Aku Tak Pernah Di Anggap Istri

Aku Tak Pernah Di Anggap Istri
Bab 16


__ADS_3

Di sisi lain Galvin sedang membaca pesan masuk dari sang kekasih Kinara,tidak biasanya kekasihnya itu mengirimkan pesan terlebih dahulu, bahkan untuk menelponnya pun sangat jarang Kinara lakukan,tapi Galvin senang sekarang Kinara ada kemajuan untuk menghubunginya terlebih dahulu.



Dan sialnya,Galvin sangat merindukan kekasihnya itu,yang sudah sangat menjadi candu dalam hidupnya,ia pun langsung bergegas mengambil kunci mobil sport miliknya,untuk segera menjumpai Kinara di kantor cabangnya.



Di dalam perjalanan Galvin menyempatkan diri untuk mampir membelikan bunga untuk Kinara,ia sengaja selalu memilih bunga mawar putih yang menandakan ketulusan cinta dan kasih sayangnya,seikat bunga segar dan harum dan secarik kertas yang di tulis nya mengungkapkan rasa cintanya selama ini yang mampu merubah sikap dan sifatnya.



Hanya Kinara lah yang sanggup dan mampu membuat Galvin merasakan cintanya kembali dalam hidupnya yang telah lama hilang,semenjak wanita yang dicintainya meninggalkannya.



Jika mengingat kembali wanita itu,Galvin merasa bersalah karena tidak bisa melindunginya ,sampai wanita itupun pergi dari dan meninggalkan nya.membuat ia frustasi dan hancur.



Akan tetapi semenjak kehadiran kinara dan memberikan cahaya dalam hidupnyaga,Galvin terbangun dari gelapnya kehidupan yang sudah lama terkurung di dalam dunia ilusi,Tanpa ada berkas cahaya yang menerangi nya selama ini,gelap tak mampu untuk melepaskan dunia ilusi bertahun-tahun lamanya..



Galvin sangat berterima kasih pada Kinara,yang sudah mau memberikan kilau cahaya untuk dirinya keluar dari dunia ilusi,dan menutup dunia ilusi itu dengan rapat,dan tidak ingin kembali lagi ke dunia ilusi itu.



Tak lama Galvin tersadar dari dalam lamunannya,Karana karyawan toko memanggilnya,untuk menentukan pilihan bunga yang ia inginkan.



"Maaf pak apakah bpa sudah menentukan pilihan bunganya?"tanya karyawan toko bunga itu.



"Aku ingin mawar putih ini,dan tulisan kata-kata yang sudah aku pilih di keretas yang sudah aku pilih."Galvin menunjuk mawar putih yang iya akan bawakan untuk Kinara,dan ia menunggu beberapa menit untuk seikat bunga yang sudah ia pilih.



Hanya 5 menit saja ,Galvin sudah bisa membawa bunganya yang telah di rangkai,iapun membayar dan langsung pergi dengan terburu-buru,tidak ada waktu lagi untuk ia berlama-lama di sana.



Galvin tak sabar ingin segera menemui kekasihnya,dan memberikan seikat bunga untuknya.



Tak lama dari toko bunga itu Galvin sudah sampai di kantor cabang milik Kinara.



Para staf yang da di sana membungkuk memberikan salam hormat pada Galvin,dan ada pula yang mencuri-curi pandang padanya, bahkan ada yang terang-terangan menggodanya.



Akan tetapi Galvin sudah terbiasa dengan wanita-wanita seperti itu,di manapun Galvin berada bahkan melemparkan dirinya pada Galvin demi sejumlah uang,tapi nyatanya ia sama sekali tidak berminat,tidak ingin mengotori ranjangnya untuk wanita-wanita seperti itu.



Galvin tidak menghiraukan mereka,ia terus berjalan menuju ke Liv untuk naik ke lantai 25 tempat ruangan Kinara berada.



Sesampainya Galvin di ruangan Kinara ia sudah di sambut oleh sekertaris Kinara.



Shinta memberikan hormat dan menyapa kekasih bosnya itu.



"Pak Wijaya"sapa Shinta hormat padanya

__ADS_1



"Apa kekasihku masih berada di dalam ruangannya "?



"Iya pak ,ibu masih berada di dalam ruangannya"



"Baiklah,kamu lanjutkan saja pekerjaan mu ,tapi tolong buatkan aku secangkir kopi rapi jangan terlalu manis dan berikan sedikit cream,!" Perintah Galvin sebelum ia masuk ruangan kerjan Kinara.



Galvin pun masuk ke dalam ruangan Kinara tanpa mengetuk pintunya,Kinara yang masih sibuk membuka dan membaca lembaran kertas,tidak mengetahui Galvin datang,ia sibuk dengan pekerjaannya.



Sampai membuat Galvin berdehem ,dan membuat kinara mengangkat kepalanya,ia kaget melihat Galvin yang sudah berada di hadapannya.



"Apa aku mengganggu sayang"?tanya Galvin yang menyembunyikan seikat bunga di belakang punggungnya.



"Tidak,aku hanya membaca laporan dari berbagai divisi "ucap kinara,yang tersenyum manis pada Galvin.



"Baguslah jadi aku bisa disini bersamamu dan menemanimu,sampai kamu selesai bekerja".



"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu,?kamu tidak bisa meninggalkan pekerjaan mu begitu saja vin "?omel Kinara pada galvin yang tidak setuju dengan keputusan Galvin.



