
kini al kaf tengah termenung di halaman belakang rumah nya, dia menikmati kopi dan menghisap rokok lalu terdiam beberapa saat dan kembali menghisap nya.
itu merupakan malam malam yang hampir setiap hari al kaf habiskan, beberapa waktu bersama membuat lita mengenal sosok lain dari al kaf, lelaki yang sangat dia cintai namun lelaki itu hanya menganggap nya sebagai adik dan tak pernah memberi sedikitpun harapan lebih.
andai kamu mau saja sedikit membuka hatimu untukku, aku tak akan pernah mengecewakanmu ka al , " gumam lita sambil memandangi sosok al kaf dari balkon kamar nya ".
melihat lelaki yang di cintai nya seperti itu membuat lita tercubit hati nya, dia pun masuk ke dalam kamar nya dan merebahkan tubuh nya untuk beristirahat.
kenapa dia bisa bersama wanita lain, lalu dimana kharisma ? " pertanyaan itu sedari tadi berputar di otak al kaf entah kenapa meskipun beberapa kali mengusir fikiran itu namun tetap terbayang ".
al kaf teringat pertemuan nya bersama kharisma sewaktu membawa al zen, al kaf akui dia melihat ketulusan serta penyesalan dari sosok kharisma saat meminta agar al zen tetap bisa bersama nya.
tanpa terasa bulir bulir air mata lolos melewati pipi al kaf begitu saja.
andai ada orang lain yang melihat hal tersebut mungkin tak akan mempercayai kalau sosok kuat sang penguasa yang terkenal kejam dan dingin itu mengeluarkan air mata, makin tinggi status al kaf makin terbatas dan sempit tempat nya mengenal seseorang dalam lingkungan.
al kaf mengusap pipi nya yang basah, entah kenapa dia tak pernah melupakan sosok wanita yang pernah dia sakiti sekaligus dia pun yang di sakiti.
__ADS_1
teringat pertemuan pertama bersama kharisma, al kaf yang waktu itu idola kampus di hampiri gadis yang al kaf kira menyukai nya seperti gadis gadis lain.
ternyata gadis itu tantri yang memberikan surat pada al kaf agar menemui teman nya di perpustakaan.
al kaf yang penasaran dengan sosok wanita yang di maksud tantri pun datang menemui gadis itu.
dan ternyata gadis itu membuat al kaf terpana pada pandangan pertama.
kharisma yang waktu itu tak tau apa apa begitu kaget dengan kedatangan al kaf yang dengan santai nya duduk di samping kharisma.
dengan percaya diri al kaf mengenalkan diri pada kharisma namun gadis itu enggan membalas uluran tangan al kaf.
hingga beberapa waktu al kaf pun baru mengetahui kalau itu ulah tantri.
kharisma gadis yang begitu tertutup hingga tak mempunyai banyak teman.
waktu berlalu sampai al kaf wisuda , tak ada momen ataupun percakapan antara al kaf dan kharisma.
__ADS_1
al kaf yang dulu merasa jatuh harga diri nya oleh seorang kharisma, tak pernah menyapa kharisma selain pertemuan pertama di perpustakaan itu.
hingga saat wisuda tak di sangka kharisma memberikan bunga serta ucapan selamat atas wisuda serta memeluk al kaf.
selamat ya ka al , semoga kakak bisa sukses di masa depan, " ucap kharisma sambil tersenyum namun wajah nya nampak bersedihan ".
al kaf hanya mengangguk pasti dan sedikit tersenyum tanpa berniat mengeluarkan perkataan apapun.
apa kakak masih marah gara gara waktu itu ? " tanya kharisma lirih ".
tidak, " jawab al kaf singkat dan membalikan tubuh nya untuk pergi ".
tanpa di sangka kharisma menarik tangan al kaf hingga laki laki itu kembali membalikan badan nya.
kharisma berjingjit dan mengecup bibir al kaf lalu berlari pergi meninggalkan al kaf yang langsung terdiam.
setelah tersadar dari kesadaran nya al kaf pun mencari keberadaan kharisma, hingga akhir nya menemukan nya di perpustakaan tempat dimana dulu mereka pertama kali bertemu.
__ADS_1
kharisma tengah menundukan kepala nya di atas meja, al kaf pun menghampiri dan duduk di samping kharisma.
al kaf menyimpan bunga pemberian kharisma tadi di atas meja, perlahan al kaf menarik pundak kharisma hingga kini al kaf bisa melihat wajah kharisma yang berlinang air mata dengan wajah yang memerah.