Aku Tak Pernah Di Anggap Istri

Aku Tak Pernah Di Anggap Istri
Bab 25


__ADS_3

Hari ini mereka memang merencanakan untuk pergi membawa Noah jalan-jalan bersama ke taman bermain, menghabiskan waktu bersama layaknya keluarga .



Noah lah yang saat ini sangat antusias untuk pergi,karena selama ini ia tidak pernah merasakan jalan-jalan bersama orangtuanya.



Tapi sekarang Noah bisa merasakan nya ,bagai mana rasanya berjalan-jalan dengan orang tuanya walaupun Galvin bukanlah ayahnya,tapi itu semua tidak membuat Noah kecewa.



"Apa yang sedang kamu pikirkan sayang"?. Tanya Kinara yang melihat Noah sedikit melamun entah apa yang ia pikirkan.



"Tidak apa-apa Bu" ucap Noah sambil tersenyum pada Kinara.



"Ok , , kalau begitu kita tunggu paman Galvin di luar saja".



"Ok Bu , , !"Noah mengikuti langkah Kinara dan berjalan bersama.



Sementara itu Galvin mengambil kunci mobilnya yang akan di kendarai ke tempat bermain,dan baru saja ia keluar dari dalam kamarnya, dering ponselnya berbunyi,dan ia melihat Nama si pemanggil itu.



"Katakanlah apa yang ingin kamu sampaikan"?.



"Kirimkan semua datanya ke email ku "!.



"Terus awasi mereka ,dan jangan lakukan apapun sebelum aku perintahkan"!.Galvin memutus kan sambungan telpon ,dari sang asisten pribadinya,ia sangat senang mendengar bahwa ia mendapat kan informasi yang tak kalah pentingnya dan tinggal menunggu kehancuran orang yang di tunggu-tunggu itu.



Seketika Galvin mengubah raut wajahnya menjadi datar kembali sebab ia takut melihat sisi yang lainya dari hidup nya.



Setelah itu,Galvin pun langsung turun ke bawah ia tidak ingin Kinara dan Noah menunggunya terlalu lama.


*


*


*


Perjalanan dari rumahnya menuju tempat bermain hanya membutuhkan sekitar tiga puluh menit saja,dengan kecepatan sedang ia mengendarai mobilnya.



Tak lama akhirnya merekapun sampai di tempat tujuan mereka yaitu taman bermain anak-anak,Noah lah yang pertama kali turun dari mobil,karena ia tidak sabar ingin segera bermain.



Kinara dan Galvin pun hanya bisa tersenyum ,melihat senyum bahagia dari wajah Noah.



"Apa kamu senang"?.tanya Galvin yang mendekati Noah.



"Iya paman aku sangat bahagia,tempat ini sungguh luar biasa," ucap Noah dengan wajah yang penuh kebahagiaan.



"Kamu bisa bermain apa sepuasnya dan sesukamu".



"Baiklah paman".


__ADS_1


Galvin dan Kinara pun menggandeng tangan Noah, dan masuk ke wahana tersebut,mencoba semua wahana yang ada di sana,tidak ada wahana satupun yang mereka lewatkan.bahkan wahana ekstrim pun mereka coba.



Hingga Kinara tidak bisa lagi menahan rasa mual yang ia rasakan,karena salah satu wahana yang ekstrim itu,membuat perutnya terasa di kocok sampai ia ingin muntah.



"Sayang kamu bersama paman Galvin,ibu akan menunggu kalian di sini saja "!. Ucap Kinara yang sudah tidak tahan dengan rasa mual yang ia rasakan.



"Apa ibu sakit ?". Tanya Noah yang sangat cemas pada ibunya.



"Ibu tidak apa-apa sayang ,ibu hanya ingin beristirahat sebentar saja". Kinara tidak ingin melihat Noah yang ceria menjadi sedih ,iapun terpaksa berbohong pada Noah.



"Apa kamu yakin kamu baik-baik saja ,liat wajah mm "!.belum sempat Galvin menyelesaikan ucapannya Kinara langsung mendorong Galvin untuk melanjutkan permainan mereka,ia tidak ingin kebahagiaan Noah hilang karena dirinya.



"Bersenang-senang lah kalian ".ucap Kinara sambil melambaikan tangannya ke pada kedua pria yang beda usia itu .



Selepas kepergian Galvin dan Noah ia menarik dan menghembuskan nafas panjangnya,ia sangat bahagia melihat kedekatan Galvin dan Noah,ia berhasil membuat Galvin dan Noah jadi lebih dekat,ia melakukan itu semua supaya jika nanti mereka bersama tidak ada kata canggung.



Kinara ingin hubungan Galvin dan Noah membaik, bersatu, ataupun Noah yang takut pada Galvin hal itu tidak ingin sampai terjadi.



Maka dari itu ,kinara memang sengaja membuat kedua pria yang ia cintainya dan sangat penting dalam hidupnya,menyatu dan selalu bersama suka maupun duka.mengisi hari-harinya yang bahagia .


*


*


*


Tidak terasa langit sudah terlihat berwarna jingga ,itu tandanya cahaya matahari akan segera di gantikan dengan cahaya bulan.