"Tenang saja sayang kamu tidak usah cemas,! pekerjaan sudah aku selesaikan, untuk beberapa Minggu kedepann jadi aku bisa menemanimu bekerja.




Galvin mengeluarkan bunga dari balik pinggang nya,memberikan bunga itu dengan cara dia berlutut di hadapan Kinara.



"Viin,apa yang kamu lakukan?tanya Kinara ia malu dengan sikap Galvin memberikan bunga dengan cara seperti itu.



"Memberikan Bubga untuk wanita yang paling aku cintai yaitu kamu sayang".



"Tapi jangan seperti ini viin,apa kamu tidak takut jika di lihat orang-orang dan aku takut mereka berfikir aku menjatuhkan harga dirimu."ucap Kinara ,ia bingung dengan cara dan pola pikir Galvin.



Padahal Galvin sudah mempersiapkan dirinya selagi masih dalam perjalanan,melihat cara seorang pria memberikan bunga pada kekasih nya ,dari video yang ia pelajari tadi.tapi Kinara berpikiran lain , nantinya tentang anggapan orang lain.



Tetapi Galvin tidak perduli,ia hanya ingin memberikan kesan romantis pada wanita yang ia cintanya, meskipun ia tidak tahu caranya.



"Sayang aku tidak perduli dengan anggapan orang lain,yang aku perdulikan adalah bagai mana caranya membuatmu bahagia dan selalu tersenyum padaku,agar duniamu selalu tetap bersama duniaku menyatu bersama , berbagi kasih untuk anak-anak kita kelak."ucap galvin yang mengutarakan hatinya dan keinginannya untuk selalu bersama.



Jujur saja perkataan Galvin selalu membuat Kinara terharu bahagia,bahkan hatinya pun ikut merasakan kebahagian yang Galvin berikan untuknya.

__ADS_1



Kinara pun menerima seikat bunga mawar putih yang Galvin berikan dan membangun kanya,dan Kinara pun memeluk Galvin dengan erat,hingga Kinara pun menangis membasahi pipinya dan kemeja Galvin.



"Jangan menangis sayang aku tidak ingin melihatmu menangis lagi,"Galvin menghapus air mata yang membasahi kinara.



"Bagaimana aku tidak menangis kamu selalu memberikan aku kejutan,dan kami selalu bembuat ku menjadi wanita yang selalu sangat bahagia,aku sangat terharu dengan semua ini viin!tapi aku tidak bisa memberikan apapun untukmu aku hanya terus bisa merepotkan dirimu".



"Kamu tidak perlu memberikan aku apapun sayang,cukup kamu selalu berada di sisiku,di sampingku,dan cintamu hanya untuk ku ,itu sudah membuatku bahagia,"Galvin mengecup kening Kinara dengan rasa cinta dan sayangnya,ia benar-benar sangat mencintai Kinara ia tidak perduli dengan status Kinara.


*


*


*


Wijaya group



Setelah rapat selesai dan aragapun kembali kedalam keruangannya,membaca semua laporan yang di berikan oleh asistennya.



Benar saja dugaan Arga tepat,setelah membaca laporan keuangan yang tidak sebanding dengan pengeluaran perusahaan , tertulis jelas dana yang begitu besar keluar dari dalam buku catatan pengeluaran,bahkan jika di hitung-hitung nilai dari pengeluaran proyek itu tidak sebesar ini.



Argapun meminta asistennya untuk turun langsung kelapangan, tempat proyek yang sedang di tanganinya,sementara Arga membantu proyek itu dari kejauhan,tidak penghianatan itu mengetahuinya.



"Pokonya kamu atur semua yang ada di sana! laporkan padaku,jika ada yang terjadi mencurigakan!" Arga menyuruh asistennya untuk membantunya di lapangan.



Asistennya pun pergi untuk melakukan tugas yang di perintahkan bosnya,selepas kepergian asistennya,tak lama dari itu, iapun kedatangan tamu yang tak di undang.



Riri datang ke kantor Arga,hanya untuk sekedar bertemu dengan pria yang sangat ia cintainya.



"Maaf aku tidak mengetuk pintunya terlebih dahulu,"amber sangat ramah dan ia duduk di sofa ruangan Arga.



"Ada apa kamu mencari ku,?apa ada sesuatu hal yang penting untuk kamu bicarakan padaku?".



"Tidak aku hanya mampir sebentar untuk melihatmu saja,bagai mana kabarmu sekarang?sekarang kamu tidak pernah menghubungi ku bahkan kami tidak memberiku kabar ?"Riri memang sengaja ingin bertemu dengan Arga yang selalu ia rindukannya.



"Aku sibuk,tapi maaf aku tidak sempat memberi kabar padamu?".



"Ok tidak masalah mendengar kamu baik-baik saja aku senang mendengarnya dan membuat ku tenang,"Riripun bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Arga,hingga jarak mereka hanya terhitung satu langkah .



Riripun tersenyum menggoda Arga,dengan mengelus dada bidang Arga membentuk pola abstrak, sehingga Arga menutup matanya ,merasakan jemari Riri bermain di dada bidangnya.


__ADS_1


Kini pikiran Arga pun melanglang buana,tidak menentu,hasrat lelakinya muncul,tidak bisa ditahan lagi, lalu Arga menarik pinggang Riri, merapatkan tubuh mereka,dan Argapun merapatkan bibirnya ke bibir Riri, mencium Riri dengan penuh hasrat dan gairah.


__ADS_2