
Sejak kejadian itu,sikap Ita berubah.Mendadak dia begitu perhatian.Wanita itu selalu menyiapkan sarapan pagi,makan siang dan makan malam anaknya.
Setiap kali adzan berkumandang Ita selalu bergegas ke masjid menunaikan ibadah sholat.
Suatu malam Kasih pernah melihat mamanya sholat tahajud sambil menangis meratapi dosa dosanya. Dalam hati kasih terenyuh sampai menangis perlahan.Kali ini Kasih seperti mendapatkan sosok ibu sejati yang selama ini dia rindukan.
Ya ,Ita telah berubah. Dia lebih sering tinggal di rumah.Juga sering membaca buku buku islami.Kecantikkannya lebih menyejukkan dengan pancaran aura yang begitu indah.Sikapnya pun benar benar santun layaknya seorang ibu sejati.
Jika kemaren Kasih masih diliputi kekhawatiran,Sekarang ia merasa tenang menjalani pekerjaannya sebagai cleaning servis.
Menginjak hari ke delapan,Ita menghampiri Kasih yang tengah santai di depan tv.
"Sayang,mama diajakin kerja sama temen untuk buka kafe nih,kamu dukung mama gak?"
"oh,ya" jawab Kasih datar
" Iyaa,tempatnya strategis sekali .pinggir jalan raya"
"Oke ma,,aku dukung kok"
"Ya,tapi mama harus modal .Dan sekarang..."
"Hem, mama mau pinjam duit ku ya?" Tanya Kasih pelan.
" Kamu punya berapa Kas? mama pinjem ya"
Kasih menggeleng.
"Aku belum gajian ma"
"bohong ah,kamu gak mau kan sebenarnya minjemin mama"
"Beneran ma,Kasih hanya punya 500rb .mama sabar dulu ya ..nanti kalo Kasih udah gajian .entar uangnya mama yang pegang"
"Baiklah kalo gitu.mama mau ke kamar dulu" ujar Ita seraya meninggalkan Kasih.Tampak guratan kekecewaan di wajah sang mama.
*******
Keesokkan harinya saat Kasih mau berangkat kerja.Kasih mencium tangan Ita.
__ADS_1
"Kasih kerja dulu ya ma"
Ita mengangguk lantas tersenyum.
"kira kira kamu pulang jam berapa Kas?nanti biar mama nyiapin makanan kesukaan kamu"
"belum tahu ma, Nanti kalau waktunya udah pulang Kasih akan kirim sms ke mama."
Setelah kepergiaan Kasih,,Ita tersenyum yang semula senyum tulus perlahan berubah menjadi sinis.Buru buru dia masuk ke dalam rumah.Meraih handphone dan menghubungi Siska,rekan kerjanya.
"Sis,kita ketemu jam 11 ya.ditempat biasanya.ok" pembicaraan terputus.
Ita langsung berganti pakaian,berdandan cepat lalu menyambar tas kecilnya dan melangkah terburu buru .
******
Tempat biasa yang dikatakan Ita ternyata sebuah kafe berkelas.Indah bangunannya.didominasi jajaran bambu hias di sisi kanan kiri kafe .
Di hadapan lta,duduk seorang perempuan sebaya.Kafe saat ini masih sangat sepi dari pengunjung.Hanya merekalah yang berada di kafe saat ini.
" Kamu pikir lagi baik-baik Ita,,kalau tidak salah ini sudah kedua kalinya kamu aborsi janin.Aku takut nanti terjadi apa apa sama kamu.Bisa jadi ,kamu tidak akan bisa punya anak lagi"kata Siska serius.
"Aku tau itu,lagipula dalam usiaku sekarang aku juga udah malas ngurusin bayi.Sebentar lagi mungkin aku udah menopause.Kuharap kamu tidak berubah pikiran untuk mengantarkan aku ke tempat itu. Lagipula ini bukan anaknya Hermawan"
"Jelas gak lah.Kalaupun tahu ,bisa bisa aku diceramahi"
Siska menggeleng-gelengkan kepala.
