
Seperti ada petir disiang bolong saat Kasih menerima telefon dari pihak rumah sakit.
Setelah meminta izin,Dia bergegas pergi ke rumah sakit. Di sana dia melihat seorang pria berjas hitam sedang berdiri membelakanginya.Kasih ragu ragu untuk mendekat tapi mengingat ibunya.Dia memberanikan diri untuk bertanya.
"maaf mama saya kenapa ya?" tanyanya pelan.
Pria itu membalikkan badan.Kasih terkejut.Bukankah dia pria yang ada dihalaman gedung itu? Kenapa dia disini? kata Kasih
Bukankah dia Kasih?Berarti yang didalam adalah ibunya? batin Radit.
"saya kebetulan mendapat laporan dari anak buah saya kalau ada ibu ibu yang pingsan ditempat proyek.Jadi saya ke sini hanya memastikan kondisi ibu itu" ujar pria berjas itu
"Terima kasih atas perhatiannya"
"Jangan sungkan"
Kasih tersenyum tipis.Bukankah tadi pas aku berangkat kerja ,mama baik baik saja.kenapa sekarang bisa pingsan? Batin Kasih sambil melirik pria tersebut.
15 menit kemudian,Seorang dokter muncul dari balik pintu.Kasih langsung berdiri.
"Bagaimana dok? "
"Sebentar lagi hasil scan nya jadi.Kondisinya sangat lemah karena mengalami pendarahan.Maaf saya buru buru.Ada pasien yang harus segera dioperasi.mari..."
Radit menganggukkan kepala sedikit.Dokter itu melangkah tergesa gesa.Tinggallah Kasih bersama Pria tersebut.
Hening menyelimuti mereka. Kasih melirik ke arah pria tersebut.Dia mengira ngira kalau usia pria itu sekitar 27 atau 28 tahun.Kulitnya putih bersih dan memiliki badan yang atletis.
Hampir 1jam mereka dalam kebisuan.
__ADS_1
" maaf pak,,apa yang terjadi sama mama saya?"tanya Kasih memberanikan diri.
"Jangan panggil saya pak,karena itu terkesan tua" sahut Radit.
"iya kak" Kasih menunduk.Ia tak berani menatap pria disampingnya. Kasih menggenggam jemarinya.Melihat itu Radit menghela nafas.
" Maafkan saya,bukan maksud saya nakutin kamu,hanya saja saya gak suka dipanggil bapak"
"Tadi dokter bilang apa kak? .Tadi sebelum saya berangkat kerja.mama saya kelihatan baik baik saja . kenapa tadi dokter bilang kalau mama saya pendarahan.Apa yang terjadi?"
Lagi -lagi Radit menghela napas.Sulit baginya menjelaskan kejujuran pada gadis itu.Ditatapnya lekat mata Kasih.Ada semacam perasaan ingin memeluk .
"Tadi...." belum sempat Radit menjelaskan tiba tiba dari kanan muncul Denny
"Hai,,bos,,tumben lama amat disini" ujar Denny nyaring.
Radit membuang muka.Nih anak kenapa pake acara muncul lagi sih sahut Radit dalam hati.
"ya kak,maaf,,mama saya ada diruang scan" ujar Kasih lirih.
"Oh,ternyata mama lo yang pingsan tadi.Kebetulan dong berarti kalian jodoh hehehe" canda Denny
"Apaan sih,pergi sana" Radit mengusir Denny.
Denny hanya tersenyum senyum menyaksikan sahabat karibnya terlihat kaku.
"oke..oke bos,, gue pergi dulu.tenang aja gak gue ganggu kok" senyum jahil Denny menghiasi bibirnya.
Kasih tertunduk malu.Dia gak berani memandang 2pria itu.Setelah Denny benar benar hilang dari pandangan barulah Kasih menegakkan kepalanya.Menoleh ke arah Radit.Dilihatnya Radit tengah tersenyum.
__ADS_1
dia terlihat tampan katanya dalam hati.
Dasar kau Kas,mama kamu lagi sakit tapi kamu malah ngeliatin cowok terus.sadar woi,,kau tak pantas untuk mendapatkannya.kata hatinya.
"Hei ,ada yang salah? " ujar Radit.
"Ach,," Kasih mundur beberapa langkah.Tanpa disadari ternyata dia tadi berada 5cm dari Radit.Kasih meruntuk lamunannya.
Sesaat hening tanpa bicara lagi.Radit menatap Kasih yang sedang memandangi pintu kaca ruangan ST scan.
"Maaf,sebelumnya mama kamu sempat di bawa ke rumah sakit setempat,tapi katanya tidak sanggup kemudian dirujuk ke sini" kata Radit pelan.
"kata dokter apa penyakitnya kak?"
Radit terdiam,dia tak tahu dari mana memulai perkataannya.Radit menatap kosong di depan.Dia berjalan mendekati Kasih.
" Mama kamu mengalami keguguran".
"Apa???" Kasih terperanjat.
"Kenapa terkejut? apa kamu tidak tahu kalau mama kamu hamil?"
Kasih terdiam.Dia hanya menggelengkan kepala.Raditpun ikut terdiam.
Pintu kaca ruang CT scan terbuka.Dua dokter tampak keluar.Sementara itu ,Ita didorong di atas bed beroda oleh dua orang perawat.Mereka melewati Kasih dan Radit.
" Dokter,apa yang terjadi pada mama saya?"Tanya Kasih sambil berdiri.Raditpun ikut berdiri.
Salah satu dokter itu mengambil lembar hasil scan.
__ADS_1
"Di sini seharusnya ada kantong rahim,Tapi karena diangkat secara paksa,akhirnya tampak berantakan. Nyonya Ita menggugurkan kandungannya secara tak wajar.Dan itu sudah dilakukan berkali kali.Lalu gumpalan ini adalah darah beku di belakang pusat tali pusar yang mengakibatkan posisi tali pusar tidak lagi ada ditempatnya.Harus segera diangkat karena bisa membusuk didalam.Jika terlambat,akan menjalar ke organ lain.Tapi yang lebih parah lagi, maaf....., Nyonya Ita positif mengidap HIV/AIDS"
Pandangan Kasih mendadak gelap.kemudian dia pingsan.