
Sekitar pukul 1 dini hari akhirnya Ita pulang.Masih diantar sang pria tadi.Dari balik jendela Hermawan melihat Ita tengah berciuman.Setelah melambai ,Ita berjalan masuk ke dalam rumah. Setelah masuk sebuah tangan menjambak rambutnya.Ita memekik dan saat dia menengok ke arah belakang.Tampak Hermawan memandangnya dengan penuh kemarahan
"Dasar murahan tidak bisa menjaga kehormatan diri" teriak hermawan
Plak...!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Ita. Wanita itu terkejut saat mendapati suaminya berada di dalam rumah..
"Ampun" kata Ita memohon.
" Kamu tak pantas tinggal disini.sekarang kemasi barang kamu dan keluarlah dari rumahku"
"Emang kenapa ?" tanya Ita kebingungan.
"masih tanya apa kamu pura pura bego hah.. Ternyata kepergian ku tak membuat kamu instrospeksi diri malah sekarang menjadi jadi." ucap papa hermawan gusar.
Tangan hermawan melayang sekali lagi. Jerit tangis akhirnya memecah kesunyian malam.
Kasih yang tengah terbangun lari menuju ruang tamu.
"Papa..!!" teriak Kasih.
"Jangan pukul lagi pa,kasihan mama" Kasih memeluk Ita.
Hermawan menatap gusar pada Kasih.
"minggir Kasih,jangan halangi papa"
"Ayo pukul aku lagi.Aku memang wanita rendahan .memangnya kenapa.?" teriak Ita.
Hermawan mendengar Ita berbicara seperti itu akhirnya semakin memuncak.diraihnya kunci motor.
"Akan ku bunuh bajingan itu" sambil melangkah keluar.
Kasih dengan cepat menghalangi langkah papanya.
" Kalau papa membunuh pria itu,papa bakal masuk penjara.Apa papa tega ninggalin Kasih? "
Hermawan tertegun.langkahnya terhenti.
"Kali ini aku lepaskan kau,tapi kalau kamu ulangi sekali lagi jangan harap aku mengampuninya" ujar Hermawan.
Kasih bernafas lega.Dilihatnya sang mama bersimbah darah.Kasih menuntun ke sofa.
__ADS_1
"Ma,sudah berulang kali Kasih minta mama berhenti bekerja, tapi kenapa mama tak menghiraukannya"
"mama keluar itu karena teman mama ulang tahun .mama ditraktir.gak enak dong kalau gak dateng" kilah Ita.
"oya??apa sebagai teman itu harus ciuman bibir?" kata Kasih dengan nada tinggi.
Ita terkejut,baru kali ini anak gadisnya membentak dirinya.
"ma, papa itu sebenarnya sayang sama mama,tapi kenapa mama justru menyakiti hati papa. Kasih itu berharap punya keluarga yang harmonis." isak tangis Kasih.
"Atau sebenarnya Kasih adalah anak haram? anak hasil hubungan gelap mama sama pria lain?
" Tidak Kasih, kamu anak mama satu satunya.Darah daging mama.Hasil pernikahan mama dengan papamu.Tidak ada anak haram di dunia ini..."
"Benar kata mama.Yang haram adalah perbuatan orang tuanya. Aku harap mama tidak keluar malam lagi dan berhenti jadi...." Kasih tak kuasa meneruskan kata katanya.Dia muak melihat wajah mamanya.
"ma,aku mohon sama mama! mama bertobat ya..kalaupun soal kebutuhan,biar aku yang mencukupi.Cukup sampai disini aku menahan malu atas omongan orang tentang mama.Aku sayang mama" kalimat Kasih mengalir lirih.
"Mama juga sayang sama kamu Kasih" ujar Ita disela sela isak tangisnya.
Kali ini dia benar- benar kecewa dengan sikap mamanya.Kasih berlari kearah kamarnya dan kemudian membanting pintu dengan keras.
**2minggu kemudian**
Kasih melamar pekerjaan sebagai cleaning servis karena dia hanya lulusan SMA. Tanpa ada halangan Kasih pun mulai bekerja besok.
"semangat Kasih..! Semoga ini yang terbaik. " ujarnya pada diri sendiri
Saat dia mulai melangkah keluar,
Kasih melihat ada 2 pria sedang menuju kearahnya.
Pria tersebut,tinggi atletis,berkulit putih .Pria itu memakai kaca hitam dengan setelan jas formalnya dia terlihat sangat tampan.
Dia berhenti sebentar kira kira jarak 5meter dari Kasih.
Pria itu tersenyum,dia semakin mendekat ke arah Kasih yang sedang berdiri.Tapi...
"Hai bos,kita udah terlambat masuk nih"
Tepuk Denny mengurungkan niat pria itu.
Pria itu menatap sahabatnya dengan tatapan jengkel.
__ADS_1
Kasih menundukkan kepala.
Denny yang tersadar,akhirnya tahu kalau sahabatnya tertarik dengan gadis kecil di depannya.Dia ikutan tersenyum. Baru kali ini dia mendapati sahabatnya tertarik dengan perempuan.Denny merangkul sahabatnya.
"Akan ku bereskan untukmu"bisik Denny .
Pria itu melirik ke arah jamnya.Yah,,dia memang telat.
" Terserah.,awas loh.aku masuk dulu"
kemudian pria itu masuk ke dalam kantor.
Denny tersenyum kearah Kasih. Aneh,,tak ada yang istimewa dari bocah kecil ini selain wajahnya yang cakep. Masa Radit suka ama anak-anak batin Denny
"Hai cewek kecil boleh kenalan gak? " kata Denny
"ya kak,boleh" ucap Kasih dengan nada rendah.
"Gue Denny" kata Denny sambil mengulurkan tangannya.
"Kasih"sambut Kasih.
" Nama panjang lo kasih sayang ya" Canda Denny
"eh,, bukan kak, lengkapnya Kasih Permata Sari"
"ok,,nama yang indah .minta no wa donk.soalnya gue lagi terburu buru"
Kasih mengangguk . disebutkannya no whatshap
"Oke nanti gue kirim pesan ya" ujar Denny.
Setelah berpamitan ,Denny berlari menuju kantor.
Kasih melihat satpam menunduk hormat pada Denny.
"Siapa dia"gumam Kasih seorang diri.
Dia mengangkat bahunya kemudian berlalu menuju halte bus. Di halte dia melihat banyak mahasiswa yang bercengkerama. Ada sebersit iri dalam hatinya saat menyaksikan tawa riang mereka.
'Kenapa Tuhan memberikan ujian yang berat ini" gumam Kasih dalam hati. Sesaat kemudian dia sadar diri. Dia tidak pantas mengeluh. Masih banyak di luar sana orang orang mengalami ujian yang lebih berat.
Kasih mencoba untuk tersenyum.
__ADS_1
" Kamu pasti bisa melewati ini semua Kas, percayalah" ujar Kasih pelan.Kemudian ia menatap ke arah segerombolan mahasiswa. ' 'Aku tak boleh iri sama mereka. toh aku tidak tahu apa yang mereka tampilkan di wajah mereka adalah kebahagian.Bisa jadi diantara mereka ada yang menyembunyikan gurat kesedihan.Karena semua manusia tidak akan terlepas dari yang namanya masalah. Impianku adalah bisa membuat mama menjadi wanita baik baik itu saja sudah cukup. '