Al Kaf Sang CIO

Al Kaf Sang CIO
tuan muda al zen


__ADS_3

dengan santai nya lita berjalan mendekat pada al kaf membuat orang orang mengira lita mencari mati.


lita hendak berbicara namun al kaf mengangkat tangan nya seorang meminta nya tak usah berbicara.


al kaf menghela nafas panjang agar meredakan amarah nya.


kini semua orang nampak bingung pada cio, apalagi penguasa itu kini melangkah ke belakang tubuh lita dan menatap bocah nakal dengan raut wajah penuh ke hangatan membuat semua orang tercengang.


al zen yang tadi nya takut pada papah nya kini mengintip wajah papah nya di balik pundak lita, al zen mengangkat kepala nya dan tersenyum ceria lalu merentangkan kedua tangan nya meminta agar papah nya menggendong nya.


lita perlahan memindahkan tubuh bocah nakal itu dan kini al kaf mengangkat tubuh al zen dan menggendong nya bak seperti bayi.


al zen tertawa kencang menahan geli, apalagi kini papah nya beberapa kali menggelitik serta menciumi leher al zen dengan dagu al kaf yang mulai bertumbuh bulu bulu halus hingga bocah nakal itu kegelian.


semua orang kini takjub pada sosok dingin al kaf dan mulai menyadari siapa bocah nakal itu dan merasa nasib elma akan berakhir.


kini tubuh elma menegang hebat, dia menyangka diri nya yang akan di atas angin dan mendapat perhatian cio, namun malah kebalikan nya kini elma menjadi ketakutan.

__ADS_1


papah tadi tante lita di tampar sama wanita itu, " tiba tiba dengan polos al zen berkata dengan suara khas anak anak pada papah nya ".


bagai di sambar petir semua orang melongo dengan tingkah al zen yang membalikan ke adaan bahkan lita pun sama hal nya tak percaya mendengar ucapan bocah nakal itu.


kamu tampar dia sekeras nya, " perintah al kaf pada hilda yang masih mematung di samping elma ".


ingin menolak tapi hilda takut dengan tatapan dingin cio , hilda masih diam mematung sampai perkataan zo membuat hilda langsung menampar elma.


cepat, " bentak zo pada hilda ".


kamu urus dia, " perintah al kaf pada zo yang langsung di angguki cepat ".


hilda yang merasa bersalah hanya diam mematung, ingin membantu elma pun tak punya keberanian.


kamu sudah makan ? " tanya al kaf pada lita tanpa memandang nya ".


sudah, " jawab lita gugup karena menjadi pusat perhatian semua orang ".

__ADS_1


ikut aku, " perintah al kaf tak ingin di bantah lalu melangkah untuk meninggalkan loby utama ".


dengan pasrah lita mengikuti langkah al kaf di belakang.


al zen yang berada di gendongan papah nya menepuk nepuk pundak al kaf hingga al kaf berhenti lalu bertanya pada al zen dengan tatapan mata nya.


al zen tak menjawab tatapan al kaf dan justru menolehkan kepala nya pada arah hilda dan memanggil nya.


tante tante ayu ikut aku, " pinta al zen sambil melambaikan tangan nya ".


hilda tambah kaget, namun dia tersadar dari lamunan nya dan dengan ragu ragu melangkah mendekat pada al zen yang di gendongan cio.


al kaf kembali berjalan keluar sambil menggendong al zen di ikuti lita dan hilda di belakang nya.


kalian semua ingat baik baik, anak tadi adalah tuan muda al zen, anak dari cio serta wanita tadi adalah nona lita asisten sekaligus adik dari cio, jika kalian berurusan dengan kedua nya maka kalian akan berurusan dengan saya, " ucap zo dingin sambil menatap semua karyawan dan membuat ruangan loby mencekam ".


zo pun kembali masuk ke dalam lip di ikuti elma yang sudah dalam ke adaan lemah, bahkan elma tak menyangka jika hari ini akan tamat kariernya karena mengusik anak dan adik dari cio.

__ADS_1


__ADS_2