
perkenalkan aku pemilik resto ini al zen, " ucap hilman lagi ramah ".
oh ia aku belum bayar tapi kan aku belum selesai makan om, " jawab al zen tak kalah ramah sambil menoleh ke arah hilman ".
bukan bukan om bukan mau menanyakan itu, bolehkan om duduk ? "tanya hilman lagi ".
ia silahkan kan ini resto milik om jadi ga usah minta izin, " ucap al zen lagi acuh ".
bocah tengil nya mirip sekali sama kakak, " batin hilman sambil menarik kursi dan duduk berhadapan dengan al zen ".
pak susno hanya memperhatikan interaksi kedua nya dan menikamati makan malam nya.
kamu kenapa selalu makan malam di restoran ini ? kenapa ga makan malam sama keluarga ? " tanya hilman mencari tau sesuatu dari anak ini ".
al zen menghentikan makan nya dan menatap kesal pada pemilik resto tersebut.
__ADS_1
om kepo, aku mau makan dimana terserah aku, lagian aku di sini juga bayar, " ketus al zen sudah tak semangat untuk melahap makanan nya ".
hilman sedikit merasa bersalah mendengar jawaban anak itu, bukan begitu aku cuma bertanya lagian apa tak marah orang tua kamu setiap hari makan di sini kan keluar uang banyak ? " tanya hilman masih penasaran ".
justru aku ingin menghabiskan uang papaku dan dia akan memarahi aku lalu menemuiku, " ketus al zen dengan mata yang mulai berkaca kaca ".
memang selama ini al zen tak bertemu papah nya dia hanya tau wajah papah nya dari sebuah poto, setiap al zen ingin papah nya maka kakek ataupun ibu nya akan melarang, dan ini salah satu cara untuk dia bisa bertemu papah nya.
sementara hilman kini ikut sedih dan tak menyangka jawaban anak kecil yang merupakan keponakan nya itu yang sangat merindukan papah nya.
al zen yang marah lalu turun dari kursi nya dan berjalan menuju kasir untuk membayar makan malam nya lalu di ikuti oleh pak susno.
al zen hendak keluar restoran namun di cegah oleh tangan besar hilman.
apa ? aku kan sudah bayar om, " kesal al zen karena gara gara lelaki besar ini mut makan malam nya hancur berantakan ".
__ADS_1
hilman mengeluarkan kartu nama dari tas yang dia bawa dan memberikan nya pada al zen.
kamu masih kecil ga baik selalu keluar malam hari, jadi kalau mau makan menu makanan di restoran ini malam hari kamu bisa memesan delivery, " jelas hilman sambil mengelus pucuk kepala bocah kecil itu ".
al zen mendengus kesal karena rambut nya berantakan lalu menatap ke atas melihat wajah lelaki besar tersebut.
ok, " ucap al zen sambil mengangkat tangan nya yang memegang kartu nama tersebut lalu melenggan pergi di ikuti pa susno ".
mirip sekali kaka, " batin hilman sambil tersenyum memandang kepergian keponakan nya ".
kharisma sedari tadi memperhatikan interaksi itu namun dia tak bisa mendengar apa yang di bicarakan karena jarak terlalu jauh.
kharisma baru menyadari satu hal, kartu yang di pegang anak nya merupakan black card dan di pastikan saldo debit nya di atas dua milyard, pantas anak nya itu tak pernah makan di rumah dan tak pernah meminta bekal sekolah pada diri nya.
se tau kharisma orang yang memberikan kartu pada anak nya hanya al kaf mantan kekasih nya, tapi mengingat status lelaki tersebut tak mungkin bisa memberikan kartu itu.
__ADS_1
tak mau ambil pusing kini kharisma pun pergi meninggalkan resto yang terpenting dia sekarang tau kemana dan dimana anak nya itu beberapa hari tak makan di rumah.