
Akhirnya merekapun selesai makan malam yang penuh dengan canda tawa yang ceria,sangat penuh dengan kebahagiaan.
"Kamu tau Nara,dulu Galvin tidak mau sekolah.jika ia tidak di antar oleh kedua orangtuanya"!.
"Ooh ya ,lalu bagaimana jika kedua orangtuanya tidak bisa mengantarkan dan Galvin jadi tidak mau sekolah"!.
"Mamahnya selalu mengancam tidak akan di belikan eskrim untuk Galvin lagi,dan ancaman itupun akhirnya berhasil, membuatnya mau untuk pergi ke sekolah.
"Bibi please jangan buka aibku pada Kinara aku malu"!. protes Galvin yang malu.
"Aku tidak menyangka ternyata seorang Galvin suka dengan eskrim".
"Iya sampai sekarang pun eskrim masih menjadi makanan favoritnya,ia tidak akan menolak jika di berikan eskrim".ucap Reni sang bibi dengan tertawaanya.
Galvin di dalam hatinya mengumpat kesal pada bibinya,ia sengaja membuka dan mengumbar kebiasaannya di waktu kecil di depan Kinara sang kekasih,sampai membuat Kinara pun tertawa keras menertawakan Galvin,hingga ia mengeluarkan air mata nya.
Di sisi lain Galvin,ia ikut senang, bahagia, melihat tawa Kinara yang lepas.seperti bebannya yang begitu berat ia pinggul seakan hilang begitu saja.
"Aku tidak menyangka bi jika Galvin dulu sangat menggemaskan".ucap Kinara sembari di iringi tawa.
"Itu belum semuanya aku ceritakan padamu,dan yang aku ceritakan ini hanya lah satu dari sekian banyak tingkah lucu Galvin, sewaktu dia masih kecil.
"Benarkah,apa bibi bisa menceritakan semuanya tentang Galvin padaku "?.Kinara pun penasaran dengan kisah Galvin sewaktu ia masih kecilnya, ia sangat ingin mendengarnya lagi.
Tapi sayangnya Galvin menatap bibi Reni dengan penuh ancaman.agar bibinya itu tidak menceritakan lagi tentang masa kecilnya yang memalukan itu baginya.
"Ya tapi sayangnya seseorang tidak menyukai cerita aku ini"!.bibi Reni pun melirik Galvin sekilas.
"Ayolah bi Jang perdulikan Galvin"!. rengek Kinara yang ingin mendengarkan lagi ceritanya.
Tak di sangka tiba-tiba suara teriakan muncul dari dalam kamar Nita, membuat ketiga orang yang sedang berada di ruang tengah itu kaget, dan panik terutama Galvin,ia berlari saat suara teriakan itu semakin kencang.
Bibi Reni dan Kinara pun mengikuti Galvin dari belakang,sama paniknya dengan Galvin.
Sesampainya di depan kamar Nita,ia langsung menerobos masuk karena ia takut terjadi sesuatu pada ibunya.
"Mamah apa yang terjadi"?.Galvin sangat terkejut ia melihat mamahnya sudah memegang benda tajam di tangannya.
"Mah tolong jangan lakukan itu"!.pinta Galvin ,sambil mendekat ,ia ingin mengambil benda tajam yang di pegang oleh ibunya.
Dan di luar kamar bibi Reni dan Kinara pun terkejut ,ketika melihat Nita membawa benda tajam di tangannya.
"Bibi "panggil Kinara.
__ADS_1
"Gapapa kamu tidak perlu cemas"!.jawab Reni sambil mengelus tangan Kinara dan tersenyum.
Lalu Reni pun mendekat pada Galvin dan membantu menenangkan Nita.
"Biarkan saja bibi yang mengurus ibumu"!.
"T-api bi !.
"Percayakan semuanya pada bibi,lebih baik kamu tenangkan saja kekasihmu itu yang syok melihat kejadian ini."!. pandangan Renipun tertuju pada Kinara, yang masih bergeming di ambang pintu.
Galvin pun faham dengan ucapan bibinya lantas,iapun pergi menghampiri kinara,yang takut melihat ibunya Galvin.
"Hei sayang,tidak usah takut sayang mamah tidak akan melukai dirinya ko"!.ucap Galvin yang sudah berada di depan Kinara.
"Vin ,mamah Vin"!.
"Mamah tidak apa-apa percayakan semuanya pada bibi Reni,"!.ucap Galvin sembari memeluk Kinara yang ketakutan.
"Tapi Vin kenapa mamah bisa melakukan hal seperti itu"?.Kinara ingin tahu penyebab mamahnya Galvin melakukan hal itu.
"Aku akan menceritakan nya nanti,sekarang kita kembali ke kamar,biarkan bibi Reni yang mengurus mamah". akhirnya Galvin mengajak kinara untuk kembali ke kamar,agar mempermudah Galvin untuk menceritakan semuanya .
Sesampainya di kamar mereka, akhirnya Galvin merasa lega.kinara tidak terlihat ketakutan lagi, seperti tadi.getaran dalam tubuhnya pun menghilang,wajah pucat Kinara pun kini berangsur jadi merah,ia pulih dalam sekejap.
