Aku Bukan Jembatanmu

Aku Bukan Jembatanmu
Bab 6


__ADS_3

Nayyara terlihat senang melihat gaun yang diberikan Aaron. Bahkan ia langsung mencobanya dengan cara menempelkan gaun itu ke tubuhnya. Namun saat suaminya mengatakan agar memakai gaun itu untuk pergi ke pesta nanti malam, mendadak wajahnya berubah sendu.


Ternyata malam nanti bertepatan dengan pertunjukan tari Nayyara juga, satu hal yang menjadi impiannya sejak lama. Namun tentu saja Aaron tak membiarkan semua rencananya gagal. Ia mengeluarkan segala bujuk rayu agar istrinya mau ikut.


Setelah perdebatan panjang yang cukup menguras emosi, akhirnya Nayyara pun setuju, sebab ia beranggapan pertemuan nanti berdampak sangat besar terhadap kemajuan karir suaminya.


Aaron sangat gembira mendengar persetujuan sang istri. Ia langsung memintanya untuk bersiap karena akan mengajak Nayyara ke sebuah salon ternama di kota ini untuk melakukan perawatan tubuh dan wajah agar ia bisa tampil spesial malam nanti.


Singkat cerita, mereka pun berangkat menuju salon yang dimaksud yang sudah di boking sepenuhnya selama sehari penuh khusus untuk Nayyara seorang oleh Albert.


Setibanya disana mereka disambut oleh seorang terapis wanita di depan pintu. "Maaf, apa anda Nona Nayyara?" tanyanya sopan dengan senyum ramah.


Nayyara mengangguk. "Iya, mbak. Saya Nayyara."


Terapis itu lalu menangkupkan kedua tangan di depan dada serta membungkukkan sedikit badan untuk memberi hormat. "Selamat datang di salon kecantikan kami." Tak lupa senyum ramah tersungging di wajah.


Seorang terapis lain keluar sambil membawa nampan di tangan berisikan segelas orange juice dengan hiasan potongan lemon di pinggir gelas dan menyodorkannya ke hadapan Nayyara. "Silahkan, Nona!."


Nayyara terlihat ragu untuk menerima gelas tersebut. Ia lalu menoleh ke arah suaminya untuk meminta pendapat. "Mas, apa semua ini kamu yang melakukan?."


Aaron menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis. "Terima saja, tidak apa. Semua ini memang untuk kamu," ucapnya. Mana mungkin ia beritahukan yang sebenarnya pada istrinya kalau semua ini adalah Albert yang melakukan.


Nayyara puwn mengambil gelas tersebut lantas meminumnya. "Makasih banyak, mbak!," ucapnya sambil tersenyum.


"Mari, Nona iku dengan saya ke dalam!kami sudah mempersiapkan rangkaian perawatan tubuh dan wajah spesial untuk anda."

__ADS_1


Kembali Nayyara menoleh ke arah suaminya untuk meminta persetujuan yang dijawab olehnya dengan sebuah anggukan. "Pergilah! Aku akan menunggumu disini."


Nayyara pun mengikuti langkah terapis itu menuju ke sebuah ruangan yang mereka sebut sebagai ruang body message.


"Mari, Nona. Ganti pakaian anda dengan pakaian ini."


Nayyara sedikit kikuk di perlakukan sedemikian rupa oleh terapis itu, tapi ia sangat senang. Ini adalah kali pertama ia diperlakukan sedemikian istimewanya.


Usai Nayyara berganti pakaian, terapis memintanya untuk berbaring dan mulai menjalankan rangkaian perawatan yang dimulai dengan body message.


Sebuah krim ramuan khusus dari bahan alami yang di campur dengan olive oil, dibalurkan ke sekujur tubuh Nayyara dan memijatnya lembut. Aroma terapi dari ramuan itu ditambah dengan pijatan lembut membuat Nayyara lebih rileks.


Usai dengan body message, berlanjut ke body srub yang ditujukan bukan hanya pada wajah namun juga seluruh tubuh. Terakhir, Nayyara dituntun menuju kolam berisikan susu untuk berendam.


Hari mulai sore saat Nayyara usai melakukan semua rangkaian perawatan tadi. Ia pun langsung dirias oleh seorang perias profesional yang tentu juga di tunjuk oleh Albert.


