
Setelah ia mendengar kabar gembira tentang Nita, Renipun mendatangi kamar milik Nita,dan sesampainya di depan pintu kamar,ia membukanya dan langsung masuk ke dalam.
Renipun melihat dan memandang Nita dengan penuh keharuan,air mata yang sudah menumpuk di kelopak matanya akhirnya jatuh membasahi pipinya.
Reni mendekat keranjang milik Reni,lalu iapun duduk di sebelahnya yang kini sedang berbaring.
"Kamu tau ! Aku sangat senang sekali mendengarmu kini sudah mulai membaik,setelah bertahun-tahun kami menunggumu".
"Teruslah berjuang dan tujuan pada kami semuanya,agar kami terus membantu untuk kesembuhan mu"!.Renipun mengecup kening Nita yang kini sedang tertidur lelap,sambil ia menghapus bekas air matanya.
Setelah itu Renipun keluar dari dalam kamar Nita,ia tidak ingin menganggu tidur pulasnya .
Di satu rumah yang sama Kinara sedang melayani Galvin di meja makan,ia membantu Galvin membawakan makanan yang ia ingin makan, walaupun prianya itu seorang pemilih ,tapi tetap saja Kinara mengambilkan nya .
"Aku tidak suka ini "tolak Galvin sambil mendorong piring yang penuh dengan makanan.
"Kamu menolak masakanku"?.
"Bukan begitu tapi aku tidak suka kamu memberikan ku kacang merah"!.
"Makan makananmu atau kamu akan tidur di luar"!.ucapan Kinara pun berhasil membuat Galvin membelalakkan matanya,ia terkejut.
Ancaman Kinara pun membuat Galvin bungkam,ia tidak berani protes lagi,dan akhirnya Galvin pun memakan makanannya itu dengan terpaksa.
Kinara tersenyum puas, ancamannya berguna untuk Galvin tanpa protestan yang sering ia lakukan.walaupun ia tau prianya itu sangat tidak suka memakan kacang merah.
Akan tetapi Kinara melakukan itu semua demi kesehatan Galvin ,yang selalu mengabaikan nya selama ini.
"Kamu puas kan aku sudah menghabiskan kacang merah ini?".tanya Galvin yang sedikit marah pada kinara.
"Tentu saja sayang aku sangat puas kamu makan dengan begitu lahapnya"!. Kinara pun tersenyum puas melihat Galvin tersiksa.
"Iya , setelah ini giliran kamu yang aku makan,"!.ia menatap Kinara dengan penuh seringai,sangat penuh dengan minat.
Namun , perkataannya di dengar oleh Reni sang bibi,dan ia langsung di berikan pukulan kecil oleh bibinya itu.
"Jangan membebani menantuku ! Dia harus ekstra istirahat,agar besok ia bisa kembali bugar"!.bela Reni pada Kinara,ia tidak suka dan tidak ingin jika Kinara nantinya jatuh sakit.akibat serangan yang di berikan keponakan sialannya itu.
"Aku juga tidak akan membuat Kinara lelah bi karena dia kekasihku yang aku cintai dan aku sayangi aku ingin segera menikahinya dan memberikan bibi dan mamah cucu"ucap Galvin tersenyum dengan wajah tanpa dosa.
Sementara itu Kinara sangat malu karena ucapannya tidak pernah memakai filter olehnya ,dan selalu berkata mesum.
Warna merah merona pun kontras terlihat jelas di pipi putihnya Kinara.galvin pun semakin menjadi untuk menggodanya,dengan ucapannya lagi."kamu lihatlah bibi Kinara tidak menolak ku dan dia setuju untuk proses pembuatan anak kamu ! Benar begitu bukan sayang"!.
__ADS_1
Bukanya menjawab pertanyaan Galvin, Kinara malah kabur, meninggalkan mereka,ia bertambah malu.karena Galvin tidak pernah mengerem ucapan mesumnya itu.
Sungguh rasanya Kinara ingin sekali menjeburkan diri ke dalam laut,atau melemparkan Galvin kedalam jurang,agar ia tidak mendengar ucapan mesum kekasihnya lagi.
Melihat kepergian Kinara ,membuat Galvin semakin di siksa oleh bibi Reni.mencubit pinggangnya sehingga ia mengeluarkan suara ringisan,dan memohon ampunan pada bibinya itu.
"Awww bibi tolong berhenti ini sakit "!.
"Kamu menyuruhku berhenti setelah kamu membuat menantuku malu hah ! Sekarang terima pembalasannya dariku"!.Reni terlihat kesal dengan ucapan Galvin dan ia membalasnya dengan cubitan.
*
*
*
Di sisi lain Diana tidak tahu harus bagaimana lagi,ia benar-benar tak sanggup untuk membayar semua tagihan Riri,ia menghubungi anaknya pun susah.tidak ada di antara mereka yang mengangkat sambungan telepon dari Diana sang ibu.
Dan akhirnya dianapun dengan sangat terpaksa menerima pekerjaan itu,demi untuk membayar semua tagihan wanita sialan walaupun ia selalu di marahin oleh para pelayan,karena ia tidak becus dalam bekerja.
Prank satu piring terdengar pecah dari dalam dapur Diana tak sengaja memecah kan piring saat ia sedang mencuci piring.
"Kamu memang sangat tidak berguna ! Membersihkan satu piring saja tidak becus"!.omel kepala staf pelayan restoran itu.
"Maaf aku tidak sengaja"!.
