Aku Tak Pernah Di Anggap Istri

Aku Tak Pernah Di Anggap Istri
Bab 15


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah berlalu,tidak terasa sudah dua bulan Kinara memimpin perusahaan nya sendiri tanpa mengandalkan Galvin lagi.


Kini perusahaan Kinara semakin pesat,dua cabang dalam satu bulan mampu ia dirikan sendiri,dan semakin banyak klien dari perusahaan besar dari luar negri hampir semua bekerja sama dengannya.


Tangan mungil Kinara ,mampu menyulap perusahaan yang didirikan nya sejak 5 tahun lalu ,kini menjadi perusahaan fashion terbesar,berbagai jenis produk terbaru diluncurkan.dan habis terjual dalam waktu yang sangat singkat.


Dari berbagai jenis produk,hanya dari satu icon mampu membuat dirinya sukses membuat namanya melambung berkat gaun desainnya sendiri,dan selalu di tunggu bagi kalangan kelas atas ,gaun yang di rancang dengan menggunakan berlian khusus yang sangat-sangat langka.


Dan sekarangpun, Kinara sedang meeting bersama kliennya ,meminta Kinara untuk merancang kan gaun pernikahan dengan berbagai elemen yang nantinya mengisi bagian depan gaun pernikahan nya .


"Pak Rangga ,ini ada beberapa gambar yang sudah aku buat, mungkin dapat membantu Anda , untuk memilih tampilan gaun tersebut"Kinara menyerahkan beberapa gambar yang sudah ia gambar pada Pak Rangga.


"Terimakasih Bu kinara,aku akan melihat nya terlebih dahulu,jika ada yang menarik dan aku suka ,aku akan segera menghubungi mu secepatnya"


"Baiklah , pak Rangga aku akan senantiasa menunggu kabar darimu".


Meeting dengan pak Rangga pun kali ini sudah selesai, Kinara pun bergegas berpamitan untuk kembali kekantor nya.


Di dalam perjalanan menuju kantornya,Kinara hampir lupa dengan stafnya yang berada di kantor cabang perusahaan nya,lokasinya yang tidak jauh dari tempat ia bertemu dengan pak Rangga.


"Kita ke kantor cabang "ucap Kinara pada sopir pribadinya.


"Baik Bu"


Sopir pribadinya kinara pun,menuruti perintah dari bosnya,memutar balik mobilnya ke arah yang berbeda.melaju dengan kecepatan sedang agar tidak menimbulkan kecelakaan.


Jarak tempuh waktu ke kantor cabangnya hanya memakan waktu 30 menit, akhirnya Kinara sampai di kantor cabang perusahaannya,dengan selamat,lalu iapun masuk kedalam kantornya yang sudah di tunggu oleh sekertarisnya.


Sekertarisnya menyapa dengan sopan dan ramah,tidak lupa juga ia memberikan berkas pada Kinara.


Kinara pun menerima berkas itu,sebelum ia duduk dan membaca berkas itu.


"Aku akan membacanya sekarang kamu bisa menungguku sebentar ,ayo silahkan duduk".ucap Kinara pada sekertarisnya dan langsung membaca berkas yang di berikan oleh sekertarisnya.


Ada beberapa poin yang di baca Kinara,dengan keuntungan yang tidak sama,lantas Kinara pun langsung menanyakan pada sekertarisnya, keuntungan apa yang kita dapatkan dari bekerjasama dengan perusahaan ini".tanya Kinara pada sekertarisnya


"Secara keseluruhan hanya 30 persen yang kita dapatkan,dan itupun ada beberapa bagian yang belum diberikan menyeluruh pada perusahaan kita Bu Kirana".

__ADS_1


"Hanya 30 persen !!lalu yang 70 persennya mereka yang dapatkan !mereka pikir aku tidak tahu cara bermain dengan licik ."


"Lalu apa yang akan kita lakukan Bu ?"tanya sekertarisnya yang bernama Shinta.


"Batalkan saja aku tidak mau bekerjasama dengan perusahaan yang licik "!!tegas Kinara pada asistennya.


"Baik Bu , oh iya ada satu lagi,ada seseorang yang sedang mencari desainer untuk merancang baju ulang tahun,tapi dia ingin ibu Kinara yang membuatkannya".


"Ok ,kamu atur saja pertemuanku dengannya,"Kinara memerintah asistennya untuk mengatur janji bertemu dengan klien barunya.


"Baiklah Bu"ia mengangguk menyetujui perintah Kinara,untuk mengatur jadwal pertemuan bosnya dan klien baru nya.


Setelah shinta sang sekertaris pergi dari ruangan Kinara,barulah Kinara bisa bernafas panjang,ia sangat lelah karena akhir-akhir ini banyak perusahaan besar yang ingin bekerjasama dengan perusahaannya,bahkan artis top model kalangan atas pun meminta langsung untuk di rancangkan olehnya.