Tak banyak yang perias lakukan untuk membuat Nayyara tampil cantik. Karena pada dasarnya dia memang.sudah memiliki kecantikan alami. Dan terakhir ia berganti pakaian dengan gaun tadi beserta aksesoris pelengkapnya.


Nayyara merasa tubuhnya jauh lebih fresh dan rileks setelah di pijat dan berendam air susu tadi. Dan kini kulitnya pun jauh lebih bersih dan bersinar lagi.


Berjalan menghampiri sang suami yang tengah asyik membaca koran di ruang tunggu. Aaron begitu terpesona saat pertama kali melihat istrinya keluar ruangan. Ia bahkan sampai tak berkedip melihat kecantikan tersembunyi yang dimiliki sang istri. "Cantik!" Sebuah pujian meluncur begitu saja dari mulutnya.


Nayyara tersipu malu dipuji demikian oleh suaminya. Wajahnya bahkan telah bersemu merah lantaran malu. Namun semua itu malah semakin menambah kecantikannya. Ia pun menggunakan kedua telapak tangan untuk menutupi rasa malunya. "Jangan memujiku seperti itu, Mas. Aku malu."


Aaron menangkap kedua tangan Nayyara dan menyingkirkannya dari wajah sang istri. "Jangan pernah sembunyikan wajahmu lagi. Kau memang wanita yang sangat cantik. Bahkan menurutku kecantikan bidadari di kahyangan masih kalah dengan kecantikan yang kau miliki."

__ADS_1


"Gombal!" ucap Nayyara sambil tertawa kecil.


Terbit sedikit rasa penyesalan di hati Aaron karena akan menyerahkan istrinya sendiri pada lelaki lain setelah menyadari kecantikan yang dimiliki oleh sang istri. Namun ia segera menepis perasaan itu karena tak mungkin lagi baginya untuk membatalkan kesepakatan sekarang. Bisa-bisa nyawanya sendiri yang melayang.


"Hei, Mas, kok malah bengong sih!" ucap Nayyara sambil menggoyang-goyangkan telapak tangannya di depan wajah suaminya.


Aaron tersentak, kembali tersadar dari lamunan. "Maaf maaf! Tadi aku tak fokus karena begitu terpukau dengan kecantikanmu."


Nayyara mencebik mendengar suaminya tak henti memujinya. "Kita akan di sini terus sepanjang hari sambil mendengar Mas Aaron memujiku, atau kita berangkat ke pesta?."


Aaron tertawa kecil mendengar ucapan istrinya. "Ya udah tunggu sini bentar! Aku mau ganti baju dulu, setelah itu kita berangkat ke pesta."


Nayyara mengangguk, Aaron menuju ruang ganti pakaian. Kebetulan tadi ia juga membawa setelan jas yang akan dikenakannya nanti di pesta. Tak berselang lama, ia kembali lagi menemui sang istri. "Yuk, kita berangkat sekarang!" ucapnya sambil memberikan lengannya pada Nayyara.


"Yuk, Mas!." Nayyara pun melingkarkan tangannya di lengan kekar sang suami dan mereka pun berangkat menuju tempat pesta.


Dengan balutan gaun malam berwarna biru muda dengan potongan bahu terbuka. Terlihat begitu mewah dan elegan, membalut dengan sempurna tubuh ramping Nayyara.


Beberapa perhiasan kecil yang tak terlalu mencolok semakin menambah keanggunannya. Rambutnya yang di bentuk sedikit berombak dibiarkan tergerai indah ditambah dengan jepit rambut kecil membingkai dengan indah wajah cantiknya.


Semua mata yang hadir di pesta itu langsung mengalihkan perhatian padanya begitubia memasuki ruang pesta. Kehadiran bak sebuah magnet yang menarik semua perhatian orang. Bahkan beberapa pasang mata lelaki sampai tak berkedip karena melihat kecantikannya. Malam itu Nayyara benar-benar menjadi pusat perhatian.



Aaron melangkah dengan kepala tergadah keatas seakan ingin menunjukkan pada semua orang bahwa dialah lelaki beruntung yang telah berhasil memiliki bidadari cantik yang berjalan disampingnya itu.

__ADS_1


__ADS_2