
”Bang Regan, ada apa datang ke sini?” Jamal terkejut melihat kedatangan calon kakak iparnya itu.
”Aku hanya ingin mengecek bagaimana cara kerjamu di sini, jangan memalukan diriku karena bengkel ini milik temanku dan kamu bisa kerja di sini atas rekomendasi dariku,” ucap Regan.
”Astaga jadi bos Toni itu temannya Bang Regan?”
”Tepat sekali,” ucap Regan. ”Jadi tolong kinerjanya yang bagus dan itu akan menjadi nilai plus nantinya jika papaku tahu kamu itu memang kriteria calon menantu bukan kaleng-kaleng.”
”Ya ampun aku tidak sampai berfikir ke sana Bang, maafkan aku.”
”Maksudmu?” Regan menautkan alisnya.
”Ya aku pikir Bang Regan tidak ada sangkut pautnya dengan semua ini.”
”Astaga kmu pikir aku akan membiarkan adikku menangis setiap hari? Asalkan kamu tahu, setiap hari dia memikirkan dirimu, jadi tolong jangan kecewakan kami yang berjuang hingga sejauh ini, mengerti!”
”Baiklah aku tahu Bang, aku akan tunjukkan pada Pak Rizal, papamu jika aku adalah pria yang dapat diandalkan dan bertanggung jawab atas putrinya nanti.”
"Sip, aku percaya padamu,” ucap Regan menepuk pundak Jamal.
”By the way, tadi aku sempat memperbaiki mobil Pak Rizal yang mogok di jalan depan bengkel.”
”Itu sengaja karena ulahku, aku ingin papa tahu setidaknya mengenal calon menantunya dengan baik dari hal terkecil lebih dulu. Jujur aku tidak suka dengan caranya yang selalu ingin menjodohkan Muna dengan Dirga,” jelas Regan.
”Jadi semua sudah terencana dengan baik?” Jamal baru sadar akan hal itu, untuk apa mobil Pak Rizal jauh-jauh datang ke depan bengkelnya.
”Benar, jadi tolong kerjasamanya aku tak ingin melihat adikku menderita dan karena aku percaya hanya kamu yang bisa bikin Muna bahagia makanya aku mau membantumu,” ucap Regan.
”Terima kasih atas kepercayaannya, Bang.”
”Sudahlah lanjutkan saja pekerjaanmu aku mau menemui Toni lebih dulu.”
Jamal hanya mengangguk dirinya tersenyum karena mendapat dukungan dari calon kakak iparnya itu. Jamal kembali tersenyum manakala mengingat pertemuan terakhir kalinya bersama dengan Muna, gadis itu memaksanya untuk melakukan kawin lari.
Rupanya dirinya tidak mau dijodohkan dengan Dirga dan Regan pun tak mau hal itu terjadi sehingga dia dengan berbagai cara ingin membantu adiknya yang dalam kesulitan.
”Sudah selesai melamun?” tegur Ahmadi menyenggol lengan Jamal.
”Eh?” Jamal terkejut mendapati Ahmadi sudah ada di sebelahnya.
”Kamu lihat tuh pelanggan baru datang!” tunjuk Ahmadi.
”Astaga itu kan Rara,” pekik Jamal.
__ADS_1
”Tepat sekali, dia ke sini membawa mobilnya dan sekarang dia bilang mobilnya rusak dan memintamu memperbaikinya,” jelas Ahmadi.
”Tidak, aku tidak mau! Tolong kamu yang ambil alih pekerjaan ini ya,” pinta Jamal.
”Jika itu bisa akan aku lakukan, keinginannya itu kamu yang handle mobilnya dan dia beralasan yang sangat tidak masuk akal.”
”Apa itu?” Jamal menunggu jawaban Ahmadi.
”Semua yang dia mau adalah permintaan anak yang ada di dalam perutnya,” bisik Ahmadi.
Jamal menepuk keningnya sendiri bagaimana bisa Rara mencari cara dengan mengklaim alasan tersebut hanya untuk mendekatinya kembali. Oke, kemarin Jamal bisa lepas darinya dengan diam-diam pulang tanpa sepengetahuannya, lalu bagaimana dengan sekarang.
”Kenapa mencariku?” Jamal dengan terpaksa menghampiri Rara dan berpura-pura menanyakan perihal kedatangan wanita itu.
