
ka, yang sabar ya, " ucap mimah sambil mengelus pundak kharisma ".
mimah sudah mengetahui masa lalu kharisma, entah kenapa kharisma percaya dan begitu terbuka pada mimah.
kharisma hanya tersenyum kecil lalu masuk ke dalam dapur untuk kembali mencuci piring.
kharisma hanya membawa uang simpanan nya saat beberapa bulan lalu datang ke kota ini, da memutuskan mencari ketenangan dan juga membuka usaha warung ini di temani mimah.
malam hari nya al zen dan juga umi aisyah sudah duduk di ruang makan.
begitupun dengan hilman sang koki untuk keponakan nya, sementara lita baru menuruni tangga dan ikut duduk di samping umi aisyah berhadapan dengan al zen dan hilman sedangkan al kaf berada di kursi utama.
lita heran pada hilman yang duduk di hadapan nya namun dia tak mempermasalahkan itu dan mulai menikmati hidangan makan malam yang di siapkan hilman.
enak kan masakan om ? " tanya hilman pada bocah nakal itu ".
__ADS_1
dulu ia, tapi sekarang engga, " jawab al zen dengan mulut di penuhi makanan ".
hilman memicingkan mata nya kesal pada keponankan nya itu, tapi dulu kamu selalu makan di restoran om setiap hari, " ucap hilman tak terima ".
aku dulu juga selalu makan makanan tante lita, dan masakan kalian sama sama di tingkat kedua di banding makanan yang tadi aku makan " jawab al zen enteng ".
hilman dan lita kini menjadi kesal pada bocah nakal itu dan menatap tajam, namun al zen dengan santai nya menikmati makanan kembali.
lalu masakan enak nya buatan siapa ? " tanya umi aisyah pada cucu nya ".
masakan siapa ! aku ga tau nama nya nanti aku tanya siapa yang memasak, tapi aku menikmati nya sore hari tadi nenek, " jawab al zen sambil mengembangkan senyum nya teringat rasa masakan tadi ".
kini lita baru menyadari kalau sosok laki laki di hadapan nya adalah sang paman bocah nakal, dia jadi malu sendiri atas perlakuan nya pada hilman tadi sore.
pagi hari nya hilman mendapat tugas mengantar dan menjemput al zen di sekolah, bocah nakal itu bahkan tak mampir ke kantor seperti biasa nya karena di rumah ada sang nenek.
__ADS_1
hilman sebenarnya keberatan, kedatangan nya ke sini karena permintaan sang kakak dan ternyata hanya di jadikan sopir keponakan nya.
ternyata bukan tugas di kantor sang kakak untuk nya melainkan menjaga sang keponakan.
waktu berlalu sudah hampir satu minggu, setiap pulang sekolah al zen dan hilman akan mampir ke warung sederhana milik kharisma hingga akhir nya anak dan ibu itu bertemu.
al zen yang bersikukuh pada mimah untuk bertemu sang koki warung sederhana tersebut, bahkan dengan tak sopan al zen masuk ke dalam dapur warung makan sederhana tersebut.
kini kharisma tak bisa lagi bersembunyi, dia menatap sendu sang anak yang sudah tak dia jumpai beberapa bulan ini.
al zen nampak diam tak percaya kalau masakan yang dia sukai ternyata hasil masakan ibu nya, padahal sewaktu mereka bersama al zen tak pernah merasakan masakan ibu nya yang nikmat itu.
dengan tatapan tak percaya al zen membalikan tubuh nya hendak pergi, dengan cepat kharisma menarik tangan al zen lalu berjongkok dan memeluk bocah nakal yang selama ini dia rindukan.
tangis kharisma pecah dalam pelukan anak nya, sementara al zen nampak diam tanpa ber ekspresi.
__ADS_1
hilman dan mimah nampak terharu dengan apa yang sedang merek saksikan saat ini.
perlahan al zen melepas pelukan itu membuat kharisma diam dan takut kalau anak nya akan kembali meninggalkan nya.