Aku Tak Pernah Di Anggap Istri

Aku Tak Pernah Di Anggap Istri
Bab 28


__ADS_3

Argapun semakin gusar,kecemasannya saat ini sedang melanda dirinya, frustasi,karena semua para penanam saham mencabut semua asetnya. Meminta Arga untuk mengembalikan semua modal dan denda yang sangat besar.



Di tambah lagi para karyawan menuntut dirinya,untuk membayar hak-hak mereka sebagai seorang pekerja.



Arga sendiripun sudah melakukan yang terbaik untuk semuanya.tapi apa daya hasil yang di dapat tiadk sesuai dengan keinginan nya,dia gagal menarik investor untuk perusahaan nya.



Cabang perusahaannya pun beberapa sudah ia tutup,tidak bisa beroperasi lagi.



"Pak " sapa asistennya itu.



"Apa kamu sudah mendapatkan investor untuk perusahaan kita,"? Beberapa waktu lalu Arga menyuruh asistennya untuk segera dan secepatnya mencarikan investor baru.yang ingin menanamkan modal di perusahaan miliknya.



"Ada pak tapi hanya ada dua investor yang mau bekerjasama dengan perusahaan kita "! Ucap asistennya.



"Tolong kamu berikan datanya padaku "! Arga meminta data kedua investor itu.



Asisten nya pun langsung memberikan data,yang sudah ia dapatkanny beberapa hari yang lalu.lalu ia menyerahkannya kepada bosnya itu.



Argapun menerima berkas itu membukanya dan membacanya dengan detail,betapa terkejutnya ia saat dia tau investor baru yang akan menanam saham di perusahaan nya.ia tidak menyangka ,salah satu nama yang tertulis didalam keretas itu.



"Siaalll !! Mengapa harus dia yang aku ajak kerjasama "!.Arga kesal dan ia menggemparkan tangannya.



"Hanya kedua perusahaan itu yang saat ini mau bekerjasama dengan perusahaan kita pak dan membantu krisis keuangan kita"!.



"Oh , ,siall ! ! Arga sangat kesal dan bingung apa yang harus ia lakukan.



Sang asisten tidak paham apa yang membuat bosnya itu kesal dan terlihat sangat marah.ia mengumpati mereka.



"Pak kita tidak ada pilihan lain selain bekerjasama dengan perusahaan mereka,dan salah satu dari mereka telah sudah saya hubungi"!.ucap sang asisten memang ia telah menghubungi salah satu dari kedua calon investor itu.



"Siapa yang sudah kamu hubungi"?



"Pak Galvin pemimpin utama dari perusahaan Galvin Wijaya".



"Sial kamu mencari mati ,! Kamu tau siapa orang itu"!.Arga sangat kesal dan marah , mendengar nama Galvin yang akan memberikan bantuan untuk perusahaan nya.



"Pak Galvin orang yang bisa kita andalkan,dan dia juga ingin memberikan keuntungan besar untuk perusahaan kita pak ". asistennya Arga menerangkan semua hasil pembicaranya dengan Galvin,tanpa ada satupun yang ia tutupi dari Arga.



"Brengsek ! Batalkan kerjasama dengan dirinya,karena aku sangat tidak Sudi bekerjasama dengan pria yang sudah merebut istriku"!.



"T\_api pak ?". asistennya Argapun terlihat tampak takut, melihat tatapan bosnya yang penuh dengan amarah dan emosi.


__ADS_1


"AKU BILANG BATALKAN KERJASAMANYA,DENGAN PRIA SIALAN ITU APA KAMU DENGAR".Arga benar-benar dilanda emosi,meminta asistennya untuk segera membatalkan kerjasama nya dengan Galvin tanpa ada alasan apapun.



Asisten nya pun pasrah,ia tidak bisa berbuat apapun,ia hanya bisa menuruti kemauan bosnya ,iapun segera pergi meninggalkan ruangan bosnya tanpa meminta izin terlebih dahulu.



Setelah kepergian asistennya iapun mengamuk,semua barang yang ada di dalam ruangannya di banting dan di lemparkan begitu saja.ia tak perduli dengan harga barangnya yang berharga puluhan bahkan ratusan juta tersebut.


*


*


*


Kurang lebih sepuluh jam untuk sampai di tempat yang akan mereka datangi dan berjumpa dengan seorang.



Akhirnya mobil Galvin telah sampai di sebuah rumah yang cukup sederhana,di kawasan kota kecil ,iapun membangunkan kinara.untuk segera turun dari mobil.



"Sayang ayo bangun kita sudah sampai"!. Galvin pun mengelus pipi Kinara ,agar sang kekasih bangun dari tidurnya.



Kinara pun terusik dengan elusan Galvin,iapun terbangun dan mengerejepkan matanya,ia menyesuaikan Indra penglihatannya.



"Apa kita sudah sampai"?.Kinara bingung dengan tempat asing yang baru pertama kali ia lihat.



"Kita sudah sampai sayang ! Ayo kita masuk ke dalam"!.Galvin sudah tidak sabar ia ingin memperkenalkan Kinara kepada seseorang yang sangat penting dalam hidupnya.



