Aku Tak Pernah Di Anggap Istri

Aku Tak Pernah Di Anggap Istri
Bab 18


__ADS_3

Diana pun sampai di gedung kantor cabang milik kinara, desain yang kini sedang naik daun,dan menjadi trending topik terhangat di semua media sosial online maupun offline.



Diana tidak tahu jika pemilik gedung desainer ini adalah menantu yang tak pernah ia harapkan,kini Diana suda berada di lobby gedung.ia menanyakan pada staf yang ada di sana menanyakan ruangan bos mereka.



Novi salah satu staf yang kebetulan bertugas di lobby, mengatakan ruangan bosnya berada di lantai dua puluh lima.



Diana pun pergi begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih,berjalan sangat angkuh, mendongakkan kepala, sombong.menatap siapa saja dengan penuh pandang yang tidak suka, seolah-olah dialah wanita terkaya,mampu mengajak Kinara bekerjasama.



Sampai Diana berada dalam lift Juga masih saja menunjukan wajah angkuhnya ,kini lift yang mengantar Diana sampai di lantai dua puluh lima,dan dia keluar dari lift itu.



Sesampainya diana di meja sekertaris Kinara,dia hanya tersenyum tipis, masih terlihat angkuh dan sombong.sehingga Shinta sekertaris Kinara Muak dengan tamu yang akan menjumpai bosnya.



"Bu Wijaya,Bu Nara sudah menunggu anda sejak tadi,?mari saya antar keruangannya !"Shinta bersikap ramah pada Diana walau sebenarnya ia sangat muak.



Namun balasan Diana terhadap Shinta sangatlah tidak ramah,ia memandangi Shinta dari ujung rambut hingga ujung kaki,ia menilai pakaian yang di pakai shinta sudah ketinggalan jaman,ia mencemooh sekertarisnya Kinara.



"Culun , , "ejek Diana yang tidak di hiraukan oleh Shinta.



Kini Shinta dan Diana sampai di depan pintu ruangan Kinara,dan Shinta mengetuk pintu ruangan itu,dan di dalam sana Kinara menyuruhnya masuk,dan di ikuti oleh Diana.



"Bu Nara ,tamu sudah datang"! Ucap Shinta memberitahu kinara.



"Terimakasih Shinta,kamu boleh pergi,!"



Selepas kepergian Shinta,Diana belum menyadari wanita yang berada di depanya itu adalah kinara ,sehingga suara bariton Galvin menyadarkan mereka.



"Kamu, ,!Galvin sedikit terkejut melihat Diana berada di kantor kekasihnya.



Mereka berdua berpandangan ,kaget,melihat satu sama lain.sampai suara Diana menggunjing dirinya.



"Apa yang kamu lakukan disini,?"tanya Diana


__ADS_1


"Ya tentu saja aku bekerja"jawab Kinara dengan sangat santai.



"Bekerja katamu,apa aku tidak salah mendengar!"Diana pun menatap Kinara,melihat penampilan nya sekarang sangatlah berbeda,baju bermerek ia kenakan sehingga ia terlihat sangat elegan.di tambah makeup tipis,menjadi nilai plus bagi penampilan nya.



"Bu Wijaya tidak salah dengar,aku disini memang untuk bekerja ! Lantas anda sendiri ngapain disini"?



Diana tidak memperdulikan perkataan Kinara,tidak penting baginya untuk di Jawa, iapun menolehkan kepalanya, mencari seseorang yang ingin ia temui.



Galvin yang memperhatikan gelagat diana pun paham,lantas ia mengeluarkan suara bariton lagi.



"Kamu mencari pemilik perusahaan iini ?tapi sayangnya orang yang kamu cari dan ingin kamu temui berada di depanmu"!ungkap Galvin sambil menunjuk Kinara.



Sontak seketika Diana sangat terkejut mendengar perkataan Galvin,tidak percaya kalau pemilik perusahaan ini adalah Kinara.



"Tidak mungkin wanita \*\*\*\*\*\* itu pemilik perusahaan ini,dan desainer yang sedang hangat di bicarakan itu"?



"Akulah orang yang anda ajak bekerja sama ! Mari kita selesaikan kerjasama kita!" Ajak Kinara, untuk segara melakukan kerjasama nya.




"Kamu mengajakku bekerjasama ! Di dalam mimpi sekalipun aku tidak Sudi bekerjasama denganmu !wanita \*\*\*\*\*\* sepeti dirimu tidak pantas menjadi seorang desainer.dan seharusnya kamu berada di club' malam untuk menjajakan tubuhmu untuk pria-pria hidung belaang.!"Diana mengejek,menghina, bahkan merendahkan hidup Kinara ,untuk kesekian kalinya.



Kinara sendiripun menghadapinya dengan sangat enteng, santai, tidak ada emosi,justru ia membungkam mulut diana.



