
al zen pun menoleh ke belakang dan menatap sinis malvin yang statusnya adalah orang tua sambung nya.
malvin makin terpancing dan berdiri lalu menghampiri al zen, kharisma pun ikut berdiri ingin melerai suami serta anak nya.
apa hah apa berani kamu, bocah ga tau sopan santun, " bentak malvin menatap nyalang al zen ".
papahku orang baik, kamu dan ibu yang jahat pada papah , " balas al zen tak kalah emosi dengan wajah yang sudah memerah ".
selama ini al zen hanya beberapa kali bertemu dengan papah nya dan papah nya tak pernah bercerita apapun tentang masa lalu ibu dan ayah nya, namun al zen yakin kalau ibu nya yang bersalah karena hanya beberapa kali bertemu dengan papa nya al zen merasakan kasih sayang yang tulus berbeda dengan ibu nya yang nampak setengah hati memberikan kasih sayang bahkan cendrung al zen merasa di benci oleh ibu nya sendiri.
mendengar jawaban alzen kharisma hilang kesabaran dia langsung menampar anak nya itu dengan keras hingga membuat al zen tersungkur ke lantai.
tiger yang tau tuan nya di sakiti mengaung dan menjilat tubuh tuan nya memastikan tuan nya baik baik saja.
__ADS_1
al zen tak menangis serta tak mengeluarkan air mata, namun wajah nya benar benar memerah bahkan mata nya itu memerah lalu berdiri dan berlari menuju kamar nya di ikuti oleh tiger.
kharisma nampak shock, dia mengangkat tangan nya dan tubuh nya bergetar hebat, ini pertama kali nya dia menampar anak nya itu.
karena anak nya membela papah kandung nya dan malah menyalahkan diri nya serta suami nya membuat kharisma hilang kendali.
mata kharisma memerah dan mengeluarkan air mata dengan tubuh yang bergetar hebat.
malvil mengenggam tangan istri nya berusaha menenangkan istri nya, namun kharisma melepaskan genggaman itu dan memilih masuk ke dalam kamar nya.
tindakan mu sudah benar, anak itu memang musti di beri pelajaran agar tak kurang ajar pada orang tua, " ucap malvin seolah tindakan istri nya itu benar ".
namun kharisma tetap berjalan memasuki kamar tanpa mempedulikan suami nya.
__ADS_1
di dalam kamar al zen duduk di meja belajar nya lalu mengeluarkan satu buah poto yang berada di dalam laci meja belajar tersebut.
terlihat bayi yang masih terlihat merah sedang di gendong oleh lelaki muda yang nampak begitu tulus menggendong dan mencium baby tersebut, bahkan laki laki itu terlihat berlinang air mata kebahagiaan memeluk bayi tersebut.
papah aku ingin hidup bersamamu, " ucap alzen lirih sambil mengelus poto tersebut dimana diri nya sewaktu bayi dalam gendongan sang papah ".
pagi hari al zen turun dari kamar nya dan berlalu menuju keluar rumah untuk berangkat sekolah tanpa sarapan, dia terbiasa di antar oleh sopir.
kharisma menatap kepergian anak nya di ruang makan, padahal dia sudah menyiapkan bekal makanan untuk anak nya makan siang yang tanpa kharisma tau anak nya itu tak pernah memakan bekal makanan dari diri nya.
sudah lah dia mempunyai kartu dari papah nya, mungkin cukup untuk dia membeli makan siang satu hari, " ucap malvin menenangkan sekaligus mengejek isi kartu yang di berikan papah nya alzen ".
sesampai nya di kelas al zen nampak acuh dan mulai mengikuti pelajaran dengan serius, semua orang di buat heran, biasa nya al zen nampak nakal dan mengganggu teman teman satu kelas nya, bahkan guru pun heran dengan tingkah al zen yang nampak serius dalam pelajaran hari ini.
__ADS_1