"Tapi di mana kita sekarang"? Tanya Kinara yang bingung.




"Apa! Jogjakarta , kamu mengendarai mobil sendiri ke kota ini ! ".Kinara sangat kaget dan tidak menyangka,ia datang ke kota ini dengan mengendarai mobil berjam-jam dengan tanpa adanya istirahat dekitpun.



"Tenanglah sayang,kamu tidak perlu cemas ! Karena aku sudah terbiasa melakukan perjalanan yang jauh dengan menggunakan mobil"!.



"Tapi tidak seperti ini juga Vin ! Kamu kan bisa meminta sopir untuk mengendarai mobil ! Aku tidak ingin kamu lelah dan sakit "! Kinara yang sedikit agak mengomel pada Galvin,dan ia tidak menyangka Galvin sering melakukan perjalanan jauh seperti sekarang dan tanpa di temani sopir maupun asisten pribadinya.



"Apa kamu masih ingin terus berdebat dengan ku ? Dan kamu tidak ingin masuk ke dalam ?".tanya Galvin yang mengalihkan pembicaraan nya.



Kinara pun menghela nafas panjangnya,dengan kasar,percuma menasehati Galvin,yang tidak pernah mendengarkan ucapannya.



Setelah itu merekapun turun dari dalam Mobilnya,dan berjalan memasuki halaman rumah itu.



Sesampainya di rumah itu,Galvin mengambil kunci dari kantong jaketnya,ia membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.



"Mah apa kamu ,ada di rumah".Galvin berteriak memanggil mamahnya.



Kinara yang bingung dengan Galvin yang memanggil seseorang itu dengan sebutan mamah.



"Mamah ? Maksudmu?"tanya Kinara yang sudah kelewat bingung.

__ADS_1



"Tunggulah sebentar di sini".Galvin pergi meninggalkan Kinara yang sedang duduk di sofa ruang tengah rumahnya,dan ia pergi mencari ibunya ke danau yang ia buatkan.



Setelah Galvin pergi,Kinara melihat-lihat Poto yang terpajang di dinding ,foto Galvin dari yang masih ia kecil hingga ia berumur belasan tahun,dan bersama seorang wanita cantik di sampingnya .



Disinilah Kinara paham , Galvin membawanya untuk bertemu dengan ibu kandungnya,lalu Galvin pergi kemana,karena sampai sekarang ia tak kunjung datang juga.


*


*


*


Galvin keluar rumah lewat pintu belakang,yang menghubungkan jalan ke sebuah danau buatannya,ia sudah menduga mamahnya sedang berada di danau itu bersama bibi Reni memandangi danau itu,saat ia melihat dua wanita paruh baya itu.



"Bibi Reni aku pulang"teriak Galvin yang agak jauh dari mereka.



Reni pun menoleh saat keponakan nya memanggil namanya.



"Vin , , akhirnya kamu pulang juga".bibi yang tak kuasa menahan haru ketika melihat Galvin,ia terisak menangis melihat pria yang kini tumbuh besar kembali mengunjungi nya.



"Aku sangat merindukanmu nak ? Bagai mana kabarmu"?.tanya bibi Reni sambil memeluk Galvin Dengan penuh kerinduan .



"Aku juga sangat merindukanmu bibi Ren ! Dan kabarku sangat baik! Bagai mana dengan kabar kalian ?".Galvin membalas pelukan bibi Reni dengan erat dan penuh kerinduan ia merindukan wanita-wanita ini bertahan-tahun.



"Bibi baik sangat baik"!.



"Tersu bagai mana dengan kabar mamah?". Galvin bertanya pada bibinyA .



"Kamu bisa lihat sendiri,ia hanya duduk di danau tanpa berbicara"!.



Mendengar ucapan bibinya ia menghela nafas panjang mendengar ibunya tak kunjung ada perubahan masih sama seperti dulu.



"Bi bisakah kamu membawa mamah masuk ke rumah ! Aku ingin memperkenalkan seseorang pada kalian,"?.ucap Galvin yang sudah tidak sabaran ingin memperkenalkan mereka berdua pada Kinara di depannya.



"Apa dia menantuku "?.tanya Reni yang penasaran dengan seseorang itu,tapi Galvin hanya membalas dengan senyuman.



"Kamu ini kenapa selalu memberiku teka-teki terus padaku"?.Reni kesal karena Galvin tidak menjawab pertanyaannya.



Galvin pun menghampiri ibunya,berlutut di depannya dan mengambil kedua tangan ibunya,untuk ia genggam.



"Mah aku pulang ! Bagai mana dengan kabarmu?".dengan suara yang lirih mencoba menahan air matanya ia tak ingin menangis di depan ibunya yang sangat ia cintai.



"Bu aku membawa seseorang wanita ke sini ! Dan aku ingin memperkenalkan nya padamu ! Aku harap mamah menyukai wanita itu,"!.Argapun mencium kedua tangan ibunya.lalu iapun mengendong ibunya untuk masuk ke dalam rumahnya.



Dan di ikuti oleh bibi Reni di belakang nya ,yang masih bertanya-tanya siapa seseorang yang di bawa oleh Galvin itu.

__ADS_1


__ADS_2