Aku Bukan Anak Pelacur

Aku Bukan Anak Pelacur
Syok


__ADS_3

Kasih tersadar .Dia menatap ke ruangan yang serba putih.Sesaat kemudian dia ingat apa yang terjadi tadi.Sakit,sedih dan kecewa tercampur aduk jadi satu.Niatnya ingin mempersatukan orang tuanya kini hancur sudah.Kasih menoleh ke sekelilingnya.Dilihatnya Radit dan Denny tengah berbincang.


Denny yang duluan melihat Kasih siuman .Dia tersenyum sambil berbisik pada Radit.


"Tuh,wanita lo sudah siuman.gue mau cabut dulu.gak akan ganggu kemesraan lo"


Radit hanya menatap sahabatnya.


"Iya iya gue ngerti,urusan akan gue handle,tenang aja.mending lo segera ungkap kebenaran deh klo lo adalah sahabat penanya.kemungkinan dia bisa curhat sama lo"


Radit menggeleng."belum saatnya,gue mau dia jatuh cinta sama gue dulu bro"


"Kalo gue sih saranin mending dia tahu sekarang daripada tahu belakangan"


"Lo enyah aja dari hadapan gue"


Denny hanya tersenyum menanggapi kemarahan sahabat sekaligus bosnya.Dia kemudian melangkah menghampiri Kasih.


"Gue tinggal dulu ya beb" Ujar Denny mendapatkan tatapan tajam dari Radit.

__ADS_1


Denny hanya cekikikan senang. Kemudian cowok itupun keluar kamar.Tinggallah Kasih dan Radit.


Radit menghampiri Kasih dan menarik kursi untuk duduk di samping gadis itu.Lama mereka hanyut dalam kebisuan yang tercipta.


'Aku harus ngomong apa sama kak Radit.dia mungkin begitu jijik melihatku sekarang karena aku adalah anak seorang pengidap hiv' pikir Kasih.


'Bagaimana ini ,,gue gak mau liat Kasih sedih.tapi gimana caranya gue hibur dia' batin radit.


Hampir 1 jam mereka membisu.Akhirnya Kasih membuka suara.


" Kakak pulang aja ,saya sanggup urus semuanya" Kata Kasih terdengar putus asa.


Kasih terdiam.


"Kakak kan gak kenal siapa saya.ngapain ngurusin kehidupan saya" Teriak Kasih histeris


.ia pun kemudian menangis.


Radit beranjak .Dia memberanikan untuk memeluk Kasih.membelai rambut gadis itu.Ada sesak dalam hatinya.Dia diam menunggu tangisan Kasih reda.

__ADS_1


"Anggap saja aku kakak kamu" ujar Radit..


"huhuhuhu..kenapa hidup ini tak adil buat saya,kenapa saya tersakiti"isak Kasih.Kali ini dia benar benar tak kuat menghadapi bebannya.


" pergilah kak , saya gak butuh belas kasihan dari anda" kata Kasih penuh tekanan.


Radit menghela nafas.Dilepasnya tubuh Kasih perlahan. Sebelum Dia berjalan keluar,ia menatap Kasih sejenak.Ada rasa tidak terima untuk saat ini .


Selepas kepergian Radit , Kasih menutup wajahnya.Kini dia telah mencapai titik akhir.Dimana lara hatinya yang tergores kini tergores lagi.Dia memejamkan matanya.mengingat memori pahit beberapa bulan yang lalu. Kejadian yang hampir merenggut kehormatan dirinya. Hingga saat ini dia tidak tahu kenapa Arya tega melakukan hal yang tidak senonoh itu kepadanya. Dan kenapa juga dia mengutus temannya untuk mengantar dia pulang. Kalau Arya memang berniat jahat pasti dia membiarkan Kasih seorang diri di jalan sepi.


Hidup terasa tidak adil. Ataukah ujian-Nya yang berat pada Kasih. Hidup bersama seorang PSK yang setiap hari digunjingkan orang benar benar membuat Kasih harus tebal muka menghadapi cibiran teman sekaligus tetangganya.


"dek" ujar seseorang


"ya sus ada apa?" ujar Kasih gelagapan.


" Jangan tidur di koridor ini nanti diisengi orang jahat entar.mending masuk saja ke dalam" ujar perawat sambil tersenyum.


" baik terima kasih nasehatnya sus" ujar Kasih lalu berdiri.mendekat ke pintu .

__ADS_1


__ADS_2