
al kaf hanya menghela nafas panjang, umi aisyah yang mengerti kondisi anak nya pun meninggalkan al kaf sendiri di halaman belakang.
carilah kebahagianmu sudah cukup kaka membahagiakan kami, " ucap seseorang yang langsung duduk di samping al kaf ".
hilman merupakan adik dari al kaf, saat ini dia baru lulus kuliah dan sudah mulai membuka beberapa restoran kecil yang tentu nya atas dukungan al kaf.
sebenarnya al kaf menginginkan hilman agar bekerja di perusahaan nya, namun hilman menolak dan meminta al kaf untuk membiarkan diri nya tinggal di desa.
lagipula perjalanan ke kota hanya menempuh satu jam perjalanan hingga hilman bisa menjalankan restoran milik nya dengan tetap tinggal bersama umi di desa tersebut.
al kaf menoleh pada adik nya yang kini sudah beranjak dewasa.
al kaf hanya tersenyum getir menatap sosok sang adik, memang salah satu kelemahan al kaf adalah keluarga, namun di saat dia berada di luaran maka akan menjadi pribadi yang tegas dan kejam.
__ADS_1
waktu kini berlalu berlalu dan sudah beberapa hari al zen enggan untuk sekedar makan malam dan sarapan di rumah nya.
al zen selalu memakai kartu pemberian papah nya untuk keperluan nya membuat kharisma dan malvin heran dengan bocah kecil itu yang nampak seperti bocah keras kepala yang sedang marah pada orang tua nya.
al zen sendiri bertekad tak akan merepotkan ibu dan ayah sambung nya, bahkan bocah kecil itu sekarang suka keluar malam hari untuk makan malam.
kharisma yang sudah merasa penasaran dengan tingkah anak nya mengikuti mobil anak yang di sopiri sopirnya menuju salah satu mall.
kini al zen sudah memesan beberapa menu makan ke sukaan nya, kharisma memantau anak nya dari kejauhan.
hilman yang kebetulan hari ini telat pulang karena kesibukan nya mengurus beberapa cabang restoran nya pun akhir nya lembur di resto pusat tempat sekarang al zen menikmati makanan nya.
hilman turun dari kantor nya dan melenggan berjalan menuruni lip, kebetulan di lantai bawah tempat salah satu restoran nya berada.
__ADS_1
hilman memicingkan mata nya tak percaya saat melihat sosok wanita cantik di salah satu kursi, hilman pun menoleh pada arah wanita itu memandang.
ya selama ini hilman mengetahui sosok ibu dari anak kaka nya, namun kharisma sama sekali tak mengenal hilman karena sewaktu itu hilman masih sekolah menengah atas di desa.
deg, keponakanku, " batin hilman dengan wajah yang berbinar saat menatap sosok bocah tampan tengah menikmati makan malam nya ".
hilman heran dengan posisi kharisma yang malah duduk berjauhan dengan anak nya, tak ingin pusing memikirkan nya hilman bertanya pada salah satu pelayan nya.
oh itu namanya tuan al zen sudah hampir satu minggu ini anak itu makan malam serta sarapan di restoran ini di temani sopir nya pak, " ucap pelayan memberitahukan karena memang sejak tak makan di rumah al zen selalu datang ke restoran ini ".
akhir nya hilman menyadari satu hal, hilman berjalan santai ke arah al zen dan menyapa bocah tersebut.
selamat malam tuan muda, " sapa hilman ramah berdiri di hadapan bocah kecil tersebut ".
__ADS_1
panggil aja aku al zen om, " jawab alzen acuh dengan tetap fokus menikmati makan malam nya tanpa memandang orang yang menyapa nya ".
pantas semua karyawan tau namanya, " batin hilman senang ".