Aku Bukan Anak Pelacur

Aku Bukan Anak Pelacur
Sahabat Pena


__ADS_3

Kasih tiba dirumahnya.Dilihatnya hermawan berada di ruang keluarga sambil membaca koran.Kasih tersenyum,dihampiri papanya


"Assalamualaikum pa,,jam berapa papa pulang" Ucap Kasih sambil mencium tangan sang papa.


"sekitar jam 10 tadi Kas,gimana anak papa lulus" jawab hermawan.


Kasih mengangguk.


" Pa, Kasih ke kamar dulu ya" kata Kasih.


Baru 4 langkah terdengar papanya bicara.


" mamamu kemana Kas?" tanya Sang papa.


Kasih menelan ludah. Tak bisa menjawab pertanyaan papanya.


" Gak jadi deh,palingan belum tobat"kata papa sinis.


Lagi-lagi Kasih tersenyum pahit..


Kasih merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Mencoba menghilangkan keletihannya Namun dia tak bisa memejamkan mata.


Akhirnya dia bangkit menuju meja belajarnya.


Ada sepotret foto dirinya bersama Arya.


Gadis itu meraih dan menyobek foto tersebut.Ada amarah dihatinya. Perlahan matanya beralih ke Amplop kecil.Kasih mengerutkan kening.Diraihnya amplop tersebut.Ada sepucuk surat berwarna biru laut.Akhirnya dia ingat kalau surat itu adalah surat R yang diterimanya 2 bulan yang lalu.


Kasih tak sempat membaca karena disibukkan buat belajar menghadapi ujian.


Perlahan dia membaca.


"****Salam sejahtera untukmu sahabatku..!"


Mungkin ini surat terakhir dariku .Aku hanya ingin memberitahu kalau aku besok sudah pindah rumah.Jadi jangan balas surat ini yaa.


Semoga kita bisa bertemu๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.


salam persahabatan

__ADS_1


R


kasih melipat kertas itu.Menyimpannya di kotak khusus.


Selain Shasa, baginya sosok R bisa menenangkan keresahannya.


Yah,,meski ia tahu.Sosok R masih misterius.Dia bahkan tak punya no hp atau pun foto.Selama ini Kasih selalu berhubungan dengan R lewat goresan pena.


Tapi dia tak mau ambil pusing.Kalaupun nanti ketemu dia akan sangat bersyukur.Tapi kalau tidak,anggap saja pelipur lara di kala gundah.


*Tok..tok.tok..


Terdengar suara pintu di ketuk.Kasih tersenyum tatkala dia mendapati papanya tengah berdiri di depan kamarnya.


" Kas,,hari ini makan malam keluar ya.Hitung hitung syukuran atas rezeki yang papa terima kali ini" ujar papa.


"iya pa,,Tapi...."


"Kamu pasti mengira duit ini hasil judi papa kan?? Memang dulu papa menghabiskan waktu buat berjudi.Tetapi sejak pertengkaran dengan mama kamu. Papa sadar seharusnya papa tidak tenggelam dalam kesedihan papa sampai mama kamu terjerumus ke lembah hitam"kata papa panjang lebar.


Kasih terdiam.


"Kasih ganti baju dulu ya pa" kata Kasih.


Hermawan hanya mengangguk kemudian berlalu dari kamarnya Kasih.


Udara dingin menusuk tulang. Kasih memakai kaos t-shirt beserta jaket hijau favoritnya.Rambutnya yang biasa tergerai kini dikucir.


Memandang lalu lalang jalanan. Yaa Papa Kasih memilih makan di pedagang kaki lima. Tempat itu menyediakan makanan kesukaan Hermawan.Tongseng kambing.


Setelah pesanan diantar mereka berdua menyantap makanannya.


" kamu mau kuliah dimana Kas?" Tanya sang papa.


Kasih menggeleng kepala.Papanya mengernyitkan kening tanda tak mengerti.


"Kasih mau kerja pah" ucap Kasih


"Mau kerja apa kamu dengan ijazah SMA kamu"

__ADS_1


"Apa aja pah,yang penting halal" ujar Kasih sambil tersenyum.


"Kalau kamu pengen kuliah,papa punya kok tabungan buat kamu"


" Enggak pa,Kasih pengen kerja.mungkin tahun depan insyaAllah Kasih baru akan Kuliah" ucap Kasih.


Mereka berdua pun larut dalam kediaman masing- masing.


Kasih menatap ke jalan.Dia membulatkan mata saat melihat sosok wanita yang tak asing dimatanya.


Ya dialah Ita,sang mama dengan seorang pria berjas hitam tengah memarkirkan mobil.


Pria itu kemudian menggandeng sang mama masuk ke salah satu butik yang ada di sekitar tempat Kasih makan .


Buru -buru Kasih mengajak papanya pulang.


"Ada apa Kas,punya papa aja masih setengah masa ditinggalin.mubadzir namanya" kata papa heran.


"Anu pak,,emmm,,, Duit Kasih ketinggalan di rumah" Kasih gugup


" Lah yang ngajak makan di luar kan papa.Jadi yang bayar papa dong.kamu tenang aja.biar makanan ini papa habisin dulu" Ucap papa.


Kasih gelisah ,,dia takut papanya tahu kalau mama Ita tengah bersama pria lain.


Sekitar 15menit akhirnya tongseng kambing Hermawan ludes tak tersisa. Dia beranjak untuk membayar .


Tak disangka dia melihat sekelebat bayangan istrinya .Dia terkesiap.Dadanya gemuruh menyaksikan pemandangan yang menyakitkan.


Tanpa disadari Kasih sudah ada disampingnya.


Ikut memandang di depan.


"Pa,,pulang yuk" ajak Kasih khawatir.


"Bentar Kas,papa mau menyeret mamamu dulu" ucap papa sambil menyingsingkan lengan kemejanya.


"Tunggu pa..!" pegang Kasih.


Hermawan memandang putri semata wayangnya.Akhirnya dia mengalah untuk tidak menghajar pria tersebut.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, tak ada sedikitpun suara. Kasih diam takut untuk memulai percakapan . Dan sang papa pun menyiapkan rencananya nanti di rumah.


__ADS_2