Aku Bukan Anak Pelacur

Aku Bukan Anak Pelacur
Siapakah dia yang baik sekali?


__ADS_3

Ceklek...


Suara pintu dibuka menyadarkan Kasih pada ingatan tentang Arya.Tampaklah Sasha datang dengan seorang pria.Kali ini Sasha tampak beda dengan penampilannya. Wajah cantiknya kini semakin cantik saat ia berhijab.Sasha tersenyum saat tau ekspresi muka sahabatnya.


Kasih mengerutkan keningnya.mengingat ingat apakah dia pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya.tapi semua nihil.


Setelah meletakkan sekeranjang buah


.


.Shasa berkata" Maafin aku kas,Aku benar benar gak tahu apa yang menimpa kamu.Sekarang kamu gimana kabarnya?"


"Jangan gitu ah,kabarku baik kok.ini hanya kelelahan aja.btw siapa dia?"


"Oya,hampir lupa.kenalin ini Dimas,cowok aku"


Kasih tersenyum tak mengerti.


"Kapan2 aku akan cerita,"

__ADS_1


Setelah itu kedua sahabat yang sudah lama tidak bertemu akhirnya ngobrol macam macam .Dimas yang sedari tadi hanya diam saja akhirnya minta izin untuk keluar menghirup udara segar.


"Kas,keadaan mamamu gimana?" Tanya Sasha hati hati.


Kasih kembali menatap langit langit kamar.Tatapannya terlihat sedih .Sasha merangkul pundak Kasih.Memberikan dorongan padanya.


"Sha,berapa lama penderita Aids itu bertahan hidup?" Ucap Kasih.Bibirnya terasa kelu saat mengucapkan kalimat tadi.


"Tau gak Kas,,Hanya Allah yang tahu segala sesuatu di dunia ini.Dan Allah maha pemilik obat dari segala penyakit.Allah itu gak akan ngasih cobaan pada Umat-Nya diluar batas kemampuan ummat tersebut.Ambil hikmahnya,,Mungkin ini adalah jalan bagi mamamu untuk insyaf.Untuk bertaubat kembali ke jalan Allah.Kamu harus tetap semangat Kas" Ujar Sasha panjang lebar.


Kasih memandang tak percaya pada sahabatnya.Kini sahabatnya bisa memberikan petuah petuah yang sangat berarti bagi Kasih.Karena selama ini Kasih keliatan tegar itu jika diliat dari luar saja tapi hatinya remuk redam oleh perasaan malu,kecewa dan sakit hati tentang sangkut paut mamanya.


"Kamu udah paham kan? Sekarang kita jenguk mama kamu.Beliau pasti mengharapkan kita apalagi sama kamu Kas,anak semata wayangnya"


"Sha,seandainya aku adalah anak haram??" Ucap Kasih dengan mata berkaca kaca.


"Tak ada anak haram Kas, seandainya kamu lahir dan orang tuamu gak menginginkanmu kamu tetap gak bersalah.. Mama kamu udah ngerawat kamu sampai kamu sebesar ini.Sekarang tunjukkan kalau kamu berbakti.Mungkin kamu kemaren kemaren belum maksimal membujuk mama kamu.Mama kamu itu sangat menyayangimu.Seandainya enggak..Gak mungkin kamu ada disini Kas,renungkan kejadian hari ini. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya"


"Makasih"

__ADS_1


"Kita Sahabatab udah lama Kas,gak usah sungkan sama aku.Kita tetap saudara sampai tua nanti.yuk kita jenguk mama kamu"


Perlahan Kasih bangkit dari ranjang.Berjalan pelan menuju kamar mama Ita .Setiba disana seorang suster menghampirinya,


"Tolong tanda tangan di bawah ini mba,buat prosedur operasi nyonya Ita"


"Tapi sus,saya....." Kata kata Kasih terhenti mengingat dia gak punya uang banyak.


"Soal biaya udah lunas mba.Udah dilunasi sama masnya "


"Siapa sus? Saya gak punya kakak?" Ujar Kasih kebingungan.


"Itu loh mba,yang pake jas tadi.masnya tadi terburu buru,saya kira itu kakaknya mba" Suster itu tersenyum kemudian berlalu.


Sasha yang mendengar percakapan tadi penasaran siapa yang dimaksud pria berjas.Ia pun menyenggol lengan Kasih.


Kasih hanya mengangkat bahunya saja sembrani masuk ke ruangan Ita,


Sasha Pun mengekor langkah Kasih.

__ADS_1


__ADS_2