
Akhirnya merekapun sampai di rumah Galvin,setelah seharian penuh pergi jalan-jalan, mengelilingi desa bersama,berjalan kaki tanpa kendaraan yang mengantar mereka berdua,hingga akhirnya membuat mereka lelah.
Terutama Kinara,tampak terlihat jelas raut wajah kelelahan dari wajah Kinara hingga membuat Galvin menyesal,ia tidak suka memandang wajah kekasihnya yang lesu.
"Maaf sayang aku membuat dirimu lelah"!.Galvin mengusap wajah Kinara yang penuh dengan keringat.
"Kenapa kamu harus meminta maaf"!.tanya Kinara.
"Karena aku mengajakmu berkeliling tanpa menggunakan kendaraan"!.ucap Galvin yang penuh dengan sesal.
"Tidak, ! Kamu tidak perlu menyesal !aku suka berjalan kaki ketimbang mengunakan kendaraan karena berjalan kaki menguntungkan untuk kesehatan."!.
"Kamu yakin sayang"?.
Kinara pun mengangguk ,ia sama sekali tidak keberatan dengan berjalan seperti tadi,aku bisa melihat pemandangan yang asri dan udara yang sangat segar ,sejuk dan menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.ketimbang ia harus menggunakan kendaraan,dan berakhir dengan ia tidak menghirup udara segar pedesaan.
"Terimakasih kamu mau bersusah payah denganku .kamu tidak seperti wanita lain,yang selalu menuntut,untuk menggunakan kendaraan sebagai kendaraan alternatif mereka"!.
"Vin , , dengarkan aku,tidak selamanya kita berada di posisi atas.karena kita tidak tahu,kapan kehidupan kita berada di posisi terjatuh.dan kita harus bersiap ,jika sewaktu-waktu Tuhan menguji kita dengan kemiskinan.dengan tidak adanya uang, kendaraan atau lain sebagainya.kita harus tetap bersyukur"!. Kinara mengingatkan Galvin.
"Terimakasih Nara,kamu sudah meninggalkan ku akan hal itu"!.ucap Galvin. tersenyum pulas.ia senang mendengar perkataan kekasihnya itu,Kinara begitu dewasa menyikapi banyak hal.
Galvin dan Kinara masih tetap berdiri di depan pintu rumah.tapi yang terjadi mereka masuk saat bibi Reni akan keluar,dan akhirnya kening Galvin terkena pintu.
" Awwww " ringis Galvin, saat bibi Reni keluar dari dalam rumah,ia tidak tahu jika di depan pintu ada Galvin dan kinara.
"Oopps, maaf bibi tidak tahu jika kalian di belakang pintu"!.
"Bibi kamu membuat keningku kejedeot pintu"!.kesal Galvin yang meringis kesakitan.
"Itu hanya kening kan bukan nyawamu"? Timpal Kinara yang kesal dengan kepura-puraan Galvin.
"Apa ! Kamu ingin aku mati"?.
"Aku tidak bilang kamu mati,aku hanya bilang nyawamu"!.ucap Kinara yang menjahili Galvin.
"Itu sama saja sayang"!.
__ADS_1
Kinara pun diam tidak membalas lagi ucapan Galvin lagi,ia malas menimpali perkataan prianya yang tidak akan pernah selesai.lalu iapun masuk ke dalam,ia ingin membersihkan diri percintaan liar mereka di alam bebas.
Sementara Galvin hanya bisa memandang kepergian Kinara,tanpa ia mengejarnya.karena ada hal penting yang harus di bicarakan oleh bibinya.
"Bibi Ren apa kita bisa bicara?".ucap Galvin, memastikan terlebih dahulu.
"Kita bicara di belakang danau saja bi"!.ajak Reni, memimpin jalan dan di ikuti oleh Galvin di belakangnya.
Sesampainya mereka di danau, Galvin duduk di bangku, sambil memandang danau buatannya itu.
"Apa yang ingin kamu katakan nak"?.
"Bi apa mamah sering mengamuk belakangan ini"?.tanya Galvin pada Reni yang ingin tau kondisi ibunya.
"Iya mamah mu selalu mengamuk , setiap sugesti itu datang menghantuinya".
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang bi? Apa kita harus membawa kembali mamah ke rumah sakit jiwa? ".Galvin yang sangat frustasi dengan keadaan Nita,ia tidak bisa melakukan apapun terhadap ibunya.
"Tidak nak ! Kamu jangan memasukan kembali ibumu ke rumah sakit jiwa lagi,Karena aku takut jika Nita tidak nyaman dengan tempat itu ,takutnya malah akan memperburuk keadaan ibumu,dan berakhir dengan jalan pintas,bunuh diri,aku tidak mau itu terjadi nak"!ungkap Reni yang menolak permintaan Galvin.
"Sudah nak tidak perlu menyesal,bibi tau apa yang kamu pikirkan ! Percayalah pada Tuhan, dan serahkan semua tugas ini pada bibi".
Galvin tersenyum,ia percaya bibi Reni dapat merawat ibunya dengan baik dan menjadi lebih baik.dan dia yakin suatu saat mamahnya pasti bisa kembali sembuh.