"Paman ,apakah kita sehabis ini akan lanjut pergi ke toko permainan kan "?.tanya Noah dengan nada suara yang kecil.



"Tentu dong ! Seorang pria harus menepati janjinya". Ucap Galvin yang tersenyum pada Kinara yang berada di sebelahnya.



"Apa seorang pria harus sepeti itu Paman? Mmmm maksudku apa pria harus menepati janjinya"? Tanya Noah yang belum begitu paham.



Galvin pun akhirnya mejelaskan pada Noah ,bagai mana seorang pria menjaga , mencintai, bahkan harus menepati janjinya,Galvin menjelaskan dengan sangat rinci dan detail,bahkan ia mengatakan seorang wanita yang mulia harus di jaga dan selalu buat dia tersenyum.jangan pernah menyakiti hati seorang wanita karena ia sangatlah rapuh.



Paman aku berjanji akan selalu melindungi ibu,karena hanya ibu lah yang selalu peduli padaku "ucap Noah dengan sangat jujur.



"Aku percaya padamu"!



Setelah itu merekapun masuk ke dalam mobil,untuk segera menuju ke tempat permainan, sekilas ia memperhatikan Kinara,yang sedang memandang keluar jendela mobilnya.



Hanya beberapa menit saja waktu yang mereka tempuh untuk sampai ke toko permainan,kini merekapun sudah sampai di tempat tujuannya,toko mainan yang sangat lengkap dengan mainan-mainan yang LIMITED EDITION.semua berjejer begitu rapi di dalam lemari kaca.



Ada juga robot-robot,yang sudah lama jarang di koleksi orang lain.tapi di toko ini berbagai macam jenis robot semuanya ada.

__ADS_1



Noah sendiripun bingung,mainan mana yang ia akan pilih.karena semua mainan itu sangat bagus-bagus,sulit baginya untuk memilih mainan.



"Apapun yang kamu suka ambil saja ! Tidak perlu sungkan pada paman !".Galvin paham dengan wajah Noah yang kebingungan untuk memilih mainan tersebut.



"Apa itu tidak apa-apa paman ?". Tanya Noah pelan , dengan rasa takut.



"Tidak justru paman sangat senang jika melihat mu bahagia".!



Noah pun akhirnya menunjuk beberapa mainan yang sedari dulu ia suka dan ia inginkan,tapi Arga sang ayah tidak pernah membelikan mainan kedukaannya Noah ,kini berkat Galvin Noah bisa membeli mainan yang ia sukai dan kini ia dapat memiliki semua mainan yang ia idam-idamkan sedari dulu.



Noah belum puas dengan beberapa mainan yang ia pilih,Noah memilih satu mainan yang ia sukai nya lagi ia ingin memiliki nya ,tapi ia takut jika Galvin tidak menuruti permintaan nya sebab ia sudah memilih beberapa mainan sebelumnya.



Kinara yang sangat paham dengan sikap Noah pun bertanya ,"sayang apa ada sesuatu yang kamu inginkan lagi "?.



Noah pun menggelengkan kepalanya ,tidak enak hati jika ia meminta mainan lagi,ia merunduk takut.



"Ibu tidak akan memarahimu sayang ,coba katakan pada ibu apa yang kamu inginkan"?.



"Tidak bu ,aku tidak ingin apa-apa lagi !kelima robot inipun sudah cukup untukku Bu "! , Akhirnya Noah pun berbohong pada ibunya .



Kinara pun tidak bertanya lagi pada Noah,tapi ia paham mainan apa yang diinginkan oleh putranya itu,Kinara pun menyuruh Noah untuk mencari Galvin di lorong kedua.



Selepas kepergian Noah,Kinara pun mengambil kotak musik yang berbentuk clasik, jika kotak itu di buka tutup nya ,suara musik itu akan keluar melantunkan irama yang begitu sempurna.



Setelah ia mengambil kotak musik itu,Kinara tidak mencari kedua pria itu ,tapi ia langsung pergi ke kasir, dan membungkusnya.sebagai hadiah untuk Noah.



Sementara itu di lorong lain Galvin,sedang melihat-lihat miniatur mobil.ia ingin mencari tambahan sebagai bahan koleksi pribadi nya, iapun mendengar Noah memanggilnya,meminta Galvin segera kembali untuk mencari Kinara.



Galvin melihat Kinara yang sudah berada di depan meja kasir,ia menghampiri Kinara dan membayar semua mainan milik Noah.



Setelah semuanya selesai , merekapun memutuskan untuk kembali kerumahnya karena waktu sudah menunjukkan larut malam,sampai merekapun melupakan makan malamnya .


*


*


*


Mobil yang di kendarai Galvin akhirnya sampai di halaman depan rumahnya,Di sana sudah ada seseorang yang menunggu mereka pulang.



"Hai sayang,kamu dari mana saja"?.tanya Arga pada Noah yang sudah berada di depan mobil nya.



"Ibu dan paman mengajakku jalan-jalan seharian ayah".



"Kenapa Noah tidak mengajak ayah !". Arga melirik Galvin dengan tatapan tajam dan sinis ia tidak suka jika mereka pergi bersama.

__ADS_1



"Maafkan aku ayah " Noah menunduk tidak enak dengan ayahnya Karena ia tidak mengajaknya.


__ADS_2