Tak lama kemudian shinta kembali keruangan Kinara dan membawa kabar tentang janji bertemu dengan klien nya sore nanti, klien itu akan datang langsung ke kantornya untuk bertemu dengan Kinara.


"Bu aku sudah memberitahu mereka,dan mereka akan datang kesini sore ini,"kata sekertarisnya memberitahu kinara.


"Kamu tolong siapkan beberapa desain baju yang pernah aku buat,berikut dengan kain dan perhiasan untuk pelengkap".perintah Kinara yang langsung di turuti asistennya.


Selepas kepergian Shinta Kinara pun mengirim pesan pada Galvin untuk tidak menunggunya karna ia akan pulang telat.


Setelah pesan terkirim barulah ia bisa bernafas dengan lega kembali,untuk saat ini ia tidak bertemu dengan kekasihnya seharian.


*


*


*


Pelita grup


Arga menghadiri acara rapat bulanan dengan para rekan devisi cabang perusahaannya,untuk membahas perkembangan kantor cabang maupun proyek yang sedang di ditanganinya.


Kali ini Arga yang memimpin langsung rapat,tidak di wakilkan pada asistennya.


Argapun membuka rapatnya,dengan memberikan salam terlebih dahulu,baru ia meminta para divisi untuk memberikan laporan bulanan padanya.untuk melihat kendala apa saja selama berada di kantor cabang maupun proyek yang sedang di kerjakanya.

__ADS_1


Kepala divisi cabang yang bernama Rio memberikan berkas laporan bulanan pada Arga, untuk di baca perkembangan dan kendala di sana .


Arga pun langsung membaca berkas itu dengan sangat detail,melihat deretan nominal angka yang masuk dan keluar,tapi ada satu deretan yang mengganjal,pemasukan tidak sebanding dengan pengeluaran nominal perusahaan.


Sontak saja membuat Arga marah bercampur dengan emosi,membuat orang-orang yang ada di sana kaget dengan kemarahan Arga.


"Kenapa laporan keuangan tidak setabil?apa ada sesuatu yang membuat kinerja kalian menjadi berkurang?tanya Arga pada seluruh divisi.


"Maaf pak Arga saya sudah beberapa kali berusaha mencocokan keuangan yang masuk,serta pengeluaran,tetapi tetap saja pemasukan tidak sesuai dengan pengeluaran,pemasukan lebih sedikit dari pengeluaran dan yang kita keluarkan dari perusahaan.?"Rio menjelaskan hasil data dari keuangan, perusahaan pelita grup.


"Lantas siapa yang bertanggung jawab atas laporan ini"?


"Pak Kusuma bagian divisi yang bertanggung jawab untuk pengeluaran dan pemasukan keuangan perusaah pak" !jawab Rio yang takut di salahkan.


"Pak Kusuma,"


"Iya pak"


"Rapat di tutup,setelah Kusuma hadir di rapat 3 hari mendatang,"Arga menutup rapatnya dan membubarkannya.


Setelah rapat yang hanya memakan waktu 10 menit,Arga kembali membaca lagi laporannya.dan meminta asistennya untuk mengecek kembali pengeluaran dana yang keluar.


Jika terjadi kesalahan atau kecurangan,Arga tidak akan segan-segan untuk memecatnya,apalagi jika sampai ada yang berkhianat dengan dirinya,ia tidak akan memaafkan orang yang sudah berkhianat padanya.


Sungguh Arga sangat beenci para penghianat,yang menghancurkan bisnisnya.tidak ada Apun dari Arga untuk para penghianat,walaupun perngianat itu meminta maaf dan bersujud padanya.


"Uuuuuhhh sialll !! Kenapa aku bisa kecolongan seperti ini,"ucap Arga ia sangat frustasi sampai mengusap wajahnya dengan kasar ,memikirkan masalah dalam hidupnya yang tak kunjung selesai.


Ia berusaha untuk berpikir tenang,tapi pikirannya tidak pernah tenang ia mencoba sedikit santai dengan permasalahan ini,namun cobaan itu datang silih berganti,tak pernah ada ujung pangkalnya.


Andai saja semua permasalahannya bisa ia selesaikan satu-persatu,mungkin saja Arga tidak akan sefrustasi ini,masih bisa ia selesaikan.


Akan tetapi,semua tidak sama dengan apa yang dipikirkan Arga,masalah ia dengan keluarga nya saja belum ada titik terang,di tambah kini perusahaannya bermasalah dengan keuangan.


Hingga asisten Argapun datang untuk memberitahu informasi yang sudah di dapatkannya


Asisten yang bernama Sakapun datang memberitahu tentang informasi,yang baru saja ia dapatkanny, menceritakan semua informasi tanpa ada satupun yang terlewat.

__ADS_1


__ADS_2