Aku Tak Pernah Di Anggap Istri

Aku Tak Pernah Di Anggap Istri
Bab 36


__ADS_3

Akhirnya mereka tiba di rumahnya,Arga keluar dari dalam mobil dengan wajah yang memerah,penuh amarah.meminta ibunya meminta tolong pada Riri,demi kebutuhan pribadi nya.



Arga sangat tidak suka ibunya itu bergantung pada orang lain,ia tak terima dengan kebangkrutan perusahaannya.



Diana yang tak pernah memikirkan tentang anak-anaknya,yang menjadi korban keegoisan dirinya ,ia hanya mementingkan status sosialitanya.



Padahal Arga selalu berkorban dengan banyak untuk ibunya, mengorbankan hidupnya untuk ibunya tercinta.tapi apa yang sekarang di dapatkannya hanyalah sebuah malu yang di berikan oleh Diana sang ibu,tak perduli dengan pengorbanan nya selama ini.



"Arga, , , Arga dengarkan lah ibu,"!.Diana menarik lengan putranya agar mendengarkan penjelasannya.



"Sudah tidak ada yang perlu ibu jelaskan lagi padaku"!.Arga menolak ,ia tidak ingin mendengarkan perkataan dari ibunya lagi.



"T-tapi"?.



"Please Bu ! Jangan membuat aku menjadi tambah kesal"!.Argapun melepaskan cengkraman tangan dari sang ibu,dan iapun pergi meninggalkan ibunya begitu saja,muak .



"Uuuuuhhh sial !".ucap Diana , melihat kepergian Arga tanpa mau mendengarkan penjelasannya.


*


*


*


Selin yang harus saja tiba dengan Noah keponakanya,ia melihat ibunya berdiri di depan pintu rumahnya.terdiam di sana.



Lalu selin pun menghampirinya dan melihat wajah ibunya yang tidak bisa menahan kesal.



"Ibu apa yang sedang ibu lakukan di sini"?.tanya selin yang khawatir dengan ibunya.



"Gara-gara bocah sialan ini ! hidupku sekarang menjadi hancur , seharusnya aku membunuhnya sejak ia masih dalam kandungan wanita sialan itu"!.



"Ibu tidak sepatutnya kamu berbicara seperti itu di depan Noah !anak ini tidak tahu apapun"!.Selin membela Noah ,ia tidak suka dengan ucapan sang ibu.



"Tidak tahu apapun ! Kamu tau kan semenjak melahirkan anak sialan ini, hidupku tidak pernah damai lagi ! Di tambah lagi ibu sialnya itu selalu membuatku muak padanya"!.dianapun menunjuk-nunjuk Waja Noah , yang tidak bersalah melampiaskan kekesalannya pada Noah yang berumur lima tahun.



Noah sangat takut melihat wajah neneknya ,yang sangat menyeramkan untuk di lihat,bocah kecil itupun bersembunyi di belakang Selin.



"Bu please aku mohon padamu jangan melampiaskan kekesalan mu pada noah"!.teriak Selin pada ibunya,entah sampai kapan ibunya itu akan tersadar dan tidak membenci Noah sang cucu.



"Kamu berani berteriak padaku demi membela bocah sialan ini,lebih baik kamu pergi dari rumahku ! Dan jangan pernah berharap kamu menginjakan kaki di rumah ini lagi,"!.Diana mengusir Selin dari rumahnya,ia tidak ingin melihat anak perempuannya terus membela bocah sialan itu.


__ADS_1


Tanpa di minta oleh sang ibu pun Selin memang sudah berniat untuk pergi dari rumah itu,tapi ia tidak akan membawa Noah pergi bersamanya, bagai manapun ia mempunyai ayah dan ibu, walaupun Kinara bukanlah ibu kandung Noah.


*


*


*


Kinara dan Galvin Barus aja menyelesaikan percintaannya malam ini, dengan tubuh yang penuh dengan keringat tidak membuat mereka untuk beranjak dari tempat tidur.



Galvin lah yang tidak membolehkan Kinara pergi,ia ingin melihat wajah seksi Kinara yang penuh dengan keringat,wajah wanitanya itu selalu membuat hasratnya melambung tinggi.ia ingin selalu berada dalam tubuhnya.



"Seksi "!.itulah yang keluar dari dalam mulutnya Galvin.



"Haah"?.



"Kamu sangat seksi jika berkeringat seperti ini,apa kamu ingin mengulangi nya sekali lagi denganku"?.



"Dasar kamu mesum ,sudah aku ingin membersihkan diriku"!.Kinara pun bangun dari tempat tidurnya.ia berjalan ke arah kamar mandi.



Melihat tubuh Kinara , Galvin pun mengumpat dengan kesal.gairah dalam tubuhnya mulai memuncak tinggi kembali,tak bisa ia tahan lagi.lalu iapun bangun dan mengikuti kinara.dabn akhirnya pergulatan itu terjadi lagi di dalam kamar mandi.



Mereka berjam-jam melakukan pergulatan panasnya itu,tak pernah ada kata bosan dalam pergulatan panas mereka berdua,yang ada dia hanya ingin Tersu dan terus sampai mereka merasa sangat lelah.atau kadang Kinara tertidur saat sesi terakhir pergulatan mereka berdua.




Galvin pun mengangkat tubuh kinara,dan membaringkannya di atas ranjang.dan menyelimuti tubuh yang tanpa memakai sehelai baju milik Kinara,dan berakhir dalam kecupan selamat malam .