"Bukanya kamu yang memintaku untuk bekerjasama dengan diriku,untuk membuatkan gaun yang akan kamu pakai,tapi setelah kamu tahu, desainer nya aku,kamu membatalkannya begitu saja, apa kamu tidak takut.aku meminta denda padamu"?



Dan benar saja,ucapan Kinara mampu membungkam mulut Diana,saat ia mendengar kata denda yang di lontarkan kinara dari mulutnya.



"Kenapa anda terdiam Bu Wijaya?apa kamu tidak mampu membayar denda padaku?"ucap Kinara,memancing kemarahan Diana .



"Kamu mau memerasku haah"? Diana marah , emosinya yang sudah ingin ia keluar kan.



"Aku tidak memerasmu! Di dalam kerjasama terdapat denda.jika salah satu membatalkan kerjasama sepihak,dan kamu membatalkan kerjasama denganku, merugikan perusahaan ! Jadi wajar aku minta denda padamu! Jelas Kinara yang lebih unggul dalam berbicara .

__ADS_1



"Sialan! Kamu benar-benar wanita yang tidak tahu diri ! Memeras adalah tindakan kriminal ! Aku akan menuntut mu"!Diana mengancam akan menuntut Kinara.



Galvin maju untuk membela Kinara,ia sangat tidak suka jika kekasihnya itu di sudutkan,dan mengancam Melaporkan tindakan kekasihnya.



"Hukum tidak berlaku bagiku ,!justru kamulah yang akan menerima hukuman itu "! Galvin menatap sinis pada Diana ,tidak pernah sekalipun ia berbuat baik pada kekasihnya itu.



"Kamu membela wanita sampah itu, ! jelas-jelas wanita sialan itu memerasku"!



"Aku membela karena Kinara tidak bersalah,kaulah yang bersalah dan membatalkan sepihak kerjasama ini ? Dan bersiap lah 2x24 jam kamu akan mendapatkan peringatan diriku .!



Galvin pun mengangkat gagang telepon di meja kerja nya kinara,meminta penjaga keamanan untuk naik keruangan Kinara.untuk menyeret Diana keluar dan melemparnya dari perusahaan milik kekasihnya itu.



Lima menit kemudian dua orang penjaga itupun datang ,membungkuk hormat pada galvin dan Kinara.sebelum kedua orang itu menyeret paksa Diana keluar dari perusahaan .



Diana berteriak dan mengumpat kasar,penuh dengan makian,di tonton oleh banyak staf yang berlalu lalang di ruang kerja Kinara.



"Kamu terlalu kejam viin, ! bagaimanapun dia masih ibu mertuaku,!"protes kinara,tidak suka dengan sikap Galvin.



"Dia pantas untuk mendapatkannya,berbicara tentang ibu mertuamu apa kamu sudah mengurus perceraian mu dengan Arga?.



Hampir saja Kinara lupa dengan perceraiannya ,jika saja Galvin tidak bertanya seperti itu padanya mungkin ia akan lupa,"ya tuhan untung saja kamu mengingatkan aku Vin ,aku hampir lupa proses perceraian ku dengan Arga,"ucap kinara yang di hadiahi cubitan di hidung Kinara dari Galvin.



"Dasar"kamu ini memang selalu melupakan hal sepenting ini!apa kamu ingin kembali bersama dengan si brengsek Arga "Rajuk Arga pada Kinara berpura-pura marah.



"Kembali dengannya ! Tidak, tidak aku sama sekali tidak ada niatan untuk kembali lagi dengannya."tolak Kinara tidak ingin kembali lagi ke kehidupan neraka milik Arga,hidupnya tidak pernah merasa bahagia saat bersama Arga ,di tambah siksaan dan hinaan dari Diana yang selalu melukainya luar maupun dalam.



"Aku percaya padamu sayang,aku akan meminta pengacaraku untuk mempercepat peroses perceraianmu dengan Arga ,dan kamu hanya tinggal duduk diam , menunggu panggilan persidangan perceraianmu".



"Apa itu tidak merepotkan dirimu Vin ,!seharusnya aku yang mengantar semua berkas perceraian ku kepangadilan,tapi justru kamu yang mengurus perceraian ku !,Kinara tidak menyangka Galvin mau menguruskan perceraian dirinya dengan Arga ,padahal sudah jauh-jauh hari ia mau pergi ke pengadilan sendiri mengurus semuanya sendiri tanpa merepotkan Galvin.



"Kamu adalah wanitaku ,sudah sewajarnya aku membantumu dan aku tidak akan pernah tenang sebelum kamu bercerai dengan darinya."!

__ADS_1



Ya ,memang selama ini Galvin tidak merasa tenang,sebelum Kinara bercerai.ia akan terus merasa di hantui rasa bersalah merebut istrinya dari rival abadinya.


__ADS_2