Al Kaf Sang CIO

Al Kaf Sang CIO
tujuh tahun berlalu


__ADS_3

al tak bergeming dan bersikukuh ingin mempertanggung jawabkan perbuatan nya.


baik lah jika kamu ingin bertanggung jawab, kamu harus memberikan mahar untuk putriku satu milyard, dan aku memberikan waktu satu minggu, " ucap tuan rahardian sembari meminta satpam untuk mengusir lelaki rendahan di hadapan nya ".


tekad serta rasa ingin bertanggung jawab kini berganti menjadi amarah, al pergi meninggalkan kediaman tuan rahardian dengan perasaan berkecamuk.


dia memang ingin bertanggung, namun syarat dari tuan rahardian membuat al frustrasi.


dia baru beberapa bulan ini merintis rumah makan sederhana sebagai ladang pencaharian nya.


dan jika dia menjual sekalipun mungkin tak akan sampai sepuluh persen dari syarat mahar yang di pinta tuan rahardian.


syarat itu jelas jelas hanya sebuah penolakan dan penghinaan untuk al.


satu minggu berlalu kini acara pernikahan kharisma bersama malvin lelaki yang di pilihkan tuan rahardian.


al hanya menatap gedung acara dengan mata yang berkaca kaca, tak jauh dari sana tantri berjalan bersama lita menghampiri al.

__ADS_1


aku titip anakku, " ucap al lirih sembari mengelus kepala lita dan tantri lalu melajukan kendaraan nya meninggalkan gedung acara ".


nampak kedua wanita itu berkaca kaca saat melihat kepergian al, terlebih gadis kecil di samping tantri yang memang sudah lama mengagumi sahabat kaka nya itu.


di rumah sederhana nampak remaja tampan tengah membantu sang umi memasak.


hilman memang hoby memasak sama dengan kaka nya.


tiba tiba pintu rumah terbuka nampak anak pertama umi aisyah sudah kembali, namun berbeda dengan biasa nya yang selalu ceria, lelaki itu nampak berwajah masam dan langsung memasuki kamar tanpa menyapa umi serta adik nya.


hilman dan umi aisyah saling berpandang heran dengan sikap al yang di luar kebiasaan nya.


umi aisyah tau kalau anak nya mempunyai masalah yang tak bisa di selesaikan, sebab al bukan tipe orang yang akan bercerita pada umi nya selama dia bisa menyeselaikan nya.


duduk lah, " ucap umi aisyah sembari menepuk ranjang usang tersebut ".


al bergegas duduk dan memeluk umi nya sambil terisak, meskipun dia seorang lelaki al adalah lelaki yang peka dan mudah tersentuh.

__ADS_1


kenapa ? cerita sama umi, " sembari mengelus kepala anak pertama nya itu ".


setelah selesai terisak, al memberanikan diri menceritakan semua nya, membuat umi aisyah langsung menghela nafas panjang.


lalu apa langkah yang akan kamu ambil selanjut nya, " tanya umi aisyah sembari terisak karena nasib anak dan calon cucu nya ".


aku akan ke ibu kota negara umi, aku hanya ingin menenangkan diri dan melupakan semua nya, " jawab al sembari mengusap pipi nya yang terus mengalir air mata ".


apa tekadmu sudah bulat na ? " tanya umi aisyah lagi memastikan ".


al hanya menganggukan kepala sembari memeluk kembali umi nya.


umi aisyah hanya bisa membalas pelukan itu sembari mendoakan yang terbaik untuk anak nya.


waktu berlalu begitu cepat, kini sudah hampir tujuh tahun al meninggalkan rumah sederhana umi aisyah, anak pertama nya hanya akan pulang satu tahun sekali, dan kepulangan nya hanya akan tinggal satu malam.


bahkan al hanya akan datang kepala anak nya yang bernama al zen pun hanya satu tahun sekali.

__ADS_1


al hanya mengutus satu orang yaitu zo orang kepercayaan nya untuk memenuhi segala ke inginan anak nya.


kini kehidupan al bak di telan bumi, tak ada orang orang lama yang mengetahui ke hidupan nya, hanya sosok umi aisyah dan sang adik yang tau ke beradaan nya.


__ADS_2