"Aku heran dengan jalan pikiranmu.Semua wanita menginginkan anak .Tapi kamu?Hamil pun tidak mau.Apakah kamu tetap akan menjalani kehidupan ini selamanya?kamu gak punya tujuan hidup Ita?"
"Aku tidak tahu Sis,mungkin bekerja sambil bersenang senang .Sama halnya dengan dirimu"
"Sekarang aku udah gak mau lagi.Aku ingin bertobat.Capek aku kerja gituan.Aku sadar apa yang kita lakukan benar benar hina"
"Tumben pemikiran mu waras?"
"Aku ingin menjalani hidup normal,seperti sebelum kerja seperti itu,Aku ingin mulai belajar membahagiakan satu laki laki saja yaitu suamiku!"
" Kamu bisa.Sedang aku?? kamu tahu kelakuan suamiku hanya mabuk bahkan kemaren hampir saja aku dibunuhnya.Kalau saja tidak ada Kasih,Sudah sejak dulu aku meninggalkannya"
__ADS_1
"Jangan bilang kayak gitu,Bagaimanapun juga Hermawan masih suamimu yang sah dan harus kamu hormati"
"Memang ,Tapi kalau terus bersamanya.bisa mati kutu aku.Apa yang kudapatkan darinya selama ini sejak dia menganggur? Nafkah batin enggak.Nafkah lahir apalagi.Kadang aku berfikir kapan aku akan bebas .Bisa setiap hari dapat uang banyak"
" kamu tidak takut dosa Ta?"
"Dosa?Bukankah kita ini perempuan perempuan pendosa.Apa kamu lupa hal itu"
"Kamu benar benar gila Ta" sahut Siska
Ita tertawa,lantas menyambung dengan kalimat baru,
"Sudahlah Sis,ayo antar aku ketempat itu.jangan jangan kamu sekarang berubah pikiran"
"maaf Ta,,aku gak bisa nganter kamu ke sana.kuharap kamu gak usah aborsi"
"Apa?! sudahlah kalo kamu gak mau anterin aku kesana.mana alamatnya biar aku ke sana sendirian".
Siska dengan setengah tak rela ia menuliskan alamat sebuah klinik.Dengan senyum sinis,Ita meninggalkan Siska .
*****
Alamat klinik ternyata cukup jauh dan memakan waktu satu jam perjalanan.Klinik itu berada tak jauh dari pembangunan kompleks perumahan elite.
Ita bergegas masuk ke dalam klinik itu.Ada 3 pasien yang sedang menunggu sedari tadi.
Ita langsung mendaftar di loket terus duduk dengan anggun di satu bangku panjang berwarna putih.
Dari Siska,Ita tahu kalau klinik inilah yang menerima pengangkatan janin dengan biaya yang cukup murah.
Hanya 1juta katanya dijamin tidak berdampak apa apa.
Hampir 2jam Ita menunggu.Jantungnya berdebar ketika mendengar erangan kesakitan seorang pasien.
Tiba-tiba timbul keraguan di hatinya.Namun ia menepisnya.ia tak ingin menggagalkan rencana matangnya.Sesakit apapun ia akan menahannya.Selagi larut membayangkan rasa sakit namanya dipanggil.lta pun masuk ke dalam ruang.Beberapa menit kemudian terdengar rintihan pelan dari mulut Ita.
Cukup lama Ita berada di dalam .Dokter sedikit kesulitan karena janin Ita telah berusia 4bulan.Setelah selesai pengangkatan.Ita diberi ramuan khusus untuk mencegah pendarahan.Dia disuruh istirahat sebentar lalu dipersilahkan keluar.
Ada perasaan lain yang menghinggapi tubuh Ita.wajahnya pun tampak pucat .
__ADS_1
"Aneh,kenapa aborsi ini lebih sakit daripada dulu ya?Apa karena aku sudah tua.Dan kepalaku kenapa pusing sekali." desis Ita tertatih tatih keluar dari klinik tersebut.
Dengan menahan sakit ,Ita menuju jalan kecil di depan klinik.Wajahnya semakin pucat.Matanyapun berkali kali dipejamkan.Begitu sampai di pinggir jalan ,Pandangannya mendadak gelap .Akhirnya tubuhnya ambruk ke parit kecil.