”Begini Bang, mobil suamiku rusak bisakah kamu memperbaikinya?” ucap Rara dengan nada menggoda membuat Jamal merasa risih sekaligus jijik mendengarnya.
”Tinggalkan saja di sini aku akan memperbaikinya nanti dan besok siang kamu bisa mengambilnya, oke!”
”Mm, apa tidak bisa ditunggu?”
”Tidak bisa karena harus sesuai dengan antrian yang ada dan milikmu adalah yang terakhir masuk hari ini jadi tidak bisa minta lebih cepat.”
”Ish, padahal kau berharap bisa tetap di sini menungguinya.”
Rara tersenyum tipis mendengar perkataan Jamal, mantan suaminya ini masih perhatian dengannya apakah ini berarti Jamal masih suka dengannya.
”Ya bagaimana lagi mobil rusak dan aku tidak bisa bepergian jadinya aku putuskan membawanya ke sini apakah aku salah?”
”Tidak tapi aku tahu maksud tujuanmu ke sini bukan karena itu, sebaiknya kamu lupakan aku karena aku sudah memiliki kekasih hati.”
”Apa? Siapa dia?”
”Itu tidak penting buatmu!”
”Jawab jujur Mas, bilang siapa wanita itu?”
”Kekasihnya adalah adikku.” Regan pasang badan melindungi Jamal.
***
Kesal itulah yang dirasakan oleh Regan karena calon adik iparnya diganggu oleh mantan istrinya. Regan baru menyadari jika Rara mantan istrinya Jamal tidak kalah cantik dengan adiknya Muna.
”Bang kenapa melamun saja?” Muna duduk di samping kanan Regan yang baru datang dari kantornya.
__ADS_1
”Sssttt ... jangan berisik!”
”Ada apa?” bisik Muna semakin penasaran dengan apa yang akan diucapkan oleh Regan.
”Tadi abang ke bengkelnya Jamal lalu di sana aku bertemu dengan mantan istrinya yang sepertinya sedang berusaha untuk kembali mendekati pria itu,” jelas Regan.
”Maksudnya istrinya yang selingkuh dengan mandornya itu?”
”Ya siapa lagi memangnya Jamal punya mantan istri berapa?” ujar Regan membuat Muna jadi terdiam. ”Kenapa diam?”
”Apa wanita itu cantik?” tanya Muna penasaran.
”Lumayan kalau menurut abang melihat dari kacamata laki-laki, wanita itu cukup cantik tidak kalah denganmu.”
”Lalu Muna harus bagaimana Bang?” Muna nampak frustasi dan menghela nafas beratnya.
”Sabar, jangan gegabah mengambil keputusan.”
”Itu pasti Bang, tapi kenapa dia tidak jujur denganku ya?”
”Tak usah terlalu dipikirkan mungkin kedatangannya baru-baru ini saja dan kita memang belum bertemu dengan Jamal lagi jadi kemungkinan besar dia belum menjelaskannya padamu.”
”Bisa jadi dan semoga saja demikian,” ucap Muna.
”Oh iya tadi papa bilang jika malam ini keluarganya Dirga akan datang ke sini apa itu benar?”
”Abang tidak tahu, tapi jika papa yang memberitahukannya sudah pasti info tersebut valid.”
”Bagaimana Bang?” tanya Muna panik.
”Tenang jangan terlalu dipikirkan, Abang yakin pasti ada jalan keluar dari semua ini,” ucap Regan menghibur adiknya.
”Kamu tidak tahu mobil papa tadi pagi diperbaiki olehnya,” bisik Regan membuat Muna membulatkan kedua matanya mendengar perkataan Regan.
”Apa? Benarkah? Bang Regan yakin jika Jamal yang sudah memperbaikinya? Jika papa tahu bagaimana?” Mendadak Muna menjadi khawatir.
”Tenang saja ini adalah rencanaku untuk membuat papa dekat dengan calon suamimu semoga cara ini efektif kamu tahu kan papa ingin menantu yang sempurna untukmu.”
"Ya kamu benar Bang, jujur aku hampir putus asa dengan sikap papa belakangan ini.”
”Sudahlah jangan berputus asa kamu masih memiliki kami di sini.”
”Regan, Muna kenapa kalian bisik-bisik terus sejak tadi.” Keduanya menoleh dan terkejut mendapati siapa yang tengah menatap ke arah mereka.
__ADS_1