Aku Tak Pernah Di Anggap Istri

Aku Tak Pernah Di Anggap Istri
Bab 21


__ADS_3

Selepas Kinara pergi dari ruangannya Arga menghancurkan semua barang yang ada di dalam ruangan kerjanya,meja dan sopa pun ia terbalikan , ia tidak terima Kinara menceraikan dan meninggalkan dirinya begitu saja, hidupnya hancur, kebahagian Arga pun hancur kini telah sirna, redup bagaikan tanpa cahaya.



Semua yang ia punya kini telah hancur dalam waktu yang sangat singkat,semua yang ia miliki telah di rampas oleh mereka



Kini Arga frustasi benar-benar frustasi,marah dan emosi pun percuma Arga keluarkan,tidak ada yang bisa mengembalikan Kinara padanya.perusahaan pun kini diambang kebangkrutan, tidak ada yang bisa di pertahankan lagi.



"Brengsek ! Tidak akan aku biarkan semua pergi dari hidupku,"teriak Arga yang mengeluarkan seluruh emosinya,berlutut menyesali semuanya.



Akan tetapi Arga mengingat Noah,ia akan mempergunakan Noah untuk menghadapi Kinara.



Dengan cara menggunakan Noah, Kinara pun pasti akan kembali padanya,itu lah yang sekarang berada dalam pikirannya. selama anaknya berguna untuk mempertahankan rumah tangganya, ia akan menggunakan cara itu.



Tidak ada cara lain,Noah lah yang sekarang menjadi taruhannya, untuk membuat Kinara kembali lagi padanya.



Arga mencari ponselnya dan segera menghubungi adiknya Selin untuk mempertahankan perlengkapan putranya, ia akan membawa Noah ke tempat tinggal Kinara.



Dering telepon Selin berbunyi tapi Selin tidak mengangkat sambungan telepon dari Arga, berkali-kali ia terus mencoba menelpon Selin akan tetapi Selin tidak mengangkat nya sama sekali bahkan ia mengabaikan telpon dari kakaknya itu.



"Siaal , , mengapa Selin tidak mengangkat telpon dariku,pergi kemana dia "! .



Akhirnya Arga memutuskan untuk pulang ke rumah,akhirnya iapun sampai di rumah dan mempersiapkan perlengkapan Noah,yang akan di bawa ke rumah kinara.


*


*


*


Di parkiran perusahan Wijaya group .



Galvin terus saja merasa gelisah, hatinya tidak tenang, Kinara sedari tadi belum keluar-keluar dari kantor Arga,mengusap wajahnya yang frustasi memikirkan Kinara dan apa yang terjadi di dalam.



Baru saja Galvin membuka pintu mobilnya,ia melihat Kinara keluar dari gedung perusahaan Arga, lalu Argapun keluar dari mobile menghampiri Kinara dan memeluknya.



"Apa yang terjasi,? Kenapa kamu sangat lama berada di dalam sana ? Dan kamu membuatku sangat cemas ?apa pria brengsek itu melakukan sesuatu padamu."? Tanya Galvin yang bertubi-tubi dan sangat menghawatirkan kekasihnya itu.



"Tenangkan dirimu Vin, ! Tidak ada yang perlu kami cemaskan ,aku baik-baik saja "! Kinara melihat wajah Galvin yang penuh dengan kecemasan pada dirinya .



"Syukurlah sayang,aku sangat merasa lega,dan kamu harus menceritakan semua yang kamu bicarakan dengan Arga, "! Galvin pun membawa masuk Kinara kedalam mobilnya,untuk segera pulang ke rumah mereka.



Di dalam perjalanan pulang ,Kinara pun menceritakan semua yang ia bicarakan di dalam bersama Arga,ada yang ia sembunyikan dari Galvin.


__ADS_1


"Jadi dia tidak ingin kamu menceraikan nya "?.



"Seperti yang kamu dengar Vin ,dia tidak mau bercerai dariku ! Dan dia memaksa aku untuk kembali lagi padanya"!.kinara menjelaskan semuanya.



"Sialan , , ! Arga benar-benar tidak bisa di diamkan begitu saja ! Kita harus melakukan sesuatu padanya "?.ucap Galvin ,yang tidak bisa memberikan Arga melakukan rencana liciknya.



Kinara pun memikirkan apa yang di bicarakan Galvin, Arga pasti memiliki rencana di luar pikiran nya.tapi ia tidak tahu rencana apa yang akan Arga perbuat pada hidupnya.



"Sayang ,kamu tenang saja aku akan selalu berada di sisimu dan di samping untuk menjagamu, percayalah semuanya padaku."Galvin memegang tangan Kinara untuk memberikan keterangan pada Kinara.



Namun Kinara membalas dengan senyuman,ia yakin Galvin dapat mengatasi Arga nantinya.yang terpenting kini surat pengadilan persidangan sudah berada di tangan Arga ,ia tinggal menunggu waktu untuk Minggu depan ,perdana persidangan nya.



Tak lama mobil yang di kendarai Galvin ,kini telah sampai di depan rumah mereka,para penjaga pun berbaris menunggu tuanya keluar dari dalam mobil.



Kinara yang sudah terbiasa dengan semua ini kini merasa bosan,melihat para penjaga dan pelayanan nya berbasis seperti itu ,menunggu sang tuan rumah datang.



