
Mentari pagi menyembul di ufuk timur.
Kasih bersiap siap dengan seragam kerjanya. kemarin dia berpamitan sama mama ita untuk mencari papanya.Biar bagaimana pun dia harus memberitahu papanya apa yang sebenarnya terjadi.
Kasih mempersiapkan mentalnya. Takut dan khawatir menyelimuti hatinya. Entah apakah rencananya ini bakal berakhir bahagia atau papanya bakal menceraikan mama Ita ketika nanti diberitahu kalau mama lta mengidap penyakit Aids.
Kasih mencoba mengusir bayangan buruk di depan mata. Ia bangkit menuju dapur , mencari sisa nasi semalam. berniat untuk menjadikan sarapannya. sepuluh menit kemudian dia melahap nasi goreng.
Tring... suara handphone menghentikan aktivitasnya. ia melirik layar ponsel. Ada WA dari mba Rika, seniornya di tempat kerja. Perlahan dia membuka pesan.
'Kas, jangan sampai telat ya nanti. hari ini CEO baru kita bakal hadir'.
Kasih bergegas menghabiskan nasi gorengnya. Diraihnya tas selempang warna hitam kesukaannya. Kemudian setengah berlari dia mengejar bus yang akan membawanya ke tempat kerjanya.
Hari ini tumben bus sarat penumpang. Kasih berdesak desakan. Bau parfum yang beraneka ragam nyaris membuatnya mual. Untung belum sampe dia memuntahkan isi perutnya, bus telah berhenti di halte. Kasih bergegas turun.
Butuh 15 menit baru sampai di tempat kerjanya. Beberapa teman kerjanya menawari tumpangan tapi Kasih selalu menolak halus. Dia tak mau dicap cewek murahan hanya gara gara mama Ita seorang PSK. Kasih juga tahu ada beberapa rekan kerjanya yang menggodanya kemaren. Dia mencoba untuk bersabar. Bertahan karena tuntutan hidup harus menjadikan dia berhati baja. Tak ada lagi isak tangis menyesali hidupnya seperti itu. Kasih bersyukur dia masih diberikan kesehatan untuk bekerja.
Akhirnya sampai juga di PT xx. Kasih menyapa security-nya dengan senyumnya.Membuat orang orang yang berniat mendekati Kasih semakin kagum karena Kasih adalah orang yang pertama kalinya menyapa seorang sekuriti Biasanya orang orang pada cuek dengan sesama rekannya.
Kasih menghampiri mbak Rika yang sedang bergosip ria dengan teman temannya.
"Aku dengar sih dari orang orang kalau CEO kita itu masih muda sekitar umur 25tahun deh, wajahnya ganteng abis" kata Vina,
__ADS_1
si centil yang suka bawa make up kemanapun ia pergi.
"Tapi dia orangnya dingin sama cewek, gak normal kali haha" canda Dewi.
" udah deh kita itu cuman seorang OB , kalaupun kita bisa melihat CEO kita udah jadi anugrah buat kita. Sekarang kerja" kata mbak Rika menyudahi obrolannya.
Rika menarik tangan Kasih,
" Gimana keadaan mama kamu Kas? "tanya Rika simpati.
" Sudah sadar mba. makasih ya kemaren udah diijinkan pulang" kata Kasih lirih.
"ya udah, kita ke aula yuk, ada meeting sebelum kerja"
Kasih bingung',apa yang aku ucapkan kemaren gak pantas, bagaimana mungkin aku memanggilnya dengan sebutan kakak. jelas dia adalah CEO,, bagaimana ini, apakah aku harus minta maaf. tapi dimana aku bisa menemuinya sendirian tanpa ada orang lain yang tahu. aku gak mau ada gosip yang gak enak' kata Kasih dalam hati.
"Kas,, hei, kok kamu ngelamun sih, denger gak tadi CEO bilang apa? "
Kasih menggelengkan kepala.
"Ya,, ampun ini anak, masalah penting ini harus diselesaikan"
"CEO bilang kamu harus ke ruangannya"
__ADS_1
"ya mb" kata Kasih
"apa?!, kenapa harus aku mba? " teriak Kasih kaget.
" mana aku tahu, kamu sih dari tadi ngelamun terus, sana pergi dan tutup kuping kalau ada suara menjengkelkan "
"aku gak mau mba" rajuk Kasih.
Rika memandang Kasih dengan tatapan gemas.Dia telah menganggap Kasih sebagai adiknya. Meskipun dia baru kenal dengan Kasih kemaren.
"gak akan ada apa apa. Kalau CEO marah karena pidatonya tadi gak kamu dengerin, anggap aja itu sebuah kado terindah dalam hidupmu. aku dengar CEO gak pernah menyuruh OB masuk ke ruangannya. Anggap aja ini berkah"
" tapi mba,, "
" sana lantai 15"
Kasih berjalan gontai seperti tak punya tenaga. Bodoh,, kenapa aku tadi tidak mendengarkannya. malah asyik dengan pikiranku sendiri
Kasih meruntuk kekesalannya sendiri. Baru mau melangkah ke ruang CEO saja udah ada komentar miring tentangnya.Dia melirik sekretaris di sampingnya. Mereka sedang berbisik bisik. Entahlah apa yang diobrolkan. perlahan dia mengetuk pintu.
" Masuk"
Kasih masuk. Dilihatnya CEO itu membelakanginya.
__ADS_1
" maaf pak,, ada perihal apa ya, bapak memanggil saya!?"