
Kini kebahagiaan sedang menyelimuti Kinara dan Galvin,sebab mereka merawat Nita tidak sia-sia.
Karena ada suatu kemajuan dari Nita,kini ia sudah mulai merespon Setian Kinara ataupun Galvin berbicara.
Reni yang melihat pun sangat bahagia, kedatangan Kinara membawa dampak positif yang baik untuk mereka.
Awal yang baru,dan kehidupan yang baru juga untuk keluarga Galvin, Reni pun tak tahan dengan keharuan itu,di setiap Kinara mengajak Nita untuk berbicara.ia selalu melihat reaksi dan respon yang di berikan oleh adiknya itu, hingga tak terasa air matanya pun jatuh dari pelupuk matanya,air mata bahagia.
"Terimakasih tuhan engkau telah mengirimkan Malaikat yang tak bersayap seperti Kinara, bertahun-tahun aku merawat dan menjaga adikku tak ada satupun respon yang Nita berikan.dan sekarang dengan kehadiran Kinara, adikku dapat menanggapi ucapan yang di ucapkan oleh kinara"!. Renipun sangat berucap syukur pada Tuhan, dengan merapatkan kedua tangannya,ia berdoa karena telah mendapatkan malaikat seperti kinara.
Galvin yang berada di depan pintu tempat Reni berdoa, tersenyum bahagia mendengar Reni mengucap rasa syukur atas kehadiran Kinara.
Galvin juga memang mengakui ,Kinara memanglah malaikat tak bersayap ,dia mampu membuat semua orang merasakan kebahagiaan yang tak pernah sebelumnya ia rasakan.hanya Arga beserta keluarganya yang begitu bodoh melempar Kinara keluar dari kehidupannya.
"Bibi "panggil Galvin
Renipun menoleh , tersenyum pada Galvin. lalu iapun menghampirinya dan mengelus tangan keponakanya itu sambil berkata " ada apa"!.
"Tidak ada bi aku hanya mencarimu saja"!.
"Kmu ini !di mana Kinara"?.
"Kinara di luar sedang bersama mamah, sebentar lagi juga mereka akan masuk ke dalam rumah"!.Galvin mengatakan yang sesungguhnya.
"Bibi rasa mamahmu itu menyukainya".
"Kinara itu wanita yang sangat berbeda,dia bisa merubah suasana yang sangat dingin menjadi hangat"!.
"Kamu memang benar nak ,Kinara bisa membuat orang yang sakit menjadi sehat"!.
Galvin sendiri pun setuju dengan perkataan bibinya itu,Kinara selalu memberikan warna di hidupnya.bahkan suasana hatinya yang kelam .dia dapat merubahnya.
*
*
*
Di sisi lain Kinara sedang menceritakan kisah hidupnya pada Nita yang duduk di kursi roda.sambil memandang danau buatan Galvin.
Kinara bercerita sambil memegang tangan putih dan mulusnya milik Nita, sekali-kali ia pun melontarkan candaan pada Nita, walaupun Nita hanya menanggapinya dengan erattan tangan,namun mampu membuat Kinara bahagia.
"Aku sangat senang mamah dengan cepat merespon perkataanku,"!.Kinara menatap mata indah milik Nita.
"Mah, terimakasih mau mendengarkan ceritaku,dan sekarang kita harus masuk ke dalam rumah,karena hari sudah mulai gelap"!.
Kinara pun bangun dari kursi taman,dan mendorong kursi roda Nita,untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Kinara melihat Galvin dan bibi Reni sedang berada gurau,dan senyuman terbit di wajahnya,melihat kekasihnya itu bahagia.
"Apa aku menganggu kalian"? Ucap Kinara yang berdiri tak jauh dari Galvin,bersama dengan mamahnya
"Hai,nak ! Tidak ko kamu tidak menganggu kami ! Kemarilah sayang "!.Reni membalas ucapan Kinara menyuruh mereka berdua mendekat.
Kinara pun akhirnya mendekat dan menghampiri keduanya,lantas iapun memeluk Galvin sebentar, sebelum ia mengantarkan Nita ke dalam kamarnya.
"Aku akan mengantar mamah ke kamarnya terlebih dahulu"!.Kinara meminta Galvin untuk menunggunya,yang hanya di berikan anggukan oleh Galvin.
Kinara pun kembali mendorong kursi roda Nita,untuk mengantarkannya kembali ke kamar,lalu iapun mengelap seluruh keringat dan debu yang menempel pada tubuhnya Nita.
Sesudah itu Kinara membantu Nita untuk membaringkan tubuhnya ke kasur,dan menyelimuti nya dari dinginnya udara.
"Aku akan mengambilkan mamah makanan"! Ucap Kinara yang bangkit dari duduknya.dan berjalan keluar untuk mengambil makan malam untuk Nita.
Sedangkan di luar Galvin sedang menunggunya sejak tadi,iapun memeluk kinara dengan sangat erat.
"Kenapa lama sekali sayang"!.Galvin ingin tau apa yang Kinara lakukan di dalam kamar bersama mamahnya.
"Aku harus membasuh tubuh mamah terlebih dahulu,dan menantunya membersihkan kotoran yang melekat di tubuh mamah"!.