"Apa kamu tidak merasa bosan ,setiap kali kita pulang ke rumah Meraka selalu berbaris seperti itu. "?.



"Mau bagai mana lagi aku juga tidak pernah menyuruh Meraka untuk melakukan semua itu "!.ucap Galvin yang membalas perkataan Kinara.




Kinara pun pergi meninggalkan Galvin sendiri,yang tengah menatap kepergiannya,hingga Galvin pun mengejarnya.



"Ayolah sayang ,jangan merajuk seperti itu ,jika kamu seperti itu membuat diriku ingin mencium mu "! Rayu Kinara pada Galvin yang pada akhirnya mendapatkan cubitan dari Kinara.



"Dasar tak tahu malu,kamu berbicara sepeti itu di depan pelayan-pelayan mu ! ".Kinara sangat kesal pada Galvin yang tidak pernah menjaga ucapan mesumnya di depan orang.



Galvin hanya tertawa melihat ,raut wajah Kinara yang kesal padanya ,sampai akhirnya Galvin mencuri sedikit ciuman bibir dari kinara dan ia berlari dari hadapannya.



Keesokan harinya.



Kinara seperti biasa sedang sibuk di dapur,membantu pelayan menyiapkan sarapan untuk Galvin,yang masih tertidur lelap.



Berbagai macam sarapan ia sajikan,karena Kinara tahu Galvin terkadang susah untuk diajak sarapan. padahal akhir-akhir ini Galvin sangat sibuk dengan pekerjaannya, berbagai proyek penting tidak bisa ia tinggalkan atau ia serahkan pada asistennya.



Galvin juga sering telat untuk makan bahkan ia lupa karena saking sibuknya ia dengan pekerjaannya,kalau tidak di inginkan olehnya , dan itu yang membuat kinara kesal.



Tapi kali ini Kinara tidak mau mendengar alasan ataupun penolakan dari Galvin,ia akan tetap berjaga untuk kesehatan Galvin.

__ADS_1



Setelah ia menyelesaikan semuanya ,iapun membangunkan Galvin,untuk segera bersiap-siap bekerja.karena hari sudah semakin siang mengingat perkataan Galvin semalam jika hari ia ada meeting penting yang harus di hadirinya.



Sesampainya di dalam kamar Kinara pun membangunkan Galvin yang selalu susah untuk di bangunkan, terkadang ia juga kesal padanya,yang selalu mencuri ciuman untuk membangunnya.



"Viin ayo bangun ,aku sudah menyiapkan sarapan untukmu !"Kinara pun mengusap permukan wajah Galvin dengan sangat lembut.



"Sebentar lagi sayang,aku masih sangat mengantuk".



Dengan kesabaran Kinara ia terus membangunkan Galvin,sampai prianya itu terbangun, tapi yang terjadi ,Kinara malah di tarik tanyanya oleh Galvin ,sehingga ia terjatuh di atas tubuh Galvin.



Pandangan mata mereka pun saling bertemu,saling menatap,rona merah di wajah Kinara pun keluar,karena malu di tatap sangat intens oleh Galvin.



Sekilas Galvin \*\*\*\*\*\*\* bibir Kinara, tersenyum melihat wajah cantik Kinara yang merona.



"Sayang nya aku"!.ucap Galvin.



"Iiiihhhh , , kamu ini ! Cepat bangun ! Atau kamu tidak akan mendapatkan ciuman dariku hari ini".Kinara memberikan ancaman pada Galvin ,sembari mencubit pinggang Galvin yang membuatnya meringis kesakitan.



Lalu Kinara pun bangun dari tubuh Galvin,dan pergi meninggalkannya yang sedang meringis kesakitan akibat cubitannya.


*


*


*


Kinara pun menunggu Galvin di ruang makan,untuk sarapan bersama seperti hari-hari biasanya.kinara yang mengurus semua keperluan Galvin sebelum Galvin berangkat ke kantor bersamanya, tapi hari ini kinara tidak berangkat bersamanya ,ia akan bertemu dengan beberapa agency yang sudah membuat janji dengannya.



Tak lama dari drama-drama yang di buat Galvin tadi ,kini Galvin sudah rapi dengan Suit yang dikenakannya, semakin menambah ketampanannya.



Kinara sangat suka jika Galvin sudah mengenakan suit, Galvin terlihat gagah dan ketampanan nya menambah berkali-kali.



"Aku tau aku tampan ! Dan wanita-wanita di luar sana selalu memujiku," ucap Galvin sombong dan sangat penuh percaya diri.



"Apa kamu akan terus tetap berdiri di tangga dan menyombongkan dirimu,Tuan Galvin Wijaya."ucap kinara yang melipat tangannya,ia sangat muak dengan sikap Galvin yang sangat percaya diri dan menyombongkan dirinya.



"Lalu apa yang aku dapat setelah itu"?.



"Oohhh jadi kamu ingin bernegosiasi dengan diriku ! Ok , baiklah hari ini tidak ada ciuman maupun pelukan dariku untukmu, "ucap Kinara yang kesal pada Galvin .



Sampai tiba-tiba mereka mendengar bunyi bel ,dan salah satu pelayan di rumah Galvin membukakan pintunya,menyuruh tamunya masuk dan menunggu di ruang tengah rumah Arga Wijaya .

__ADS_1


__ADS_2