"Cuup , , good night sayang"!.ucap Galvin lalu iapun keluar dari dalam kamar untuk memeriksa laporan kerja dari sang asisten.



Di ruang tengah Galvin melihat bibinya sedang melamun sendiri, entah apa yang sedang di pikiran wanita paruh baya itu.



Galvin pun menghampiri bibinya itu dan dia duduk tepat di depannya,"apa ada sesuatu yang sedang bibi pikiran"!.tanya Galvin sambil melihat raut wajah yang menua milik bibi nya itu.



"Tidak bibi hanya memikirkan kamu tinggal dua hari lagi di sini nak ! Aku cemas dengan keadaan Nita nantinya jika kalian sudah pulang"!.



"Bibi tenang saja aku sudah memikirkan semuanya,kamu dan mamah akan pergi dari sini dan tinggal bersama kami,aku tidak ingin berpisah lagi dengan kalian"!.Galvin memang sudah merencanakan semuanya,ia akan membawa kedua perempuan paruh baya itu untuk tinggal bersamanya,dan Sudah saatnya mereka keluar dari tempat persembunyiannya selama ini.



"Apa kamu yakin nak ?".Reni masih meragu dengan keputusan yang akan di ambil oleh Galvin.



"Aku sudah sangat yakin bi ! Sudah saatnya kita menunjukan jati diri kita ! Apa lagi mamah,aku ingin sekali wanita itu tau jika mamah masih hidup"!.



"Tapi bagaimana jika wanita licik itu menyakiti mamahmu lagi"?.

__ADS_1



"Keamanan kalian bertiga lebih penting dari apapun,dan aku pun sudah memastikan semuanya bibi tinggal menurutiku untuk kembali ke tempat kita berasal"!.



Reni berpikir sejenak dengan perkataan Galvin yang benar,tidak semua harus di tutup lagi, masalalu yang kelam harus terkubur dalam dan membuka lembaran baru bersama-sama.



"Bibi sangat setuju dengan usulmu, terimakasih untuk semuanya,nak!".Reni memeluk dan mengecup kening Galvin dengan penuh kasih sayang.



"Ini semua sudah menjadi tanggung jawab ku bi ! Kalian semua harus aku lindungi,aku jaga ,dan aku akan memberikan kebahagiaan untuk kalian semua,maaf aku hanya bisa memberikan itu untuk kalian bertiga"!.



"Tidak perlu meminta maaf nak ! Aku bahagia jika melihat mu bahagia"!.Reni sang bibi berkata jujur melihat raut wajah Galvin penuh bahagia,sangat berbeda dari waktu ke waktu,tidak ada senyuman di wajahnya,dan sekarang senyuman itu selalu muncul di wajah tampannya itu.



Galvin pun memeluk bibi Reni,wanita paruh baya dalam rengkuhan nya ,ia tau masa-masa sulit yang di alaminya.dan ia juga sangat senang membawa kedua wanita paruh baya itu kembali ke kota tinggalnya dan tinggal bersamanya.



Galvin hanya tinggal memastikan seluruh anak buahnya,menjaga ketiga wanitanya itu,untuk mendapatkan penjagaan eksakta darinya.karena Galvin tidak melepaskan semua tanggung jawab nya begitu saja,dan pastinya ia akan teerus memantau ketiga wanitanya dari kejauhan.


*


*


*


Jam 8.000



Seperti pagi sebelumnya, kinara sudah selesai membersihkan rumah memasak juga untuk sarapan mereka semua,dan kini ia hanya tinggal mengurus ibu nya Galvin.



Kinara pun pergi ke kamar Nita ,hari ini ia akan mengajaknya jalan-jalan menghirup udara pagi yang segar, setelah ia selesai membantu Nita membersihkan tubuhnya.



"Hari ini aku akan mengajak mamah untuk pergi berkeliling dekat-dekat sini,dan ku harap mamah menyukainya "!.ucap Kinara sambil membasuh tubuh milik Nita.



"Beberapa hari yang lalu aku melihat pemandangan yang cukup indah di sekitar sini, tempatnya tidak terlalu jauh.mungkin saja tempat itu cocok untuk kita singgahi,"!.ucap Kinara sambil terus membasuh tubuh Nita.



Setelah selesai membasuh,Kinara pergi ke ruangan sebelah untuk mengambil pakaian,karena cuaca hari ini tidak bagus,Kinara pun akhirnya memutuskan memakaikan baju lengan panjang untuk mamahnya Galvin,agar Nita tidak kedinginan.



Setelah semuanya siap akhirnya Kinara keluar dari kamar milik Nita,sambil ia mendorong Nita yang duduk di kursi roda.



Galvin yang baru bangun melihat kedua wanitanya sudah siap dan rapih, seperti ingin berjalan-jalan ,"kalian mau pada kemana"?.tanya Galvin yang penasaran.



"Hanya berkeliling sebentar dan aku ingin mengajak mamah untuk melihat-lihat pemandangan yang ada di sekitar sini"!.Kinara berkata jujur pada Galvin.



"Tunggu sebentar aku di sini jangan kemana-mana,"!.pinta Galvin yang lari menuju tangga kamarnya.



Kinara sangat paham betul mengapa Galvin menyuruhnya untuk menunggunya ,karena ia tak mau di tinggal begitu saja,dan ia tidak rela jika membiarkan mereka untuk pergi berdua saja,tanpa ada pengawalan.

__ADS_1


__ADS_2