"Kamu tidak perlu takut! Mamah memang sering seperti itu jika ia mengalami mimpi buruk,"!. Galvin pun menceritakan penyebab ibunya sering melukai dirinya sendiri.
"Apa kamu tidak mau membawa mamah ke !".Kinara pun seketika mengantungkan ucapannya takut jika Galvin tersinggung.
"Kenapa berhenti ? Apa kamu ingin mengucapkan kenapa mamahku tidak di bawa ke rumah sakit jiwa"?.ucap Galvin ,seakan ia tau apa yang ingin Kinara ucapkan.
"Maaf "sesal Kinara.
"Tidak perlu meminta maaf sayang ! Kamu tidak salah dan mamah sendiri pun pernah berada di rumah sakit ,dan beberapa tahun yang lalu aku meminta dokter untuk merawat mamah sendiri.agar di kemudian hari mamah bisa pulih kembali"!.
Mendengar semua cerita Galvin ia merasa sangat iba,kinara tidak menyangka kekasihnya itu menjalani hari-hari yang begitu berat dalam hidupnya lantas iapun memeluk Galvin,ia menenangkan prianya itu.
"Kamu jangan takut Vin aku akan selalu berada di samping mu,suka maupun duka,berbagilah semuanya denganku,karena aku akan selalu siap dan menjadi orang pertama yang selalu mendengar keluh kesah mu "!.Ucap Kinara yang meyakinkan Galvin. Membalikan ucapan yang pernah Galvin lontarkan padanya.
Galvin pun sangat bersyukur telah bertemu dengan wanita seperti Kinara, yang mau menerima kekurangan dirinya maupun keluarganya,dan wanita yang saat ini sedang memeluknya tidak perduli dengan masalalu nya yang suram itu.
*
*
__ADS_1
*
Tak terasa pagi pun telah menjelang,Kinara yang lebih dulu bangun,dari pada mereka yang masih tertidur lelap.ia memang sengaja bangun lebih awal dari pada yang lainnya.
Untuk menikmati suasana pagi di dalam pedesaan.
Saat mereka tiba di desa ini,Kinara belum sempat untuk berjalan-jalan di lingkungan pedesaan itu.ataupun Galvin yang mengajaknya,karena saat mereka Sampai di desa ini hari sudah mulai gelap . lingkungan di desa pun jadi sepi.
Baru kali ini Kinara ,bisa merasakan keindahan desa yang tampak begitu hijau, asri.banyak sekali pepohonan berada di sisi kanan dan kiri jalanan.meneduhkan setiap pengguna jalan yang ingin lewat.
Kini Kinara pun sudah berada di luar rumah,ia ingin sekali melihat-lihat lingkungan di desa ini,tanpa di dampingi oleh Galvin di samping nya.
Berbicara tentang Galvin mengingatkan nya dengan kejadian semalam,Galvin benar-benar membuatnya mendesah dengan panjang, memanggil namanya sampai lupa dengan keadaan sekitar.
Kekasihnya itu membuatnya benar-benar malu sampai ke ubun-ubun kepala nya .
"Huuffhh , , bisa-bisanya aku memikirkan percintaan yang semalam aku dan Galvin perbuat !".Kinara pun senyum-senyum mengingat kejadian semalam.
Sampai Kinara tidak sadar ,Galvin sudah berada di belakangnya !"apa kamu tidak sabar menunggu ku sampai kamu berjalan-jalan sendirian,"!.Galvin membuat Kinara kaget dan menoleh ke belakang.
"Galvin kamu di sini juga"!.Kinara sangat terkejut dengan kehadiran Galvin yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.
"Iya semenjak kamu keluar kamar tanpa membangunkan aku dan pergi sendiri tanpa aku di sampingmu"!.sahut Galvin ada rasa sedikit kesal .dan merajuk pada Kinara.
"Jangan salah paham Vin a! aku hanya tidak ingin menganggu tidur pulas mu "!.
"Tapi kamu sudah mengganggu tidur ku sayang"!.
"Bagaimana bisa aku menganggu tidur mu "?.tanya Kinara ,padahal ia sangat hati-hati, supaya Galvin tidak terganggu tidurnya.
Lalu Galvin pun menghampiri Kinara,yang sedang berada di depannya itu,iapun menarik pinggang Kinara,sekilas mengecup bibir mungilnya Kinara .
"Morning kiss sayang"!.sebelum Galvin mencium bibir merah dan mungilnya Kinara.
Cuup !
"Satu kali Galvin memberikan kecupan,tapi sayangnya,bagi Galvin kecupan itu sangat kurang.
Galvin pun menambah kecupannya beberapa kali,dan pada kecupan terakhir Galvin sengaja \*\*\*\*\*\*\* bibir Kinara,dengan cukup lama.
Hingga Kinara pun meronta,meminta Galvin untuk menyudahi ciuman nya itu,agar ia bisa mengisi oksigen untuk tubuhnya.
"Maafkan aku sayang ,entah kenapa aku selalu lepas kendali jika saat bersamamu"!.ucap Galvin dengan nafas yang terputus-putus.
__ADS_1
"Kamu memang selalu lepas kendali Vin, terkadang aku juga bingung dengan gairah yang sangat besar mu "!.