*
*
*
Riripun meminta Diana untuk menemuinya di suatu tempat yang sudah mereka bicarakan sebelumnya.
Diana lebih dulu sampai dari Riri,ia duduk di bagian belakang restoran yang mahal sesuai permintaan Riri.
Tak lama kemudian , Riripun datang dengan menggunakan jumpsuit putih selaras dengan kulit putih nya itu, terlihat kesan elegan di padukan dengan aksesoris pelengkap style nya.
"Bibi maaf aku terlambat".Riripun duduk di kursi depannya Diana.
"Ok , tidak masalah sayang".
"Baiklah bibi aku langsung saja ke intinya".
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu bicarakan"?.Diana tidak sabar dan penasaran dengan apa yang akan Riri bicarakan.
"Apa perusahaan Arga bangkrut"?.Riri langsung bicara pada intinya ia tidak ingin membuang waktunya.
Sontak saja Diana terkejut mendengar perkataan Riri,berita kebangkrutan Arga kini sudah tersebar luas.kini dianapun tidak bisa menutupinya lagi,percuma jika ia berbohong pada Riri.
"Bukan bangkrut !hanya saja perusahaan Arga sedang mengalami kekurangan dana,dan mengakibatkan perusahaanya jadi menurun".ucap Diana dengan suara kecil.
"Jika hanya kekurangan dana Arga bisa mencari pinjaman,dan ia bisa mencari investor untuk menanamkan saham di perusahaannya.bibi tidak perlu menutupi semuanya dariku ,karena aku sudah tau yang sebenarnya,".terang Riri yang tidak bisa di bohongi oleh Diana.
"K -kamu tau dari mana?tidak mungkin perusahaan anakku mengalami kebangkrutan?".Diana pura-pura terkejut , memainkan permainannya supaya Riri iba padanya.
"Kenapa bibi masih menutupinya dariku,atau bibi sengaja menggunakan aku untuk kepentingan pribadimu,dan kamu takut orang-orang akan menghinamu.
Perkataan Riripun sangat tepat sasaran,dianapun terdiam tak mampu menjawab.ucapanya tercekat di tenggorokan ! Dan tidak bisa di keluarkan.
"Berita tentang kebangkrutan Arga bukanlah sebuah masalah kecil.melainkan berita yang sangat besar tidak akan habis di makan oleh media hingga detik inipun berita itu masih ada,apa bibi akan terus menutupinya dariku, membohongi ku dan memperalat ku"?.Riripun semakin memojokkan Diana dengan fakta yang sudah tersebar luas di media online maupun offline.
"Aku bukanlah wanita bodoh seperti Kinara bi ,yang bisa kamu gunakan sebagai budakmu,dan kamu dengan seenaknya menendang begitu saja setelah dia tak berguna lagi untukmu"? .
Riripun semakin berani untuk berucap, memojokkan Diana,hingga diapun tidak bisa berbicara.diana terdiam malu,saat ia mengetahui orang yang selalu ia andalkan nya mengetahui kebusukannya.
"Kamu selalu mencari musuh,maaf kamu salah memanfaatkan orang.karena orang yang kamu manfaat kan ini,akan berbalik menyerang mu.".Riri menunjuk tepat di wajah Diana,ia menatap sinis pada wanita paruh baya di depannya.
Diana yang sudah tidak tahan ,kesal di pojokan begitu saja oleh Riri, akhirnya ia juga membuka suara"A-aku tidak pernah memanfaatkan dirimu Riri dan aku tidak pernah menjadikanmu budakku !aku begini hanya ingin menyatukan kalian,bibi mohon jangan seperti ini terhadapku"!.Diana berakting.memelas agar bisa menutupi semua kebohongan nya .
"Akting yang sangat bagus,tapi sayangnya aku tidak termakan oleh akting busukmu itu,dan satu lagi yang harus kamu ingat jika kamu masih ingin aku menjadi sumber penghasilan mu ! Bersujud lah di kakiku dan katakan padaku kamu adalah budakku"!.
Dianapun tidak tahu harus berakting seperti apa lagi,dia benar-benar di buat tidak berdaya oleh Riri,semua yang Diana katakan tidak termakan oleh Riri justru Riri lah yang membuat ia tercengang ,dan tak berdaya.
"Apa lagi yang kamu tunggu dan kamu pikirkan ! Tawaranku ini hanya satu kali aku ucapkan !kalau kamu tidak mau aku akan pergi dari tempat ini"!.
Tak ada jalan lagi untuk diana, akhirnya ia bangun dari tempat duduknya.dan ia sujud di bawah kakinya Riri,ia mengatakan bahwa dia adalah budaknya Riri.
Sementara itu Riri tersenyum sangat puas,melihat diana dengan sikap bodohnya itu,mau menuruti semua kemauan Riri hanya untuk uang,dan uang ini juga yang membuat wanita ini gelap mata.ia sanggup menurunkan kehormatan nya, gengsi dan keangkuhannya.harga dirinya pun ia tukar dengan nominal uang yang akan di berikan Riri .
Sangat miris melihat Dian,kini hidupnya sudah tidak memiliki rasa apapun.pikiranya hanya di selimuti dengan uang tak ada yang lainya yang ia pikirkan.
__ADS_1