sayang bukan berfoya-foya tiap hari.mama udah bekerja keras eh papamu malah hamburin uang" sungut Ita,sang mama.
Kasih menghela napas. Memang usaha milik papanya bangkrut, sang papa kerap minum miras.
.
" Terserah kalian, Kasih mau berangkat sekolah" ujar kasih sambil melangkahkan kakinya.
Setelah Kasih berlalu dari hadapan mereka,Hermawan meraih tangan Ita,membimbingnya ke arah sofa.
"Maafin aku ya,, bukan maksud untuk menyakitimu tapi kita sudah tua seharusnya kita memperhatikan Kasih yang beranjak dewasa. Aku akan berusaha untuk mengurangi miras ku. Kamu juga harus menghentikan kebiasaan jual dirimu. Kita berdua sudah penuh dosa .Aku berharap kali ini kita bertobat" Ujar Hermawan pada istrinya.
"Tapi kita makan apa kalo aku tak bisa merayu pria pria kaya itu. Bukankah dulu kita bersepakat gak ada cinta dalam pernikahan kita. Kenapa jadi begini. Aku gak mau hidup miskin"ketus Ita.
"Lagipula uang penyokong Kasih sudah tidak ada. Pria itu sudah lama tidak menampakkan dirinya lagi"
"Asal kamu tahu, aku berkata pada Kasih kalau kamu bukan ibu kandungnya. Aku menikahi mu pas dia umur 2bulan"
Ita terhenyak tak menyangka Hermawan melakukan hal itu.
"Kenapa kamu lakuin itu tanpa kasih tahu aku dulu. Aku memang bukan ibu kandungnya tapi aku juga sayang sama Kasih. Lagipula kamu juga bukan bapak kandungnya" Sentak Ita tak terima.
__ADS_1
"Sayang..."
"Persetan, aku tak mau bahas masalah ini. Kau harus meluruskan masalah ini pada Kasih. Aku gak mau dicap ibu yang gak baik buat dia walau aku jujur aku memang lumpur hitam di hidupnya. Sampah masyarakat " Ita menghela napas.
"oke,,lain kali aku akan cerita pada Kasih. Kita ke kamar dulu.
Ita pun mengangguk.Kemudian mereka pun tersenyum .
*******
Semburat mentari pagi mengiringi langkah Kasih. di ujung jalan tampak kekasihnya Arya menantinya.
"Dah lama Ar?" tanya Kasih
Bukannya menjawab pertanyaan Kasih,cowok itu malah balik tanya " lo kenapa say,,tumben murung? di rumah ada masalah ya"
Tiba di sekolah,Arya menggandeng Kasih menuju kelas.Terdengar celoteh para cewek yang iri sama Kasih namun tak dihiraukannya.Baginya mulai sekarang suara suara itu adalah sarapannya setiap hari. Kasih tahu dia sama Arya bagaikan langit dan bumi.
Kasih tahu itu adalah resiko jadi pacar Arya,cowok populer di sekolahannya.Dan pagi ini ,beberapa temannya mulai menjauhinya karena ada rumor buruk tentang mamanya Kasih.
Ita, seorang wanita yang penuh energik.Penampilanya selalu memikat kaum adam.Bahkan tak jarang saat Ita dan Kasih lagi jalan, mereka berdua seperti kakak beradik.
Seringkali sang mama mendapat godaan dari pria.
Hal itu membuat Kasih kadang sebal,kenapa mamanya dianugerahi wajah cantik.
Sejak usaha yang dikelola papa nya Kasih bangkrut,Ita bekerja di luar.Seringkali dia pulang larut malam atau kadang pulang dini hari.Ketika ditanya pekerjaan apa yang membuat Ita harus pulang malam,sang mama selalu berkilah dengan berbagai alasan.Itulah kenapa Kasih seakan sudah lelah menanyakan kebenaran.Sedangkan gosip tetangga menyebar seperti jamur di musim hujan.
__ADS_1
"Sayang,ngelamun apaan sih?" kata Arya lembut.
Kasih tersenyum kecut.
"Cepat dihabisin tuh baksonya.entar keburu dingin" kata Arya.
Kasih hanya mengangguk.
Bel tanda pulang berbunyi. Kasih menyusuri lorong kelas sendirian.Tiba- tiba handphonenya berdering.ada pesan masuk dari Arya.
"sayang ,maaf gue gak bisa anter.ada urusan mendadak nih,gak apa apa kan kalo hari ini gue gak bisa anterin."
"iya Ar, gak apa apa kok.lagian aku mau mampir ke toko buku dulu"
Kasih melangkah menuju gerbang.terdengar jeritan Celsi senang.
Kasih menoleh ke sana.Bukannya dia kepo urusan orang lain tapi dia mendengar nama Arya disebut sebut.Dari jauh dia melihat Celsi masuk ke mobil Arya.Ada urusan apa Arya sampe harus melibatkan Celsi? Berbagai pertanyaan menghiasi kepala Kasih. Kasih berusaha menepis pikiran negatif tentang mereka berdua. Buru-buru dia menuju halte.menunggu bus yang akan membawa dirinya pulang ke rumah. Di halte ia duduk bersama seorang pria berkacamata hitam yang wajahnya pun ditutupi dengan masker. Agak takut Kasih berusaha untuk menjauh.
"Aku gak macam macam sama gadis kecil kayak kamu. percuma juga kamu takut padaku. Aku bukan orang jahat" ujar orang itu.
Kasih mengangguk tapi gak berarti dia sepenuhnya percaya sama pria itu. Lagipula jalan sudah mulai sepi. 20menit kemudian bus jurusan rumah Kasih datang. Bergegas kasih masuk dan duduk. Belum juga lega hatinya dia malah syok saat tau disampingnya adalah pria berkaca mata tadi.
"Anda mengikuti saya"
"Jangan GR gadis kecil. aku punya kesibukan sendiri daripada menguntitmu" ucap pria itu dingin.
Kasih menelan ludah. Diapun kemudian tak ingin berdebat dengan orang itu. Kasih pun memilih melihat pintu kaca. Dan pria itu menyungging senyum puas.
__ADS_1