"Aku bosan mendengar kata tidak sengaja dari mulutmu,tapi kamu selalu saja membuat kekacauan dan kesalahan yang Sama, dari pada aku yang harus menanggung semua kerugian ! Lebih baik kamu bersihkan meja yang ada di ujung sana ! Usir kepala pelayang ia tak ingin Diana semakin membuat kekacauan di dapurnya menjadi lebih parah.
Tapi sebelum ia membersihkan meja itu,ia melihat Arga dengan seorang pria paruh baya,lalu iapun mendekat,berjalan dan menghampiri putranya itu.
"A-arga syukurlah kamu akhirnya datang ! ".dianapun merasa sangat lega, melihat putranya datang untuknya.
"Ibu apa yang terjadi ?".tanya Arga yang heran,ia melihat Diana dengan penampilan Diana memakai baju pelayan.
Dianapun menceritakan semua yang terjadi padanya, perdebatan dengan Riri dan berakhir dengan tagihan yang harus di bayarkan.
Tapi semua itu tidak berbanding balik, justru Arga malah murka pada ibunya.begitu bodohnya ia sampai mempermalukan dirinya di depan klien.
"Sepertinya pertemuan kita harus di tunda.kamu urus saja permasalahan ibumu di sini"!.klien Arga akhirnya pamit,tidak ingin mencampuri urusan pribadi mereka.
Argapun menatap tajam pada Diana ,sangat terlihat wajah marahnya.lalu iapun membawa ibunya keluar,dari restoran itu, menunggunya di sana,sampai permasalahan itu selesai.
Diana tau apa yang akan terjadi padanya,tapi ia tidak perduli sama sekali.yanh terpenting sekarang dia terbebas dari pekerjaan sialan itu.
Sambil menunggu putranya keluar dari restoran itu,Diana bersiap untuk memasang wajah ketakutan, agar dia tidak terkena dampak kemarahan Arga padanya,ia berpura-pura menangis.seolah-olah sebagai korban tindakan kekerasan dan perlakuan yang tidak adil di restoran itu.
Diana memanglah sangat pandai dalam bersandiwara,dan merencanakan sesuatu yang membuat Arga luluh dan kembali untuk membelanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian,orang yang ia tunggu akhirnya keluar dari dalam restoran.dengan raut wajah yang sangat menyeramkan.
"Arga bagai mana ?"tanya Diana yang penasaran.
Arga tidak menjawab,ia hanya menatap ibunya untuk ikut pulang bersamanya ke rumah.
Di dalam mobil tak ada satu kata pun yang mereka berdua keluarkan ,sangat hening keduanya sama-sama diam.suasana dalam mobil pun sangat mencekam.
Apa lagi Diana melihat Arga Terus mendaratkan tangannya pada Stir mobil,mengepal dengan sangat marah ingin rasanya ia memaki ibunya yang selalu saja membuat masalah akhir-akhir ini.belum lagi dengan klien ya ,yang membatalkan janji untuk membahas bisnisnya.
Tapi tak di sangka ia harus mengurus permasalahan ibunya,yang tak sengaja bertemu di restoran.
"Ibu sangat membuatku malu di depan klien ku"!.Arga pun membuka suara duluan.
"Apa yang membuat mu malu"?.tanya Diana yang tidak mengerti.
"Apa aku harus memberi tahu ibu"?.
"Arga kamu tidak perlu membentak ibu seperti ini,jelaskan di mana aku membuatmu malu!".ucap Diana yang tak ingin di salahkan.
Secara mendadak Arga mengehentikan mobil di tengah jalan dan menatap sinis yang begitu tajam pada Diana sang ibu,"kamu telah menghancurkan pertemuan ku dengan klien yang sudah mau menemui ku dan ibu juga membuat nya pergi tanpa ia menjelaskan kapan lagi ia akan bertemu dengannya lagi. "Apa sekarang ibu sudah puas telah menghancurkan kehidupan ku.
"Arga ,ibu tidak senga untuk mempermalukan mu "!.
"Sudah lah mah jangan selalu membela diri sendiri,bagiku itu semua percuma,"!.Arga benar-benar terlihat sangat marah.
Dianapun menunduk kesal,rencana yang sudah ia siapkan tidak berhasil membuat Arga iba pada dirinya.justru sang putra malah mengerang balik padanya.
"Tolong jelaskan padaku kenapa ibu ada di sana,dan ibu berakhir menjadi seorang pelayan di sana."!.
"Ibu sudah menjelaskan semuanya apa ibu harus menceritakan nya kembali"?.
"Iya ibu harus menceritakan semuanya lagi dari awal padaku,tanpa ada yang harus di tutupi dariku,"!.Arga sebenernya tau apa yang terjadi di restoran itu,tapi dia hanya ingin memastikan jika ibunya itu tidak berbohong padanya.
Dengan sangat terpaksa dianapun kembali menceritakan lagi, kejadian yang sangat memalukan baginya,dengan perdebatan dan pertikaian dengan Riri.Yang menjadi dirinya menanggung resiko besar.dan ia berakhir menjadi pelayan restoran.
"Tak ada yang ibu sembunyikan dari diriku kan "?.tanya Arga.
"Apa yang harus ibu tutupi darimu"!.
"Baiklah jika ibu tidak jujur padaku,aku tidak akan pernah mau lagi untuk membelamu ,"!ucap Arga tegas karena ia sudah bosan dengan ketidak jujuran ibunya itu.
Dianapun mengumpat kesal,semua yang ia ceritakan dan di dusun dengan rapi ,memang tidak semua ia ceritakan pada Arga,ia hanya menceritakan bagian-bagian saat Riri meninggalkannya.lantas Diana pun menceritakan kembali kejadian itu tanpa ada yang di sembunyikan dari Araf lagi.
__ADS_1