"Mamahmu adalah mamahku juga ,sudah seharusnya aku menghormati beliau,dan perduli padanya"!.Kinara membuat Galvin menghangat.
Galvin memang tidak salah memilih wanita,Kinara lah yang tepat untuk bersanding dengannya,tanpa melihat derajat, status dan masalalunya.ia tak ada henti-hentinya mengucapkan syukur pada Tuhan,karena telah di pertemukan dengan wanita sehebat Kinara.
Lantas Kinara melepaskan pelukan Galvin,ia hampir lupa untuk mengambil makanan untuk Nita.
"Temui mamah dan aku akan mengambilkan makanan untuknya"!.Kinara meminta Galvin untuk menemui mamahnya di kamar,ia ingin Galvin selalu berada di sisinya setiap saat.walaupun hanya beberapa hari tinggal di sini.
Tak ada hambatan atau bantahan dari mulut Galvin,ia tau maksud dari perkataan kinara, kekasihnya ini ingin Galvin dekat dengan mamahnya.sebelum mereka kembali untuk mengerjakan rutinitasnya.
Setelah kepergian Kinara,Galvin pun masuk ke dalam kamar Nita,ia melihat wanita yang selalu menjadi penyemangat nya , sekarang berbaring di atas kasur.
Galvin pun duduk di pinggir ranjang dan menggenggam erat tangan Milik mamahnya."hai mah bagai mana kabarmu hari ini"?.tanya Galvin sembari mengelus tangan ibunya.
"Aku melihat kamu begitu nyaman berada di sisi Kinara ? Apa kamu menyukai nya? Jika mamah menyukainya,aku ingin menikahi Kinara, tolong beri aku Restu darimu mah,"!.Galvin pun mencium telapak tangan milik Nita.
Akan tetapi Galvin tidak menyangka satu tangan Nita mengelus rambut miliknya.
Seketika itu pun Galvin kaget dan menatap , memandang Nita dengan penuh keterkejutan.
__ADS_1
"Mamah"panggil Galvin yang masih tidak percaya.
"Sungguh kamu bisa mendengarkan aku bercerita!ya tuhan aku sungguh sangat tidak menyangka,kamu bisa mengembalikan mamahku kembali"!.
Kini rasa haru itupun mengguncang hatinya, Galvin pun mengecup kening Nita sang mamah tercintanya,saking ia senangnya.
Tak lama kemudian pun Kinara datang,ia membawa makanan di tangannya,ia mengerutkan dahinya heran,melihat Galvin yang begitu senang dan terharu.,
"Apa aku melewatkan sesuatu,"?'tanya Kinara yang ingin tahu.
"Mamah kini tidak seperti dulu lagi,sekarang perubahan mamah begitu cepat,dia Baru saja mengelus rambut ku"!.ucap Galvin jujur ,ia sangat terharu dan bahagia,iapun menarik Kinara kedalam pelukannya.
Sontak saja Kinara terkejut mendengar berita yang menggembirakan itu,tak terasa air matanyapun keluar begitu saja.
Air mata yang penuh dengan kebahagiaan,yang di rasakan nya sekarang,lalu Kinara pun melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Nita.
"Mamah aku sangat terharu mendengarnya terimakasih mamah kamu mau berjuang untuk kembali pulih seperti sedia kala".
"Ini berkat didirimu sayang !kamu yang membuat mamah puluh dengan begitu cepat,aku sangat mencintai kalian berdua"!.Galvin pun memeluk Nita dan Kinara ia mencurahkan seluruh kebahagiaan nya saat ini.
*
*
*
Akhirnya Kinara dan Galvin Keluar dari kamar milik Nita,selepas mereka menghabiskan waktu bersama.
Galvin pun selalu menerbitkan senyuman,tanpa bisa ia cegah, kebahagiaan yang sekarang di milikinya adalah karunia Tuhan yang paling indah.
Bertahun-tahun Galvin menunggu mamahnya untuk pulih kembali,tapi tetap saja tidak ada perkembangan.tidak ada reaksi ataupun respon yang maminya berikan.
Kini itu semua datang dalam sekejap,mamahnya berangsur pulih dan membaik,berkat ketulusan Kinara merawat mamahnya.
"Sepertinya saat ini kalian sedang bahagia ! Apa yang membuat kalian bahagia apa kalian akan menikah?.ucap Reni sang bibi.
"hmmm !bukan bi bukan it , , !"ucapan Kinara terpotong Galvin.
"Tunggu saja kabar pernikahan kita bi aku pasti akan memberi tahu bibi,tapi ada satu hal yang lebih menggembirakan"!.Galvin ingin sekali membuat bibinya itu sangat penasaran.
"Kamu ini selalu saja membuat bibi penasaran,cepat lanjutkan"!.Renipun tidak sabar ingin segera mendengar kabar itu.
Akhirnya Galvin pun menceritakan semua apa yang Baru saja terjadi,di dalam kamar mamahnya itu,tanpa ada satupun yang terlewat kan.
"Apa bener Nita mengelus rambutmu"!,Renipun sangat terkejut mendengar cerita Galvin.
__ADS_1
"Ya bibi aku sangat senang akhirnya mamah sudah berangsur pulih"!.